Komisi I DPR: Sinergi Seluruh Pihak Penting Ciptakan Lingkungan Bersih

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 00:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Dave Laksono.

i

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Dave Laksono.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Wajah kejahatan narkoba kini semakin bertransformasi seiring pesatnya perkembangan teknologi. Peredaran barang haram ini tidak lagi hanya terjadi di dunia nyata, tetapi telah merambah dan memanfaatkan ruang digital sebagai jalur distribusi yang sulit terdeteksi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akhbarshah Fikarno, menegaskan bahwa kemajuan teknologi justru dimanfaatkan oleh jaringan kriminal untuk memperluas jangkauan. Mulai dari media sosial, aplikasi pesan instan, hingga berbagai platform digital lainnya dijadikan lahan subur bagi peredaran narkoba.

“Peredaran narkoba di era digital menjadi semakin kompleks dan tersembunyi. Karena itu diperlukan strategi yang tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga penguatan literasi digital masyarakat,” ujar Dave, Rabu (22/4/2026).

Dave menekankan, literasi digital menjadi kunci utama agar masyarakat mampu mengenali berbagai modus operandi baru yang digunakan pelaku. Generasi muda, sebagai pengguna terbesar ruang siber, harus dijadikan garda terdepan untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat dan bersih dari ancaman narkoba.

“Kita membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman,” tegasnya.

Komisi I DPR RI pun terus mendorong penguatan kebijakan yang mendukung pengawasan ruang digital serta peningkatan edukasi publik agar upaya pencegahan berjalan efektif.

Pentingnya Pendekatan Holistik

Sementara itu, dalam diskusi yang juga digelar oleh Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, sejumlah narasumber memberikan pandangan strategis.

Akademisi dan praktisi, Irene Silviani, menyoroti pentingnya pendekatan berbasis pendidikan dan peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan remaja.

Di sisi lain, Diki Suherman menekankan bahwa tantangan ini memerlukan penguatan kebijakan publik serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan dan menyeluruh (holistik).

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba semakin meningkat, serta tercipta pemahaman bahwa pencegahan di era digital harus berjalan seiring dengan kecerdasan dalam memanfaatkan teknologi.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dari Rp200 Juta Jadi Rp575 Juta, Anggaran Cuci Baju Rudy Mas’ud Disorot
Hadir di Tengah Rakyat, Kodim 0601/Pandeglang Survei Lokasi Serbuan Teritorial 2026
Langkah Tegas Kejati Sumsel, Sita Truk dan Excavator Terkait Kasus Semen
Mafia Impor dan Minyakita Mahal, Saatnya Mendag Diganti
Ketua SMIT Soroti Polemik Dugaan Reses Fiktif dan Mosi Tidak Percaya di Halmahera Utara
Isu Fee Proyek 5–7% di BPJN Banten Menguat, GAMMA Bawa ke Kementerian PU dan Siap Turun ke Jalan
Sejalan Desakan Arif Rahman, Tambang Ilegal Pandeglang Dihentikan Sementara
Bekerja dengan Nurani dan Kebenaran, Dr Sutikno Resmi Pimpin Kejati Jabar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 00:24 WIB

Komisi I DPR: Sinergi Seluruh Pihak Penting Ciptakan Lingkungan Bersih

Kamis, 30 April 2026 - 00:11 WIB

Dari Rp200 Juta Jadi Rp575 Juta, Anggaran Cuci Baju Rudy Mas’ud Disorot

Rabu, 29 April 2026 - 23:54 WIB

Hadir di Tengah Rakyat, Kodim 0601/Pandeglang Survei Lokasi Serbuan Teritorial 2026

Rabu, 29 April 2026 - 23:42 WIB

Langkah Tegas Kejati Sumsel, Sita Truk dan Excavator Terkait Kasus Semen

Rabu, 29 April 2026 - 23:26 WIB

Mafia Impor dan Minyakita Mahal, Saatnya Mendag Diganti

Berita Terbaru

Keterangan foto : Minyak KITA, Rabu (29/4/2026)

Headline

Mafia Impor dan Minyakita Mahal, Saatnya Mendag Diganti

Rabu, 29 Apr 2026 - 23:26 WIB