Jaga Persatuan Jelang Pemilu, DEMA UIN Surakarta Deklarasi Politik Damai

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 9 Februari 2024 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Raden Mas Said Surakarta gelar seminar penguatan literasi politik mahasiswa jelang Pemilu 2024 pada Jumat (9/2) siang di Gedung SBSN Lantai 2 UIN Raden Mas Said.

i

Keterangan foto : Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Raden Mas Said Surakarta gelar seminar penguatan literasi politik mahasiswa jelang Pemilu 2024 pada Jumat (9/2) siang di Gedung SBSN Lantai 2 UIN Raden Mas Said.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co SURAKARTA – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Raden Mas Said Surakarta gelar seminar penguatan literasi politik mahasiswa jelang Pemilu 2024 pada Jumat (9/2) siang di Gedung SBSN Lantai 2 UIN Raden Mas Said. Kegiatan dialog interaktif bertajuk Seminar Kepemiluan ini dihelat dalam upaya memupuk kesadaran politik mahasiswa menyambut Pemilu 2024 aman dan damai.

Seminar Kepemiluan dengan tajuk ‘Penguatan Literasi Politik Mahasiswa Menyambut Pemilu 2024 Aman, Damai, dan Bermartabat’ ini dikemas dengan dialog interaktif. Hadir pada kesempatan itu narasumber antara lain Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Raden Mas Said Surakarta, Anwar Mustaqim, Ketua Bawaslu Sukoharjo, Rochmad Basuki, dan akademisi UIN Raden Mas Said, M. Zainal Anwar.

Dalam paparannya, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Raden Mas Said Surakarta, Anwar Mustaqim, menjelaskan, mahasiswa dan civitas akademika harus mengambil peran dalam rangka merawat keutuhan dan integritas bangsa jelang Pemilu 2024. Salah satunya, lanjut dia, melalui upaya penguatan politik damai di tengah suhu politik yang memanas.

“Eskalasi politik jelang Pemilu 2024 memang cukup panas. Politik pemilu yang sejak awal memang menyaratkan kompetisi ketat, disadari atau tidak, berpotensi memecah kerukunan publik. Karena itu, mahasiswa dan kampus mesti menjadi katalisator yang mendinginkan suasana gemuruh melalui penguatan literasi politik damai,” terang Mustaqim.

“Skema pemilihan yang dilaksanakan serentak juga akan menguras energi bangsa tidak hanya secara finansial, tetapi juga emosi dan keadaban publik. Karena itu, tantangan Pemilu 2024 kiranya menjadi concern tidak hanya bagi penyelenggara,

Mustaqim memaparkan, angka pemilih muda secara demografis menempati posisi tertinggi pada Pemilu 2024. Bonus ini, lanjut dia, harus menjadi peluang di tengah tantangan konflik horizontal yang sangat mungkin memecah belah kerukunan bangsa. Bukan tidak mungkin, polarisasi dukungan politik justru membuat masyarakat terpecah ke dalam kubangan disintegrasi, permusuhan, dan perpecahan.

“Menggalakkan kegiatan edukatif dan literatif tentang politik kepada mahasiswa memang menjadi fardhu. Bekal kepekaan politik mahasiswa terutama dalam mengantisipasi praktik politik kasar, penuh kekerasan, dan disintegrasi, harus terus dilakukan melalui instrumen kampus,” terang Mustaqim.

“DEMA dan segenap civitas akademik UIN Surakarta berkomitmen sejak awal mengawal proses demokrasi, termasuk pemilu, berjalan aman dan berintegritas. Kampus, sebagai lumbung intelektual, harus lebih aksesebel memberikan penguatan pengetahuan politik terhadap mahasiswa,” lanjutnya.

Sementara itu, akademisi UIN Raden Mas Said, M. Zainal Anwar, berharap kegiatan edukatif tentang kepemiluan mampu menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengedepankan politik rasional daripada praktik politik yang bersinggungan dengan identitas dan SARA.

“Jelang pemungutan suara, potensi konflik sangat lebar. Psikologi massa pemilih hari ini cenderung lebih labil dan agresif. Pada Saat yang sama, mahasiswa harus mengambil peran untuk konsisten menjaga kontestasi politik tetap berada pada jalur persaudaraan dan kerukunan,” jelas Zainal.

Kegiatan Seminar Kepemiluan diikuti oleh ratusan peserta dari dalam dan luar kampus UIN Surakarta. Setelah sesi dialog, kegiatan dilanjut dengan pembacaan deklarasi pemilu damai yang memuat lima poin komitmen. Deklarasi dipimpin oleh Ketua DEMA dan diikuti oleh semua peserta dan stakeholder kampus yang hadir. (Egar)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Penyebab Dedi Mulyadi Harus Dukung Prabowo Jika Ingin Maju Periode Kedua
Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat
Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon
48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot
TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI
Apresiasi Kemnaker, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Ingatkan Serapan Magang Masih 30 Persen
Yahya Zaini Pertanyakan Serapan Anggaran hingga Ribuan Temuan di Kementerian Kesehatan
FORMAPPI: UU P2SK Diduga Melemahkan Pemberantasan Korupsi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Penyebab Dedi Mulyadi Harus Dukung Prabowo Jika Ingin Maju Periode Kedua

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:36 WIB

48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot

Senin, 20 Juli 2026 - 20:04 WIB

TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB