Rachmat Gobel Buka Peluang Kerja Sama Pertanian Indonesia dengan Jepang

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 6 Agustus 2022 - 04:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Rachmat Gobel Buka Peluang Kerja Sama Pertanian Indonesia dengan Jepang

Gobel juga menyinggung hubungan diplomasi Indonesia-Jepang yang akan memasuki tahun ke-65 pada 2023 mendatang perlu diperkuat dengan kerja sama di bidang pertanian. “Harus ada kado yang bermakna. Pak Dubes menyampaikan kado itu bisa berupa lahan 10 hektar di Hokota untuk dikelola petani Indonesia. Lalu, Pak Sudin menyampaikan Indonesia bisa memberikan 100 hektar lahan di Indonesia untuk dikelola Jepang,” urai Gobel.

Selain itu, Gobel juga mengusulkan agar kerja sama tenaga magang di Hokota bisa ditingkatkan. Menurutnya ini penting agar petani Indonesia bisa praktik bertani yang unggul. Selain itu, kata Gobel, pemerintah perlu mempertimbangkan untuk peserta magang di sektor pertanian yang sudah kembali ke Indonesia, bisa mendapat fasilitas kredit dari pemerintah. Dengan bantuan tersebut, diharapkan mereka bisa langsung mempraktekkan ilmu yang dipelajari selama di Jepang. “Ini harus menjadi perhatian khusus dari menteri pertanian,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, delegasi juga berkunjung ke areal pertanian milik salah satu warga Jepang, Kazutoshi Murata. Di lahan seluas dua hektare itu, terdapat sembilan pekerja Indonesia yang berasal dari Singaraja, Bali. Mereka mengaku dikirim Pemda Setempat untuk belajar bagaimana cara bertani yang unggul di Hokota. Di Hokota terdapat 543 orang Indonesia yang sedang magang bertani. “Kami puas dengan kinerja mereka. Mereka rajin dan jujur,” ujar Kishida.

Menurut Kazutoshi Murata, pertanian stroberi kota Hokota unggul karena faktor bibit dan juga pengolahan tanah dan perlakuan terhadap tanaman. Ia menyebutkan sebelum ditanami, selama tiga pekan tanah dipanaskan dengan suhu mencapai 64 derajat celcius. Ini untuk membunuh hama yang ada di tanah serta untuk menyuburkan tanah.

“Kami tidak menggunakan pestisida maupun pupuk kimia. Kuncinya pada pengaturan suhu, keseimbangan keasaman tanah, nutrisi dan pengaturan air. Semuanya menggunakan greenhouse sehingga lebih mudah pengontrolannya,” kata Murata.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag
Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal
Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras
Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi
HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar
Survei Litbang Kompas Tunjukkan Tren Positif, DPR Minta Polri Pertahankan Kepercayaan Masyarakat
CBA Sebut Trenggono Punya Modal Terbesar Gantikan Zulhas di PAN, Singgung Harta Rp2,97 Triliun
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 23:11 WIB

MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:50 WIB

Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:23 WIB

Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:25 WIB

Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:54 WIB

HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar

Berita Terbaru