Memaknai Sumpah Pemuda, BMI Sebut Revitalisasi Perubahan Untuk Keadilan dan Keberpihakan Kaum Lemah

Teras Media

- Penulis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi: Ketua Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (BMI) Farkhan Evendi mengatakan, ada makna mendalam di balik peringatan sumpah pemuda

i

Dokumentasi: Ketua Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (BMI) Farkhan Evendi mengatakan, ada makna mendalam di balik peringatan sumpah pemuda

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co, Jakarta –  Ketua Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (BMI) Farkhan Evendi mengatakan, ada makna mendalam di balik peringatan sumpah pemuda bertepatan tangal 28 Oktober saat ini. Farkhan mengatakan, ruh sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928 atau ratusan tahun lalu itu tak hanya bernilai kebangksaan, kenegaraan dalam jiwa bertumpahdarah Indonesia.

“Namun dalam kontek sekarang perlu dimaknai revitaliasi semangat kempemudaan,” ujar Farkhan, dalam pernyataan resmi peringatan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2025.10.28

Menurut Farkhan, semangat revitalisasi jiwa kepemudaan dapat dijabarkan dalam mendukung perubahan lebih baik dan keberpihakan kaum lemah. “Karena kontek saat ini sudah meraih kemederkaan, tinggal mengubah pola pikir berpihak yang jelas, salah satunya berpihak kepada kaum lemah dan margial atau musta’afin,” ujar Farkhan menambahkan.

Ia menegaskan keperpihakan pemuda dalam kontek sekarang itu dinilai perlu, ketika kemerdekan secara dejure masih menyisakan pekerjaan rumah atau PR. Di antaranya masih ada ketimpangan kemiskinan, dikriminasi minoritas dan nilai keadilan berbasis gender.

Sejumlah masalah itu, kata Farkhan, menjadi tanggungjawab pemuda sekarang melakukan langkah nyata dengan prorgram dan kegiatan yang dijiwai prinsip menegakakn keadilan serta menolong kelompok rentan.

“Baik rentan ekonomi, rentan diskrimansi maupun kerentanan lain,” ujar Farkhan.

Selain itu Farkhan mengingatkan pentingnya menjaga identitas pemuda yang selalu hadir sebagai pendobrak ketika menemukan tatanan sistem maupun nilai-nilai yang merugikan publik dan bangsa. “Selalu hadir dalam kepeloporan di semua sektor. Termasuk mendobrak paradigma atau pola pikir dan peran menata sistem yang lebih baik,” kata Farkhan menjelaskan.

Dyt

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sidang Sengketa Lahan Haji Makawi vs PT Summarecon Agung Tbk Ditunda, Ahli Waris Tunggu Pembuktian Balasan
Kejagung Didesak Periksa Direksi PT MBA Terkait Tender Rp121 Miliar Kemenag
Arifki Chaniago: Karir Jokowi Dibentuk Banyak Faktor, Bukan Satu Orang
Kritik Keras Jerry: Ahmad Ali Kutu Loncat Politik, Diduga Cari Safety Kasus
Soroti Kejanggalan Fiskal, Jerry: Gubernur Tak Tahu Jaga Uang Rakyat
Pertalite dan Solar Tidak Naik, Bukti Pemerintah Berpihak Rakyat Kecil
Sri Rahayu Korban Kecelakaan, Achmad Ismail: Ini Pelanggaran Hukum yang Nyata
Anak-Istri Bintoro Jadi ‘Tahanan Rumah’ Kurator sejak 2025, Bintoro Ungkap Dugaan Pemalsuan Dokumen Pailit
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 15:39 WIB

Sidang Sengketa Lahan Haji Makawi vs PT Summarecon Agung Tbk Ditunda, Ahli Waris Tunggu Pembuktian Balasan

Senin, 20 April 2026 - 15:20 WIB

Kejagung Didesak Periksa Direksi PT MBA Terkait Tender Rp121 Miliar Kemenag

Senin, 20 April 2026 - 14:53 WIB

Arifki Chaniago: Karir Jokowi Dibentuk Banyak Faktor, Bukan Satu Orang

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Kritik Keras Jerry: Ahmad Ali Kutu Loncat Politik, Diduga Cari Safety Kasus

Senin, 20 April 2026 - 11:56 WIB

Pertalite dan Solar Tidak Naik, Bukti Pemerintah Berpihak Rakyat Kecil

Berita Terbaru