Simposium Mubarok Institute dalam Menyikapi Dinamika Politik Global

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Chairman Mubarok Institute, Fadhil As. Mubarok, Rabu (11/3/2026)

i

Keterangan foto : Chairman Mubarok Institute, Fadhil As. Mubarok, Rabu (11/3/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co JAKARTA – Menjelang simposium strategis yang dijadwalkan berlangsung di kawasan SCBD, Jakarta, Chairman Mubarok Institute, Fadhil As. Mubarok, menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait posisi geostrategi Indonesia. Dalam siaran persnya pada Rabu (11/3), ia menekankan bahwa Indonesia kini berada pada titik krusial diplomasi modern yang menuntut peran sebagai “determinan kebijakan” di panggung dunia.

Menurut Fadhil, pergeseran kekuatan global menuju pola multipolaritas saat ini dibarengi dengan turbulensi geopolitik yang semakin kompleks. Oleh karena itu, paradigma politik luar negeri Bebas Aktif harus diredefinisi secara lebih berani dan progresif.

“Politik Bebas Aktif tidak boleh sekadar menjadi jargon netralitas. Ia harus diimplementasikan secara substantif sebagai instrumen untuk mengamankan kepentingan nasional di tengah volatilitas global,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Fadhil tersebut.

Tiga Pilar Ketahanan Nasional

Mubarok Institute menggarisbawahi tiga paradigma strategis yang menjadi kunci kedaulatan Indonesia ke depan, yaitu:
Pertama, Redefinisi Geopolitik
Merespons dinamika kawasan Timur Tengah dan persaingan hegemoni di kawasan Pasifik dengan merekonstruksi paradigma geostrategi nasional guna mencapai kedaulatan yang lebih substantif.

Kedua, Integrasi Infrastruktur dan Ekonomi
Memandang kedaulatan fisik dan stabilitas sektor keuangan sebagai conditio sine qua non atau syarat mutlak bagi terciptanya ketahanan nasional yang holistik.

Ketiga, Mitigasi Krisis Global
Mendorong kebijakan kemandirian (self-sufficiency) di sektor pangan dan energi untuk menghadapi gangguan rantai pasok global (supply chain disruption), selaras dengan visi Asta Cita.

Momentum Rekonsiliasi Intelektual

Pernyataan ini disampaikan sebagai pengantar menuju diskusi strategis yang akan dihadiri sejumlah tokoh nasional di Resto Batik Kuring, Jakarta, pada Sabtu, 14 Maret 2026 mendatang. Fadhil menegaskan bahwa pertemuan tersebut dirancang sebagai wadah brainstorming nasional untuk merumuskan pemikiran kolektif yang jujur, bersih, dan berpihak kepada rakyat.

Senada dengan Fadhil, Sekretaris Jenderal Mubarok Institute, Herry Purnomo, menegaskan bahwa Indonesia harus mampu memainkan peran strategis di tengah dinamika global.

“Indonesia harus tetap tegak sebagai kekuatan alternatif yang disegani. Kita harus mampu memerankan politik perdamaian dunia tanpa mengorbankan kesejahteraan rakyat sendiri,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut diharapkan mampu melahirkan rekomendasi taktis bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas domestik agar tidak terkooptasi oleh kepentingan transnasional yang merugikan negara.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Bukan Hanya Cibinong, Mangihut Sinaga Khawatir Praktik Serupa Menjalar ke Seluruh Lapas
Kabel Menjuntai Sebabkan Kecelakaan di Kampung Grojog, Ini Tanggapan TelkomGroup
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Minggu, 27 September 2026 - 06:11 WIB

Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard

Sabtu, 26 September 2026 - 13:45 WIB

Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani

Berita Terbaru