Kritik Keras Jerry: Ahmad Ali Kutu Loncat Politik, Diduga Cari Safety Kasus

Avatar photo

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Mantan kader NasDem Ahmad Ali yang kini gabung dengan PSI, Senin (20/4/2026)

i

Keterangan foto : Mantan kader NasDem Ahmad Ali yang kini gabung dengan PSI, Senin (20/4/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Langkah mantan kader Partai Nasdem, Ahmad Ali, yang memutuskan pindah haluan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), justru dinilai membawa dampak positif bagi partai besutan Surya Paloh.

Direktur Political Public and Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai kepergian Ahmad Ali justru membuat suasana di internal Nasdem menjadi lebih tenang, tertib, dan jauh dari kekacauan.

“Sebenarnya ada positifnya bagi Nasdem, justru makin adem dan tenang tanpa seorang penjilat dan kader yang gagal di Pilgub Sulawesi Tengah 2024 lalu. Kalau dia masih bertahan, bisa saja dia menjadi duri dalam daging yang bikin partai ini chaos atau berantakan,” ujar Jerry Massie dengan tegas.

Dugaan Cari “Safety” Kasus TPPU

Lebih jauh, Jerry mempertanyakan motif di balik kepindahan Ahmad Ali. Ia menyinggung soal masa lalu tokoh tersebut yang pernah menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Bisa saja dia hengkang dan cari ‘safety’ dengan bergabung ke partai yang dianggap dekat dengan kekuasaan saat ini, agar kasus yang dulu sempat digeledah KPK itu dianggap aman dan tidak disentuh,” ungkap Jerry.

Jerry bahkan tak segan menyebut Ahmad Ali sebagai pengkhianat dan kutu loncat politik. Baginya, sosok tersebut telah dibesarkan oleh partai lama, namun justru berbalik arah demi kepentingan pribadi.

“Saya pikir Ahmad Ali tipikal penghianat lantaran sudah dibesarkan partai, tapi akhirnya jadi bajing loncat dan kutu loncat politik yang tidak punya prinsip,” tegasnya.

PSI Makin Terpuruk, Cuma Raih 1,2 Persen

Kedatangan Ahmad Ali bersama Bestari Barus ke PSI dinilai tidak membawa angin segar. Justru partai yang diketuai Kaesang Pangarep ini terlihat makin terpuruk di elektabilitas.

Berdasarkan data survei Poltracking, elektabilitas PSI hanya bertengger di angka 1,2 persen, masih sangat jauh dari ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

“Kedua mantan kader Nasdem ini kelihatan sangat lemah dalam politik, hanya mulut yang gede tapi tak punya daya tarik elektoral. Mereka tak mampu mendongkrak suara partai anaknya Jokowi,” ucap Jerry.

“Raih 3 persen saja tak mampu, apalagi mengejar angka 4 persen untuk lolos parlemen. Jadi memang partai ini sudah tak laku lagi di blantika politik masyarakat,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Tidak Benar Rutan Bareskrim Jadi Sarang Narkoba, Polri: Semua Tahanan Tes Negatif
Pajak Marketplace Ditunda, Komisi XI Desak Pemerintah Matangkan Kebijakan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:40 WIB

FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:06 WIB

BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel

Berita Terbaru