Soroti Kejanggalan Fiskal, Jerry: Gubernur Tak Tahu Jaga Uang Rakyat

Avatar photo

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Pengamat Kebijakan Publik, Jerry Massy, Rabu (15/1/2025)

i

Keterangan foto : Pengamat Kebijakan Publik, Jerry Massy, Rabu (15/1/2025)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Samarinda – Menanggapi situasi politik dan berbagai kejanggalan yang terjadi di Kalimantan Timur, Direktur Political Public and Policy Studies (P3S), Jerry Massie, memberikan pandangan sangat keras dan mendesak.

Menurutnya, berbagai dinamika yang muncul belakangan ini, mulai dari isu pengadaan aset mewah yang gagal hingga renovasi rumah dinas yang nilainya di luar nalar, sudah cukup menjadi alasan kuat bagi penegak hukum untuk turun tangan.

“Saya melihat ada banyak hal yang tidak beres dan memunculkan pertanyaan besar di publik. Ada proyek mobil yang diagarkan Rp8,5 miliar tapi gagal, lalu ada anggaran renovasi rumah dinas Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang mencapai Rp25 miliar. Ini bukan sekadar kejanggalan, tapi terlihat jelas sebagai pemborosan dan potensi mark-up,” tegas Jerry Massie, Senin (20/4/2026)

Jerry menilai, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud saat ini tidak memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dalam menjaga fiskal daerah. Anggaran yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat justru habis untuk proyek-proyek yang tidak jelas manfaatnya.

“Saya pikir Gubernur Rudy Mas’ud ini tak punya jiwa kepemimpinan dan tidak menjaga fiskal dengan baik, tapi hanya melakukan pemborosan. Angka Rp25 miliar untuk renovasi itu jauh dari nalar, apalagi totalnya mencakup rumah gubernur, wagub, dan penataan ruang kerja. Meski diklaim fisiknya hanya Rp3 miliar dan sisanya untuk perabot, saya kira sangat wajar jika publik curiga terjadi mark-up anggaran yang besar,” tambahnya.

Oleh karena itu, Jerry kembali menegaskan desakannya agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun ke Kaltim.

“Mendesak KPK agar segera memanggil dan memeriksa Gubernur terkait dugaan-dugaan ini. Jangan biarkan keraguan publik berlarut-larut. Penegakan hukum harus objektif, tanpa pandang bulu demi integritas pemerintahan,” pungkasnya.

Aliansi Masyarakat Siap Demo Besar-besaran: Ogah Jadi Tunggangan Politik

Sementara itu, gelombang ketidakpuasan masyarakat semakin memuncak. Sebuah gabungan organisasi yang menamakan diri Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim memastikan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada Selasa, 21 April 2026 di depan Kantor Gubernur dan Gedung DPRD Provinsi.

Mereka menegaskan sikap tegas: “OGAH DICAP TUNGGANGAN”. Massa menolak keras jika gerakan ini diinterpretasikan sebagai alat kepentingan politik kelompok tertentu.

“Pergerakan ini murni untuk perjuangan masyarakat Kaltim. Kami merespons kebijakan-kebijakan yang terasa menyakitkan hati rakyat, serta menolak segala bentuk upaya yang ingin memanfaatkan massa sebagai tunggangan politik. Rakyat punya harga diri, tidak bisa seenaknya dipermainkan,” ujar Koordinator Aksi, Erly Sopiansyah.

Aksi ini melibatkan ribuan orang dari puluhan organisasi lintas sektor. Mereka menuntut penghentian praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), evaluasi anggaran daerah, serta fungsi pengawasan legislatif yang maksimal dan independen.

Tanggal 21 April dipilih bertepatan dengan Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap peran perempuan dalam menjaga ekonomi dan ketahanan keluarga.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Tidak Benar Rutan Bareskrim Jadi Sarang Narkoba, Polri: Semua Tahanan Tes Negatif
Pajak Marketplace Ditunda, Komisi XI Desak Pemerintah Matangkan Kebijakan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:40 WIB

FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:06 WIB

BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel

Berita Terbaru