Disambut Meriah, Ratu Ageng Rekawati Hadiri Festival Tabuh Bedug Pangkalan

Avatar photo

- Penulis

Senin, 22 April 2024 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : calon kuat Gubernur Banten *Ratu Ageng Rekawati* menghadiri Lomba Tabuh Bedug di Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/4/2024)

i

Keterangan foto : calon kuat Gubernur Banten *Ratu Ageng Rekawati* menghadiri Lomba Tabuh Bedug di Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/4/2024)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co TANGERANG – Tokoh budaya yang digadang-gadang menjadi calon kuat Gubernur Banten *Ratu Ageng Rekawati* menghadiri Lomba Tabuh Bedug di Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/4/2024) malam.

Kehadiran Ratu Ageng Rekawati yang akrab disapa Bunda Reka disambut meriah dengan Pantun Palang Pintu bernuansa Betawi, disaksikan ribuan warga yang menghadiri festival dan menanti kehadirannya sejak sore hari.
Bunda Reka dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan Festival Tabuh Bedug Pangkalan yang diproyeksikan menjadi kalender budaya tahunan di Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

“Saya mengapresiasi festival budaya ini, sekaligus bangga kepada warga Desa Pangkalan yang kompak dan antusias menghadirkan budaya-budaya khas Banten. Di sini ikon budaya tampak dijaga sekali, yang menunjukkan warganya cinta Banten seperti Jawara,” ungkap Ratu Ageng Rekawati yang juga Ketua Harian DPP Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN).

Dia mengatakan, Banten memang dikenal sebagai Tanah Jawara tetapi bukan jawara yang petantang-petenteng atau identik dengan premanisme. “Jawara Banten adalah jalinan atar warga yang menjaga warganya. Jawara dididik para alim ulama untuk menjaga ulama dan umara. Jadi mari kita jaga marwah nama Jawara di Banten,” ujarnya.

Ratu Ageng Rekawati menambahkan, Banten adalah daerah multi-kultural yang kaya dengan aneka ragam budaya. Dari delapan kota/kabupaten di Banten, tuturnya, budayanya berbeda-beda, bahkan bahasanya juga beda-beda.

“Maka itu kita harus bersama-sama menjaga Banten yang kental dengan agama dan budaya. Agama dan budaya itu sejalan, sebab seni budaya adalah aplikasi dari agama. Budaya artinya berbudi dan berdaya. Apapun yang diajarkan budaya adalah suatu keindahan dan mengajarkan hal-hal yang baik,” kata Bunda Reka.

Menurut dia, bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang mengangkat harkat dan martabat budayanya sendiri. Oleh karena itu, warga Banten pasti bangga karena kaya akar budaya dan religius. “Budaya adalah ikon bangsa, jika hilang budayanya maka hilanglah sejarahnya. Maka mari kita jaga dan lestarikan,” ujarnya.

Menurut dia, Festival Tabuh Bedug Pangkalan menunjukkan semangat masyarakat Kabupaten Tangerang khususnya Desa Pangkalan Teluknaga untuk membangun daerahnya melalui kegiatan seni budaya.

“Festival ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat Pangkalan khususnya serta Kabupaten Tangeran dan Provinsi Banten pada umumnya. Mudah-mudahan masyarakat di sini semakin sejahtera, lebih modern, harmonis dan humoris,” ujar Bunda Reka.

Usai sambutan, Ratu Ageng Rekatama menerima cindera mata berupa plakat dari Kepala Desa Pangkalan Ahmad Muhrim. Acara Festival Tabuh Bedug Pangkalan ke-2 juga dihadiri oleh Camat Teluknaga, sejumlah pimpinan daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda setempat.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Penyebab Dedi Mulyadi Harus Dukung Prabowo Jika Ingin Maju Periode Kedua
Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat
Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon
48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot
TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI
Apresiasi Kemnaker, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Ingatkan Serapan Magang Masih 30 Persen
Yahya Zaini Pertanyakan Serapan Anggaran hingga Ribuan Temuan di Kementerian Kesehatan
FORMAPPI: UU P2SK Diduga Melemahkan Pemberantasan Korupsi
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Penyebab Dedi Mulyadi Harus Dukung Prabowo Jika Ingin Maju Periode Kedua

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:36 WIB

48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot

Senin, 20 Juli 2026 - 20:04 WIB

TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB