Ketegangan Timur Tengah Meningkat, DPR Minta Pemerintah Lindungi Kapal Pertamina

Avatar photo

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyayangkan penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran yang terjadi hanya berselang sekitar 12 jam setelah sebelumnya sempat dibuka.

Menurut Dave, kondisi tersebut mencerminkan rapuhnya stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah. Ia menilai situasi ini tidak hanya berdampak pada jalur perdagangan internasional, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran pasokan energi global, termasuk bagi Indonesia.

“Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran menunjukkan betapa rentannya stabilitas keamanan di kawasan. Hal ini berdampak luas, tidak hanya pada perdagangan internasional, tetapi juga terhadap pasokan energi dunia, termasuk Indonesia,” ujar Dave, Senin (20/4/2026).

Dave mengakui pemerintah telah melakukan diversifikasi pasokan energi dengan menjalin kerja sama strategis bersama sejumlah negara, termasuk Rusia. Namun demikian, ia mengingatkan agar ketergantungan terhadap jalur perdagangan internasional tetap diantisipasi secara serius.

“Diversifikasi pasokan energi memang penting dan sudah dilakukan, namun ketergantungan terhadap jalur perdagangan global tetap memerlukan kewaspadaan serta langkah antisipatif yang matang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dave mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret melalui jalur diplomasi guna memastikan keselamatan dua kapal tanker milik Pertamina yang hingga kini masih berada di kawasan Selat Hormuz.

Ia menegaskan, pendekatan diplomatik, baik secara bilateral maupun multilateral, menjadi kunci dalam meredakan ketegangan serta melindungi kepentingan nasional di tengah situasi yang tidak menentu.

“Pemerintah perlu segera melakukan diplomasi intensif untuk memastikan keselamatan warga negara dan aset nasional, termasuk kapal-kapal Pertamina yang saat ini terdampak. Diplomasi yang konstruktif dan kerja sama internasional sangat diperlukan untuk mencegah eskalasi konflik,” tegasnya.

Sebelumnya, Iran menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali hingga Amerika Serikat mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kebijakan penutupan tersebut kembali diberlakukan kurang dari 24 jam setelah sempat dibuka.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Tidak Benar Rutan Bareskrim Jadi Sarang Narkoba, Polri: Semua Tahanan Tes Negatif
Pajak Marketplace Ditunda, Komisi XI Desak Pemerintah Matangkan Kebijakan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:40 WIB

FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber

Berita Terbaru