Diduga Gali Tambang Emas Tanpa Izin di Nabire Sebut-Sebut Wamen

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 28 Juni 2023 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Puluhan warga dan 3 Warga Negara Asing (WNA) dipergoki diduga melakukan pengeboran tambang emas tanpa izin di kawasan perusahaan PT Eka Kristalin Desa Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (27/6/2023)

i

Keterangan foto : Puluhan warga dan 3 Warga Negara Asing (WNA) dipergoki diduga melakukan pengeboran tambang emas tanpa izin di kawasan perusahaan PT Eka Kristalin Desa Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (27/6/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co NABIRE – Puluhan warga dan 3 Warga Negara Asing (WNA) dipergoki diduga melakukan pengeboran tambang emas tanpa izin di kawasan perusahaan PT Eka Kristalin Desa Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Menurut warga Desa Nifasi Maria Erari pihaknya bersama warga Desa dan pekerja PT Eka Kristalin perusahaan tambang emas melihat sejumlah orang mencurigakan masuk wilayah lahan tambang pada Minggu (25/6/2023) pk. 16:00 WIT.

“Yang datang ini dia naik bawa bor langsung tanam di lahan masyarakat kita lahannya pak Hans, sehingga yang punya lahan yaitu punya garapan keberatan yang artinya dia sudah menyerahkan lahannya dia ke PT Eka Kristalin kenapa tetapi dia datang tiba-tiba datang tanpa bicara tanpa izin masuk,” ungkap Maria diwawancara via video call di Jakarta Selasa (27/6/2023) malam.

Ia menceritakan bahwa sekelompok orang berjumlah puluhan menggunakan truk dan mobil naik ke Wilayah pertambangan milik PT Eka Kristalin tanpa seizin perusahaan.

“Kami kan, masyarakat tahu bahwa PT TAP tidak punya izin kenapa tiba-tiba datang tanpa permisi seperti pencuri masuk langsung tanam bor di lahannya orang ini yang suatu persoalan yang timbul masyarakat sampai di kantor polisi persoalannya belum selesai,” ucapnya.

Lanjut Maria, sejumlah sekelompok tersebut membawa senjata tajam berupa Kampak dan terlihat ada WNA yang terlibat dalam diduga pengeboran tanpa izin pemilik lahan.

Para penambang tanpa izin diarahkan ke Polsek Makimi.

“Kita tiba di Polsek, disitulah mereka bertengkar masyarakat tidak punya hak melakukan penambangan tanpa izin. Dengan alasannya mereka disuruh Wamen-wamen (Wamendagri) yang mau kerja suruh siapkan lahan,” katanya.

Dalam video yang beredar saat para penambang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian sempat tersulut emosi oleh salah satu orang yang memprovokasi dan melempar gelas terjadinya bersitegang.

Petugas Polsek Makimi pun menenangkan situasi.

“Sampai saat ini mereka tidak melakukan aktifitas kembali. Tetapi Pak Polisi akan mempertemukan kami di Polsek rencananya besok,” tutur Maria.

Sementara itu Kapolsek Makimi AKP Hadirmam Sirait dikonfirmasi wartawan mengenai insiden tersebut belum menjawab. (Mahyudin)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Honor RT RW Belum Bisa Naik, Pemkot Cilegon Dihadapkan pada Tekanan Fiskal di Awal Pemerintahan
Puncak Hari Santri Nasional di Lebak, Kapolda Banten Pererat Silaturahmi dengan Kiai
Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua, SDN Inpres Marlaga Jaya Nabire Bentuk Komite Sekolah
Marak Akun Palsu Catut Nama Bank, Bank Banten Minta Nasabah Tak Bagikan Data Pribadi dan Rekening
Perkuat Wawasan Kebangsaan, Papua Tengah Siapkan Rencana Aksi Daerah Bela Negara
Jaga Stabilitas Harga Pangan, Bulog Lebak-Pandeglang Awasi Harga SPHP di Lapangan
Ketua LSM WGAB Apresiasi Polda Papua Tengah Berantas Judi Togel di Nabire, Minta Pelaku Diproses Hukum
Sambut HUT Pekabaran Injil ke-78,Pj Sekda Papua Barat Daya Resmi Buka Woroth CUP 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 21:07 WIB

Honor RT RW Belum Bisa Naik, Pemkot Cilegon Dihadapkan pada Tekanan Fiskal di Awal Pemerintahan

Minggu, 8 November 2026 - 21:01 WIB

Puncak Hari Santri Nasional di Lebak, Kapolda Banten Pererat Silaturahmi dengan Kiai

Minggu, 8 November 2026 - 17:41 WIB

Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua, SDN Inpres Marlaga Jaya Nabire Bentuk Komite Sekolah

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Marak Akun Palsu Catut Nama Bank, Bank Banten Minta Nasabah Tak Bagikan Data Pribadi dan Rekening

Kamis, 5 November 2026 - 16:21 WIB

Perkuat Wawasan Kebangsaan, Papua Tengah Siapkan Rencana Aksi Daerah Bela Negara

Berita Terbaru