18 Saham RI Dicoret dari MSCI, Marwan Jafar Minta BEI Benahi Pasar Modal

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Marwan Jafar, mendesak Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan pembenahan serius pada ekosistem pasar modal domestik. Langkah ini dinilai mendesak menyusul keputusan lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang mencoret 18 saham asal Indonesia dalam peninjauan berkala (rebalancing) edisi Mei 2026.

“Hari ini kami menerima hasil peninjauan saham atau rebalancing MSCI terhadap saham-saham global, termasuk Indonesia. Informasi yang kami terima, ada 18 saham asal Indonesia yang dicoret dari Indeks MSCI. Pemerintah dan BEI harus bergerak cepat melakukan pembenahan,” ujar Marwan di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Marwan memperingatkan bahwa pencoretan massal ini berpotensi memicu pelemahan pasar saham domestik serta menggerus daya tarik investasi Indonesia di mata investor internasional. Jika tidak segera dimitigasi, dikhawatirkan akan terjadi arus keluar dana asing (capital outflow) yang massif. “Situasi ini pada akhirnya dapat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta stabilitas keuangan nasional secara keseluruhan ini yang harus diantisipasi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, perombakan signifikan terjadi pada dua kategori utama, yakni enam saham berkapitalisasi besar resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index. Selain itu, pergeseran juga terjadi pada MSCI Global Small Cap Index di mana saham pengelola Alfamart (AMRT) dipindahkan dari kategori Global Standard ke Small Cap. Perpindahan ini berdampak pada tersingkirnya 13 emiten lain dari indeks kapitalisasi kecil tersebut, sehingga secara total terdapat 18 emiten yang benar-benar keluar dari daftar indeks MSCI.

Legislator asal Jawa Tengah ini menegaskan bahwa insiden ini harus dijadikan momentum bagi BEI untuk memperbaiki transparansi dan keterbukaan kepemilikan saham, termasuk meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float). Menurutnya kredibilitas pasar modal sangat bergantung pada kualitas tata kelola emiten dan ekosistem bursa yang sehat guna memulihkan kepercayaan investor global. “Kita berharap agar keputusan MSCI ini menjadi tiitk tolak pembenahan pasar saham secara menyeluruh,” ujarnya.

Meskipun saat ini berada dalam tekanan, Marwan menyatakan optimismenya bahwa fundamental pasar saham Indonesia masih cukup baik. Ia menantikan langkah konkret dari otoritas bursa untuk memperbaiki ekosistem nasional. “Kita optimistis gejolak pasar bisa segera stabil sehingga bisa mencegah dana asing agar tetap stay di Indonesia,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Tidak Benar Rutan Bareskrim Jadi Sarang Narkoba, Polri: Semua Tahanan Tes Negatif
Pajak Marketplace Ditunda, Komisi XI Desak Pemerintah Matangkan Kebijakan
Bulog KC Lebak Luncurkan Bantuan Pangan Alokasi Juli, Agustus dan September Sekaligus
Berita ini 35 kali dibaca
JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Marwan Jafar, mendesak Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan pembenahan serius pada ekosistem pasar modal domestik. Langkah ini dinilai mendesak menyusul keputusan lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang mencoret 18 saham asal Indonesia dalam peninjauan berkala (rebalancing) edisi Mei 2026. “Hari ini kami menerima hasil peninjauan saham atau rebalancing MSCI terhadap saham-saham global, termasuk Indonesia. Informasi yang kami terima, ada 18 saham asal Indonesia yang dicoret dari Indeks MSCI. Pemerintah dan BEI harus bergerak cepat melakukan pembenahan,” ujar Marwan di Jakarta, Rabu (13/5/2026). Marwan memperingatkan bahwa pencoretan massal ini berpotensi memicu pelemahan pasar saham domestik serta menggerus daya tarik investasi Indonesia di mata investor internasional. Jika tidak segera dimitigasi, dikhawatirkan akan terjadi arus keluar dana asing (capital outflow) yang massif. “Situasi ini pada akhirnya dapat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta stabilitas keuangan nasional secara keseluruhan ini yang harus diantisipasi,” ujarnya. Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, perombakan signifikan terjadi pada dua kategori utama, yakni enam saham berkapitalisasi besar resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index. Selain itu, pergeseran juga terjadi pada MSCI Global Small Cap Index di mana saham pengelola Alfamart (AMRT) dipindahkan dari kategori Global Standard ke Small Cap. Perpindahan ini berdampak pada tersingkirnya 13 emiten lain dari indeks kapitalisasi kecil tersebut, sehingga secara total terdapat 18 emiten yang benar-benar keluar dari daftar indeks MSCI. Legislator asal Jawa Tengah ini menegaskan bahwa insiden ini harus dijadikan momentum bagi BEI untuk memperbaiki transparansi dan keterbukaan kepemilikan saham, termasuk meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float). Menurutnya kredibilitas pasar modal sangat bergantung pada kualitas tata kelola emiten dan ekosistem bursa yang sehat guna memulihkan kepercayaan investor global. “Kita berharap agar keputusan MSCI ini menjadi tiitk tolak pembenahan pasar saham secara menyeluruh,” ujarnya. Meskipun saat ini berada dalam tekanan, Marwan menyatakan optimismenya bahwa fundamental pasar saham Indonesia masih cukup baik. Ia menantikan langkah konkret dari otoritas bursa untuk memperbaiki ekosistem nasional. “Kita optimistis gejolak pasar bisa segera stabil sehingga bisa mencegah dana asing agar tetap stay di Indonesia,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:40 WIB

FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:06 WIB

BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel

Berita Terbaru