Sri Rahayu Korban Kecelakaan, Achmad Ismail: Ini Pelanggaran Hukum yang Nyata

Avatar photo

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Komite Pemantau Makan Bergizi Gratis (KP-MBG) mengambil langkah tegas dengan mengajukan permohonan audiensi langsung kepada Menteri Tenaga Kerja RI, Senin (20/4/2026)

i

Keterangan foto : Komite Pemantau Makan Bergizi Gratis (KP-MBG) mengambil langkah tegas dengan mengajukan permohonan audiensi langsung kepada Menteri Tenaga Kerja RI, Senin (20/4/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Komite Pemantau Makan Bergizi Gratis (KP-MBG) mengambil langkah tegas dengan mengajukan permohonan audiensi langsung kepada Menteri Tenaga Kerja RI. Langkah ini merupakan respon keras atas dugaan pelanggaran serius yang menimpa pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Koordinator KP-MBG, Achmad Ismail, mengungkapkan fakta mengejutkan: Kecelakaan kerja menimpa Sri Rahayu Ningsih, selaku Head Of Chef di SPPG Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Insiden terjadi saat ia sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja.

Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RS Mitra Medika Premiere, Medan. Namun yang paling memprihatinkan, meski sudah bekerja dan mengalami kecelakaan, ternyata nama Sri Rahayu belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini sangat ironis dan melanggar hukum. Korban sudah berkorban demi program negara, tapi perlindungan dasar saja tidak diberikan. Ia sedang berjuang di rumah sakit, tapi tidak ada jaminan sosial yang melindunginya. Ini bukti nyata pengabaian terhadap hak pekerja,” ujar Achmad Ismail dengan nada keras.

Program Hebat, Perlindungan Jangan Setengah-setengah

Menurut Achmad, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kebijakan luar biasa yang menjadi wujud keadilan sosial. Namun, agar bisa menjadi legacy membanggakan di era Presiden Prabowo Subianto, negara tidak boleh hanya fokus pada menu makanan, tapi juga melindungi orang yang memasaknya.

“Kami mendukung penuh program ini demi kesehatan rakyat. Tapi ironis jika program untuk menyehatkan justru menyakiti pekerjanya, apalagi sampai tidak didaftarkan BPJS. Ini tidak bisa dibiarkan! Jaminan sosial dan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus ada dan ditegakkan,” tegasnya.

KP-MBG meminta pertemuan yang direncanakan pada Rabu, 22 April 2026 di kantor Kementerian Tenaga Kerja. KP MBG berharap Menaker dan jajarannya bisa menemui KP MBG pada hari Rabu, 22 April 2026. Dalam pertemuan tersebut, pihaknya akan menyampaikan bukti lapangan, mendorong perbaikan sistem, dan menawarkan kolaborasi nyata.

“Kami datang bukan untuk menghambat, tapi untuk memperkuat. Namun ini bukan isue yang bisa ditunda. Kami berharap Menteri Ketenagakerjaan segera menunjukkan keberpihakan dengan membuka ruang dialog, tambah Achmad yang dapat dihubungi di nomor 0852-1080-1919.

KP MBG akan membawa delegasi sebanyak 3 hingga 5 orang, surat permohonan audiensi ini juga ditembuskan kepada Presiden RI, Kepala Badan Gizi Nasional, dan Ketua Komisi IX DPR RI agar isu ini menjadi perhatian tinggi negara, tutup achmad.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Terkubur 16 Tahun, Dibongkar Sekarang: Kejati Sulbar Diminta Usut Dugaan Korupsi di Balik HGU PT Letawa
PPK Diduga Langgar KAK dan Aturan LKPP, Kadisdik Bekasi Enggan Menjelaskan
Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Terkubur 16 Tahun, Dibongkar Sekarang: Kejati Sulbar Diminta Usut Dugaan Korupsi di Balik HGU PT Letawa

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:53 WIB

PPK Diduga Langgar KAK dan Aturan LKPP, Kadisdik Bekasi Enggan Menjelaskan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Berita Terbaru