Mukhsin Nasir: Negara Butuh Sosok Jaksa Agung yang Kuat di Tangan Rakyat

Avatar photo

- Penulis

Senin, 2 Juni 2025 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Sekretaris Jenderal (Sekjen) MataHukum, Mukhsin Nasir, Senin (02/05/2025).

i

Keterangan foto: Sekretaris Jenderal (Sekjen) MataHukum, Mukhsin Nasir, Senin (02/05/2025).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) MataHukum, Mukhsin Nasir, mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan sosok Jaksa Agung yang kuat. Karena itu pergantian Jaksa Agung ke depan krusial dalam rangka menopang penegakan hukum khususnya kasus korupsi pada pemerintahan Prabowo Subianto.

“Pergantian jaksa agung ke depan bisa jadi ukuran apakah institusi kejaksaan tetap mampu lebih baik atau sebaliknya, apakah bisa mempertahankan lembaganya konsisten terhadap penindakan korupsi meskipun jaksa agungnya baru atau tidak?” tanya Mukhsin kepada media, Senin (2/6).

Karena itu, Mukhsin berharap kehadiran jaksa agung baru pengganti ST Burhanuddin tak mempengaruhi konsistensi kejaksaan dalam pemberantasan korupsi. Unsur pimpinan lembaga Adhyaksa bisa mendorong jaksa agung sebagai pimpinan lembaga  tetap konsisten dalam penegakan hukum terutama kasus korupsi yang sangat diharapkan rakyat demi kepentingan negara.

“Artinya kekuatan lembaga Adhyaksa ada di tangan kedaulatan rakyat bukan sekadar dari pengamanan aparat saja,” kata Mukhsin.

Tak hanya jaksa agung yang harus mendapat dukungan rakyat, kata Mukhsin, presiden sekalipun sebagai kepala negara juga kekuatannya dari kedaulatan rakyat.

“Kekuatan rakyatlah yang bisa menggulingkan suatu pemerintahan, meskipun kekuatan rakyat dihadang dengan pengamanan aparat negara tapi tidak akan mampu mengalahkan kekuatan kedaulatan rakyat,” kata Mukhsin.

Dia berharap, sosok jaksa agung penganti Burhanudin harus mampu melakukan penegakan hukum khususnya kasus korupsi tanpa merasa takut adanya serangan koruptor dengan meminta perlindungan dari unsur aparat negara atau TNI.

“Karena jaksa agung punya kekuatan super besar dari kekuatan kedaulatan rakyat, asalkan jaksa agung mampu mewujudkan harapan rakyat terhadap penegakan hukum khususnya kasus korupsi yang sudah semakin merajela di negeri ini, jadi harus memakai kekuatan dukungan rakyat,” katanya.

Mukhsin menegaskan bahwa kedaulatan rakyat adalah kekuatan utama Jaksa Agung dalam memberantas korupsi bukan kekuatan lain. Bahkan seorang jenderal polisi pun bisa diproses hukum karena dorongan rakyat.

“Yang mengharapkan perubahan konstitusi atau reformasi adalah gerakan kekuatan rakyat. Yang mengharapkan penegakan hukum terhadap para koruptor adalah kekuatan rakyat, dan contoh kecil keadilan penegakan hukum karena kekuatan rakyatlah kasus Sambo tidak bisa di bendung oleh institusi Polri, sehingga seorang Sambo yang berpangkat jenderal bintang tiga tidak bisa lolos dari jeratan hukum,” tandasnya.

Bahkan, kata Mukhsin, Prabowo pun sebagai kepala negara juga meletakkan kekuatan pemerintahannya di tangan rakyat.

Presiden Prabowo Subianto selalu mengingatkan bahwa kekuasaan dan kedaulatan berada di tangan rakyat sepenuhnya. Sehingga, dalam menjalankan kepemerintahan, menurut Presiden Prabowo harus untuk kepentingan rakyat.

Maka menurut Mukhsin, Presiden Prabowo harus bisa memberi kepercayaan kepada seorang Jaksa Agung agar tidak ragu-ragu atau rasa takut terhadap para koruptor bila ada sinyalemen yang muncul dari sekelompok tertentu bahwa ada gerakan perlawanan dari para koruptor.

“Jaksa agung tidak perlu gentar dengan isu-isu itu, jaksa agung  harus yakin kekuatan rakyat ada di balik jaksa agung dan Prabowo sebagai kepala negara,” ucapnya. (Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Hampir Setahun Tak Diperbaiki, Tiang Jaringan IndiHome di Rajeg Keropos
Babinsa, Babinmas dan RT Temui Warga, Polemik Pemasangan Tiang WiFi Kembali Disorot
Sungguh Miris : Ruang Kelas SMPN 1 Cileles Dibiarkan Jadi Sarang Kelelawar Hingga Timbulkan Bau Menyengat
Bank Banten Hadirkan Layanan Informasi Resmi melalui WhatsApp Terverifikasi
Penataan Kabel WiFi di Pandeglang Dipertanyakan, Muncul Dugaan Ada Oknum Membekingi Pengusaha
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 18:45 WIB

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran

Selasa, 22 September 2026 - 16:58 WIB

Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026

Selasa, 22 September 2026 - 15:57 WIB

Hampir Setahun Tak Diperbaiki, Tiang Jaringan IndiHome di Rajeg Keropos

Selasa, 22 September 2026 - 13:31 WIB

Babinsa, Babinmas dan RT Temui Warga, Polemik Pemasangan Tiang WiFi Kembali Disorot

Selasa, 22 September 2026 - 11:51 WIB

Sungguh Miris : Ruang Kelas SMPN 1 Cileles Dibiarkan Jadi Sarang Kelelawar Hingga Timbulkan Bau Menyengat

Berita Terbaru