Terasmedia.co Jakarta – Pucuk pimpinan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi berganti. Para pejabat teras Kejaksaan, termasuk Kepala Kejaksaan (Kajati) Sulsel yang masuk dalam daftar mutasi sebelumnya telah menjalani pelantikan dan pengambilan sumpah di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis siang (23/10/2025).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin. Para pejabat eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung, tepatnya 17 Kajati baru di berbagai wilayah Indonesia resmi mendapat penugasan baru.
Keputusan mutasi ini tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung (Kep-JA) Nomor 854 Tahun 2025, dan diharapkan membawa angin segar kepemimpinan di jajaran Kejaksaan Tinggi, termasuk di Sulsel. Didik Farkhan Alisyahdi, resmi menjabat Kajati Sulsel usai sumpah jabatannya diambil langsung oleh Jaksa Agung.
Penunjukkan ini diharapkan dapat melanjutkan dan meningkatkan kinerja Kejati Sulsel dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang humanis. Didik Farkhan Alisyahdi sebelumnya menjabat Inspektur Keuangan II pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung. Jabatan yang ditinggalkan Didik akan diisi Agus.
Inspektur Keuangan II pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung bertugas melakukan inspeksi umum untuk memeriksa kinerja dan akuntabilitas di lingkungan Kejaksaan, serta menjalankan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas-tugas di berbagai bidang. Tugas ini termasuk melakukan pemeriksaan, memantau, mengevaluasi, dan mengidentifikasi temuan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan.
Selain Kajati Sulsel, ada 16 Kajati di Indonesia juga yang dilantik.
Sebelum mengawali karir sebagai seorang Jaksa, Didik sempat menjalani profesi sebagai wartawan harian surat kabar memorandum ternama Grup Jawa Pos di Bojonegoro Jawa Timur. Didik Farkhan Alisyahdi Lahir di Bojonegoro 18 Oktober 1971,
Didik salah satu lulusan di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang tahun 1993, dia bekerja sebagai koresponden harian Memorandum di Bojonegoro. Baru setahun menjadi wartawan Harian Memorandum (Grup Jawa Pos). Dia mendengar ada lowongan di Kejaksaan dan mendaftar disana, karena kata Didik, Ayah beliau sangat antusias menginginkan anaknya menjadi Jaksa.
Menariknya, Didik diangkat menjabat Kajati Sulsel jelang ulang tahunnya ke-54.
Selanjutnya menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan lulus tahun 1993. Sambil menjadi jaksa, Kang DF menempuh pendididikan Strata Dua (S2) di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dan lulus tahun 2005.
Empat tahun lalu, pada tahun 2021, dia meraih gelar doktor dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Kang DF pernah menjabat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di kampung halamannya di Bojonegoro.
Lalu, di Malang dan Surabaya. Di Surabaya, dia menjabat Kajari bersamaan dengan Tri Rismaharini menjabat Wali Kota Surabaya. Kemudian, dia diangkat menjabat Aspidsus Kejati Jawa Timur.
– Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kepanjen, 2002-2003
– Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, 2003-2005
– Kepala Seksi Pra Penuntutan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, 2005-2008
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kepanjen, 2002-2003
– Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, 2003-2005
– Kepala Seksi Pra Penuntutan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, 2005-2008
Koordinator pada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, 2011-2012
– Kepala Kejaksaan Negeri Sangatta, 2012-2014
– Kepala Bagian Pengembangan Pegawai Kejaksaan Agung, 2014-2015
Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, 2015-2017
– Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, 2017-2019
– Koordinator Pada JAM intelijen Kejaksaan Agung, 2019
– Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, 2019 – 2020
Kepala Pusat Daskrimti Kejaksaan Agung RI, 2020 – 2023
– Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, 2023 – 2024
– Inspektur II Jamwas Kejagung, 2024 –2025
– Kajati Sulsel, 2025

