Persatuan adalah Harga Mati, Mukhsin Nasir: Jangan Biarkan Perpecahan Menghambat Bangsa

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Jokowi dan Ijazah, Minggu (20/4/2026)

i

Keterangan foto : Jokowi dan Ijazah, Minggu (20/4/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Di tengah riuh rendah perdebatan yang kadang menerpa bangsa ini, Sekretaris Jenderal Matahukum, Mukhsin Nasir, hadir membawa ketenangan. Dengan suara yang lembut namun sarat makna, pria yang akrab disapa Daeng ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menggunakan akal sehat dan hati yang bersih.

“Saudara-saudaraku, cobalah renungkan sejenak. Apa gunanya bagi hukum dan negara jika kita terus menerus memutar kembali hal yang sudah selesai dan tuntas?” ujar Mukhsin Nasir dengan nada mendalam, Senin (20/04/2026).

Jangan Gali Lubang Lama, Tutup Buku Sejarah dengan Bijak

Mukhsin menyoroti isu yang belakangan kembali diangkat mengenai mantan Presiden Joko Widodo. Baginya, hal tersebut adalah urusan yang sudah rampung dan tertutup rapat oleh hukum.

“Beliau sudah menyelesaikan amanah sebagai pemimpin bangsa. Selama memimpin, segala hal termasuk legalitas dan tanggung jawab sudah dipikul oleh negara dan hukum Indonesia. Itu sudah menjadi sejarah yang selesai,” tutur Daeng bijak.

Ia mengibaratkan, menggali hal yang sudah lewat itu ibarat mengaduk air yang sudah bening. Jika terus diaduk, air itu hanya akan menjadi keruh.

“Yang paling menyedihkan, itu hanya akan menggoreskan luka yang sudah kering, serta memecah belah tali persaudaraan yang sudah kita jaga bertahun-tahun,” tambahnya.

Alihkan Pandangan ke Depan, Dukung Pemerintahan Sekarang

Daeng mengajak masyarakat untuk berpikir dewasa. Masih begitu banyak hal mulia yang harus diperjuangkan bersama, sayang jika energi habis hanya untuk memunguti pecahan masa lalu.

“Alihkanlah pandanganmu ke depan. Arahkan perhatian untuk mengawal pemimpin yang sekarang memegang tampuk kekuasaan. Lihatlah dengan mata terbuka, bagaimana mereka bekerja dan berusaha menepati janji,” serunya.

Lihatlah hasilnya kini. Rakyat bisa tidur nyenyak, hidup aman, tentram, dan damai tanpa rasa gelisah. Itu bukti nyata bahwa pemimpin bangsa ini berkelas, memiliki jiwa negarawan yang besar, bukan sosok yang kaleng-kaleng yang hanya bisa membuat gaduh.

Persatuan adalah Harga Mati

Pesan utama yang ingin disampaikan Mukhsin Nasir adalah cinta untuk persatuan. Kita ini satu darah, satu tanah air, satu nafas.

“Perbedaan pendapat itu biasa, tapi jangan sampai jadi benih kebencian. Membahas hal lewat hanya menghambat laju pembangunan. Negeri ini butuh kita bersatu, bahu-membahu, saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan,” tegasnya.

“Mari jaga kerukunan seperti mata kepala sendiri. Kawal kebaikan, dukung apa yang sedang dibangun demi anak cucu nanti. Karena persatuan adalah harga mati, dan kedamaian adalah anugerah terindah. Mari melangkah ke depan dengan kepala tegak dan hati ikhlas,” pungkas Mukhsin Nasir.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Bukan Hanya Cibinong, Mangihut Sinaga Khawatir Praktik Serupa Menjalar ke Seluruh Lapas
Kabel Menjuntai Sebabkan Kecelakaan di Kampung Grojog, Ini Tanggapan TelkomGroup
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Minggu, 27 September 2026 - 06:11 WIB

Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard

Sabtu, 26 September 2026 - 13:45 WIB

Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani

Berita Terbaru