Deklarasi Pemilu 2024 Damai, Lora Santri Madura Gelar Istighosah dan Dzikir Akbar

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 31 Januari 2024 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto :

i

Keterangan foto :

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co MADURA – Paguyuba Lora dan Santri Madura menggelar Istighosah dan Dzikir Akbar dalam rangka mewujudkan Pemilu 2024 aman dan damai, Rabu (31/1) siang. Kegiatan yang bertajuk ‘Deklarasi Ghiroh Lora-Santri Madura Mengawal Pemilu 2024 Aman dan Damai’ dihelat di Aula Pondok Pesanten Darul Ulum, Banmaleng, Sumenep, Jawa Timur.

Bekerjasama dengan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Giliraja, Istighosah dan Dzikir Akbar digelar sebagai ikhtiar masyarakat, utamanya kalangan kiai dan santri, untuk mendorong kontestasi Pemilu 2024 damai dan sejuk. Dalam upaya penguatan kesadaran politik masyarakat, Paguyuban Lora dan Santri Madura bersama MWC NU Giliraja berkomitmen mengawal proses pemilu damai.

Hadir pada kegiatan tersebut sejumlah kiai yang sekaligus pengurus Mustasyar dan Syuriah MWC NU Giliraja, antara lain K. Mulyadi, KH. Ainur Rahman, K. Muhammad Adi Aziz, K. Abd. Halim Al A’la, K. Adam, dan K. Abd. Ghani. Selain itu, hadir sejumlah tokoh masyarakat, baik dari perangkat pemerintah hingga pengurus organisasi keagamaan di wilayah setempat.

Dalam sambutannya, Ketua Paguyuban Lora dan Santri Madura sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, K. Adam menjelaskan, kegiatan istighosah ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, kata dia, istighosah dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad dan Harlah ke-101 Nahdlatul Ulama.

“Kedua, dan tak kalah penting, istighosah dan dzikir dalam rangka bermunajat untuk membawa suasana pemilu 2024 bebas dari keretakan sosial, disintegrasi dan perpecahan dalam masyarakat. Kita mengetuk jalur langit dengan harapan proses pemilu 2024 berjalan aman, sejuk, damai, dan berkualitas,” terang K. Adam.

Dijelaskan K. Adam, Pemilu 2024 merupakan proses politik dalam rangka memilih calon pemimpin eksekutif hingga legislatif. Tentu, pemilihan pemimpin akan selalu ada percik konflik. Namun begitu, lanjut dia, kedewasaan politik harus menguatkan masyarakat sebagai pemilih untuk tetap berpegang pada prinsip persaudaraan dan keadaban.

“Berbeda pilihan tentu saja boleh. Tetapi, dalam proses pemilu, perbedaan pilihan jangan sampai menjadi alasan permusuhan dan konflik horisontal dalam masyarakat. Menghargai pilihan politik dengan tetap mengedepankan keadaban, persaudaraan, dan welas asih,” terangnya.

Sementara itu, Ketua MWC NU Giliraja, Ach. Fauzan, menerangkan, ikhtiar untuk menyejukkan Pemilu 2024 juga menjadi tanggungjawab semua orang, tidak hanya pemerintah. Nahdlatul Ulama Giliraja, lanjutnya, juga bertanggungjawab untuk meminimalisir potensi kerusuhan, permusuhan, dan disintegrasi masyarakat jelang dan pasca pemilu.

“Kami mengajak semua orang, tokoh agama, pemangku kebijakan, masyarakat umum, untuk bersama-sama mengawal Pemilu 2024 besok tetap aman tanpa permusuhan. Kami berharap, kiai dan santri nahdliyyin di setiap dusun dan kampung mampu mengajak masyarakat untuk memilih dengan santun dan damai,” terang dia.

“Dalam proses politik yang tentu saja eskalasinya sudah makin tinggi ini, kami berharap penyelenggara pemilu dan tokoh agama mampu mengedukasi masyarakat untuk tidak menggunakan isu SARA dalam pemilu. Bagaimanapun, isu ras dan agama mampu meretakkan keakraban bersaudara,” tutupnya.

Kegiatan yang dihadiri ratusan undangan berlangsung khidmat dan tertib. Pembacaan istighosah dan dzikir akbar dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, K. Huda. Setelah itu, pembacaan teks Deklarasi Damai yang berisi lima poin komitmen dibacakan K. Huda dan diikuti oleh semua undangan. Kegiatan diakhiri dengan doa yang dipimpin K. Abd. Halim Al A’la.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Penyebab Dedi Mulyadi Harus Dukung Prabowo Jika Ingin Maju Periode Kedua
Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat
Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon
48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot
TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI
Apresiasi Kemnaker, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Ingatkan Serapan Magang Masih 30 Persen
Yahya Zaini Pertanyakan Serapan Anggaran hingga Ribuan Temuan di Kementerian Kesehatan
FORMAPPI: UU P2SK Diduga Melemahkan Pemberantasan Korupsi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Penyebab Dedi Mulyadi Harus Dukung Prabowo Jika Ingin Maju Periode Kedua

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:36 WIB

48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot

Senin, 20 Juli 2026 - 20:04 WIB

TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB