Legislator Minta Event-Event Diselenggarakan di Bali

Teras Media

- Penulis

Rabu, 31 Agustus 2022 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Bali – Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer menjelaskan ekonomi bali yang tumbuh minus jauh ke bawah dikarenakan pendapatannya sebagian besar berasal dari sektor pariwisata yang sangat tergantung dengan kondisi situasi dunia.

“Ekonomi Bali pertumbuhannya masih minus jauh ke bawah karena kita memang tergantung sekali dengan situasi dunia. Kalau daerah lain mungkin tidak se-minus Bali karena masih memiliki pendapatan dari kelapa sawitnya, batu bara. Sumatera, Kalimantan bisa dari batu bara, sawit. Jawa masih berputar karena ada produksi dalam negeri dan Sulawesi dengan nikelnya. Tapi Bali terpuruk karena tidak ada sama sekali aliran dana yang masuk ke Bali menyebabkan Pertumbuhan Bali sangat minus,” kata Demer di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (31/8).

Baca juga : Ini Dia ……..! DPRD Kabupaten Dogiyai Kenalkan Produk Lokal Noken Anggrek

Demer meminta kepada pemerintah agar sejumlah event-event bisa diselenggarakan di Bali terlebih dahulu. Hal tersebut mengingat kondisi pertumbuhan ekonomi Bali yang masih minus karena tergantung dengan kedatangan turis mancanegara.

“Saya menyarankan setiap acara-acara jika memungkinkan dilimpahkan ke Bali. Kita mengetahui bahwa Australia masih membatasi masyarakatnya dan China juga belum masuk ke Bali. Diharapkan sejumlah event tidak terkonsentrasi hanya di Nusa Dua tapi juga Kuta, Sanur dan Bedugul,” tambahnya.

Bali merupakan provinsi sekaligus pulau yang begitu didambakan setiap insan dalam menghabiskan waktu liburan atau bersantai. Namun karena pandemi, Bali jadi sepi pelancong.

Google Mobility Index mencatat mobilitas tempat rekreasi, taman bermain, dan transportasi di Bali sejak pandemi selalu berada di teritori negatif. Artinya mobilitas masyarakat di ketiga area tersebut sepi alias tak ada pengunjung.

Saat kebijakan pembatasan wilayah ketat seperti PSBB dan PPKM, mobilitas terpantau anjlok bahkan mencapai indeks -90.

Ketiga tempat tersebut berpengaruh besar terhadap ekonomi Bali. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor akomodasi dan transportasi menyumbang hingga 30% PDB Bali.

Pada saat dilakukan pembatasan akses masuk Bali beserta tempat wisatanya, pertumbuhan ekonomi sektor akomodasi dan transportasi ambles.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sidang Sengketa Lahan Haji Makawi vs PT Summarecon Agung Tbk Ditunda, Ahli Waris Tunggu Pembuktian Balasan
Kejagung Didesak Periksa Direksi PT MBA Terkait Tender Rp121 Miliar Kemenag
Arifki Chaniago: Karir Jokowi Dibentuk Banyak Faktor, Bukan Satu Orang
Kritik Keras Jerry: Ahmad Ali Kutu Loncat Politik, Diduga Cari Safety Kasus
Soroti Kejanggalan Fiskal, Jerry: Gubernur Tak Tahu Jaga Uang Rakyat
Pertalite dan Solar Tidak Naik, Bukti Pemerintah Berpihak Rakyat Kecil
Sri Rahayu Korban Kecelakaan, Achmad Ismail: Ini Pelanggaran Hukum yang Nyata
Anak-Istri Bintoro Jadi ‘Tahanan Rumah’ Kurator sejak 2025, Bintoro Ungkap Dugaan Pemalsuan Dokumen Pailit
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 15:39 WIB

Sidang Sengketa Lahan Haji Makawi vs PT Summarecon Agung Tbk Ditunda, Ahli Waris Tunggu Pembuktian Balasan

Senin, 20 April 2026 - 15:20 WIB

Kejagung Didesak Periksa Direksi PT MBA Terkait Tender Rp121 Miliar Kemenag

Senin, 20 April 2026 - 14:53 WIB

Arifki Chaniago: Karir Jokowi Dibentuk Banyak Faktor, Bukan Satu Orang

Senin, 20 April 2026 - 13:20 WIB

Soroti Kejanggalan Fiskal, Jerry: Gubernur Tak Tahu Jaga Uang Rakyat

Senin, 20 April 2026 - 11:56 WIB

Pertalite dan Solar Tidak Naik, Bukti Pemerintah Berpihak Rakyat Kecil

Berita Terbaru