Komite Pemantau MBG Soroti Empati Menaker: Jangan Hindari Keluarga Korban

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Komite Pemantau Makan Bergizi Gratis (KP-MBG) yang dipimpin oleh Achmad Ismail audiensi dengan Kemenaker terkait pelanggaran ketenagakerjaan di SPPG Langkat, Rabu (22/4/2026)

i

Keterangan foto : Komite Pemantau Makan Bergizi Gratis (KP-MBG) yang dipimpin oleh Achmad Ismail audiensi dengan Kemenaker terkait pelanggaran ketenagakerjaan di SPPG Langkat, Rabu (22/4/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Suara kepedihan dan rintihan korban kecelakaan kerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Langkat, Sumatera Utara, seakan belum terdengar sampai ke jenjang pimpinan tertinggi. Komite Pemantau Makan Bergizi Gratis (KP-MBG) angkat bicara, mempertanyakan keberadaan dan empati Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) yang hingga kini belum merespons surat audiensi yang dikirimkan.

Kasus ini bermula dari kecelakaan yang menimpa pekerja dapur MBG bernama Sri Rahayu Adiningsih. Wanita ini kini masih terbaring lemah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat kecelakaan lalu lintas saat bertugas. Meski sudah mengadukan nasibnya dan kasusnya sudah masuk ke Kementerian Ketenagakerjaan, namun penanganan dan kepastian bantuan dirasa masih menggantung.

Surat Tak Direspons, Korban Masih Berjuang Hidup

Koordinator KP-MBG, Achmad Ismail, menuturkan bahwa surat permohonan pertemuan sudah dikirim, namun sayangnya belum ada tanda-tanda akan diterima oleh Menaker maupun Wamenaker. Padahal, kondisi ini sangat mendesak.

“Ini kasus darurat. Korban Sri Rahayu Adiningsih saat ini masih terbaring sakit di rumah sakit, keluarganya menanti kepastian dan bantuan. Tapi kenapa seolah dihindari? Kami pertanyakan rasa empati para pemimpin di sana. Jangan sampai kasus yang menyangkut nyawa dan kemanusiaan ini dibiarkan menggantung,” ujar Achmad dengan nada kecewa.

Menurutnya, pertemuan ini sangat penting bukan hanya untuk menangani korban, tetapi juga untuk memperbaiki tata kelola ketenagakerjaan di program MBG secara menyeluruh. Mulai dari hubungan kerja, hak normatif pekerja, hingga jaminan sosial yang selama ini terkesan diabaikan.

Jangan Tunggu Viral, Intervensi Sekarang!

Achmad menegaskan, para menteri harus memiliki keberanian untuk turun tangan dan melakukan intervensi segera. Kasus ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan berdimensi pelanggaran hak asasi dan kemanusiaan yang menyedihkan.

“Kami minta Menaker dan Wamenaker berani intervensi. Jangan tunggu kasus ini viral atau didatangi massa baru mau bergerak. Buktikan bahwa negara hadir saat rakyatnya terluka,” tegasnya.

Senada, Tim Advokasi KP-MBG, Irman Bunawolo, menyoroti bahwa program MBG adalah kebijakan strategis negara yang harus dijaga martabatnya. Jangan sampai nama baik program ini dikotori oleh pengabaian terhadap nasib pekerja yang mempertaruhkan nyawa.

“MBG ini program besar, jangan dikotori oleh pelanggaran norma ketenagakerjaan. Menteri harus sigap dan akomodatif. Kami tidak ingin melihat lagi ada pekerja yang kecelakaan tapi tidak terlindungi BPJS, tidak ada jaminan, dan nasibnya tidak jelas seperti yang dialami Sri Rahayu,” tegas Irman.

KP-MBG berharap, segera ada langkah nyata dari Kemenaker untuk memastikan korban mendapatkan keadilan, pengobatan yang layak, dan penyelesaian hukum, serta memastikan hal menyedihkan ini tidak terulang lagi di masa depan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

GEBERBUMN: Jangan Banggakan Angka Pengangguran, Lihat Realitanya
Jerry Massie: Klaim AS Kalah Itu Sesat, Faktanya Iran Hancur Lebur
Habiskan Miliaran untuk Konten, CBA: Harus Diusut Jangan Jadikan Podcast Mesin Penguras Dana Rakyat
Bangun Struktur Kuat, Adde Rosi Pimpin Muscam Besar di Lebak
Bangun 4 Jembatan di Cibaliung, Dandim Pandeglang: Wujud Pengabdian pada Rakyat
Doli Kurnia Dukung RUU Pembatasan Uang Kartal Usulan KPK
Skandal Ordal SPPG, Oknum Dewan Dilaporkan ke Polda Sulbar
Komisi I DPR: Sinergi Seluruh Pihak Penting Ciptakan Lingkungan Bersih
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 19:21 WIB

GEBERBUMN: Jangan Banggakan Angka Pengangguran, Lihat Realitanya

Kamis, 30 April 2026 - 18:30 WIB

Komite Pemantau MBG Soroti Empati Menaker: Jangan Hindari Keluarga Korban

Kamis, 30 April 2026 - 18:07 WIB

Jerry Massie: Klaim AS Kalah Itu Sesat, Faktanya Iran Hancur Lebur

Kamis, 30 April 2026 - 17:18 WIB

Bangun Struktur Kuat, Adde Rosi Pimpin Muscam Besar di Lebak

Kamis, 30 April 2026 - 15:39 WIB

Bangun 4 Jembatan di Cibaliung, Dandim Pandeglang: Wujud Pengabdian pada Rakyat

Berita Terbaru