Kemendagri Dukung Generasi Muda Bebas Kekerasan di Tengah Perkembangan Teknologi

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 6 Juni 2023 - 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Acara Seminar Nasional Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLIII/2023 di Istana Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Padang, Selasa (6/6/2023).

i

Foto : Acara Seminar Nasional Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLIII/2023 di Istana Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Padang, Selasa (6/6/2023).

Ikuti kami di Google News

TerasMedia.co,Padang – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro mendukung generasi muda yang bebas kekerasan di tengah perkembangan teknologi yakni revolusi industri kelima. Hal itu disampaikan Suhajar pada acara Seminar Nasional Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLIII/2023 di Istana Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Padang, Selasa (6/6/2023).

Menurut Suhajar, saat ini masyarakat sesungguhnya sudah memasuki gelombang kelima revolusi industri. Hal ini ditandai dengan adanya robot dan kecerdasan buatan. Peran-peran manusia yang telah berkolaborasi dengan robot dan tidak menutup kemungkinan robot lebih memiliki peran daripada manusia.

“Sehingga hari ini perang juga mungkin sudah menggunakan teknologi yang sangat canggih, sehingga gelombang keempat dan kelima ini tetap harus dikuasai oleh generasi-generasi kita sekarang. Maka tugas kita sebagai pemimpin hari ini memberi ruang kepada generasi muda kita untuk masuk ke menaklukkan faktor eksternal tadi,” katanya.

Meskipun teknologi saat ini berkembang dengan cepat, Suhajar tak memungkiri adanya faktor eksternal yang menjadi ancaman generasi muda, yaitu terkait dengan kekerasan di kelompok remaja. Dia mengungkap data kekerasan di Indonesia masih tinggi. Indonesia menduduki peringkat lima (41 persen) tingkat kekerasan tertinggi di dunia.

“Artinya kasus pukul memukul di kita masih banyak. Dalam buku Thomas Lickona, negara akan menuju krisis karakter apabila terlihat 10 ciri, satu di antaranya adalah meningkatnya kekerasan di kelompok remaja. Jadi kita dengan 41 persen itu tinggi,” ujarnya.

Untuk itu dia berharap, generasi muda yang nantinya akan menjadi pemimpin ke depan harus mengedepankan karakter dan intelektual sehingga kekerasan bisa dicegah. Tak hanya itu, perlu juga memperkuat toleransi sehingga kekerasan bisa diminimalisasi. Toleransi itu juga semestinya dipupuk baik di sekolah maupun di tengah masyarakat. Selain itu, Suhajar juga menekankan pentingnya melakukan olah hati, olah pikir, olah rasa, dan olahraga. Dia mengatakan, olah rasa ini dapat dikembangkan melalui seni dan budaya, sehingga muncul empati dan rasa mengasihi.

“Jadi keempat olah ini hati, pikir, rasa, dan raga, itulah yang harus terus diolah untuk menjadi generasi yang berkarakter, karena sesungguhnya kehidupan kita di masa depan adalah melayani rakyat,” tandasnya

(Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Berita Terbaru