Jakarta – Mata Tunas 17 kembali menggelar rapat internal untuk mematangkan program kerja organisasi yang akan dijalankan dalam waktu dekat. Rapat berlangsung pada Senin, 12 Mei 2026, pukul 15.00 hingga 18.00 WIB di Sekretariat Kebayoran, Jakarta Selatan, kawasan dekat Stasiun Kebayoran.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah program prioritas yang akan dijalankan guna mendukung pelajar, generasi muda, dan masyarakat luas.
CEO Mata Tunas 17, Vetris, mengatakan organisasinya terus mempersiapkan berbagai program yang berfokus pada pendidikan dan kepemudaan.
“Kami akan terus mematangkan program-program yang sudah dirancang. Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi pelajar, generasi muda, serta masyarakat,” ujar Vetris di Jakarta, 12 Mei 2026.
Program yang disiapkan meliputi pelatihan, pemberdayaan masyarakat, seminar edukasi, hingga kegiatan sosial yang bertujuan meningkatkan kualitas generasi muda.
Mata Tunas 17 sendiri merupakan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan kepemudaan dengan fokus pada pengembangan kualitas generasi bangsa. Fokus yang belakangan terasa semakin penting di tengah zaman ketika banyak orang lebih sibuk mengejar viral dibanding membangun kemampuan nyata.
Sementara itu, Ketua Divisi Event Mata Tunas 17, Latansa Fajriati, menegaskan pentingnya keterlibatan pemuda dalam pembangunan pendidikan.
“Kami ingin lebih banyak melibatkan pemuda dan pelajar dalam kegiatan edukasi dan pengembangan diri demi menciptakan generasi yang lebih baik di masa mendatang,” kata Latansa.
Rapat juga membahas sejumlah program lanjutan, di antaranya pendataan anggota aktif dan alumni, pengembangan kerja sama pelatihan Pramuka dan LDK dengan sekolah-sekolah di wilayah Jakarta Selatan, serta penguatan publikasi kegiatan melalui Divisi Media.
Selain itu, Divisi Event akan mengadakan seminar mengenai beasiswa dan peluang kerja disalah satu sekolah yang selama ini sudah bekerjasama dengan Mata Tunas 17, serta merancang kegiatan Perkemahan Pemuda yang berisi aktivitas kepemimpinan, kebudayaan, outbound, agroindustri, hingga hiburan edukatif seperti tracking, paintball, dan rafting.
Ternyata generasi muda masih bisa diajak belajar sambil turun ke lapangan, bukan cuma sambil menatap layar selama 12 jam sehari seperti staf media sosial yang kehilangan arah hidup.
Melalui berbagai program tersebut, Mata Tunas 17 berharap dapat menjadi wadah pengembangan generasi muda yang aktif, kreatif, dan peduli terhadap pendidikan serta lingkungan sosial di sekitarnya.












