Jadi Ancaman Saat Ramadhan, KITA Banten Dorong Polda Razia Miras

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto/Dok: Egi Hendrawan.

i

Foto/Dok: Egi Hendrawan.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Serang – Ormas Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Provinsi Banten mengeluarkan seruan tegas dan tajam kepada Kepolisian Daerah (Polda) Banten beserta seluruh Kepolisian Resor (Polres) di seluruh wilayah provinsi untuk segera melaksanakan razia Minuman Alkohol Berbahaya (Miras) secara masif, berkelanjutan, dan tanpa kompromi. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris KITA Provinsi Banten Egi Hendriawan.

“KITA tidak hanya mengimbau, tetapi juga mengkritik kondisi yang selama ini terjadi di Banten, dimana miras masih saja beredar liar dan menjadi sumber penyakit sosial yang merusak tatanan masyarakat,” kata Sekertaris DPW Ormas KITA Provinsi Banten Egi Hendriawan, Senin (23/2/2026)

“Bulan Ramadhan adalah momen suci yang seharusnya kita isi dengan ibadah, kebaikan, dan silaturahmi. Namun sayangnya masih terlihat penjual miras di Banten danmengganggu ketentraman – menjadikan orang mabuk-mabukan di jalanan, memicu tawuran antar pemuda, dan bahkan menjadi pemicu tindakan kriminal yang keji. Ini adalah aib besar bagi kita semua! Oleh karena itu, kami tidak hanya mendorong, tetapi menuntut Polda dan seluruh Polres di Banten untuk melakukan razia secara maksimal dan tanpa pamrih!” sambung Egi dengan nada yang kuat.

Ia menegaskan bahwa langkah razia tidak boleh hanya sebatas ritual tahunan atau cuma-cuma. Tindakan penindakan harus menyentuh akar masalah menangkap tidak hanya mereka yang mengkonsumsi secara ilegal, tetapi juga jaringan pengedar dan pedagang yang dengan tega menjual racun ini kepada masyarakat, termasuk kepada generasi muda yang seharusnya menjadi harapan bangsa.

“Kita tidak bisa lagi bersikap pasif! Razia harus menyentuh setiap titik penjualan gelap, setiap gudang penyimpanan, dan setiap jalur distribusi miras. Selain penindakan yang tegas, edukasi harus dilakukan secara masif karena masyarakat harus paham bahwa miras bukan sekadar minuman biasa, melainkan racun yang merusak kesehatan fisik dan mental, bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya kita yang luhur, serta mampu menghancurkan masa depan keluarga dan bangsa!” tambahnya dengan nada yang menegangkan.

Menurutnya, selama ini upaya penanganan miras di Banten masih terkesan setengah hati dan tidak menyeluruh, sehingga masalah ini terus berlanjut dan bahkan semakin merajalela. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus berlangsung, terutama menjelang Ramadhan yang harus menjadi bulan yang penuh berkah dan kedamaian.

“Kita sudah bosan melihat berita tentang konflik yang dipicu oleh mabuk-mabukan, keluarga yang hancur karena salah satu anggotanya kecanduan miras, atau anak muda yang masa depannya terpuruk gara-gara minuman keras ini. Polda dan Polres harus menunjukkan eksistensi mereka sebagai penjaga keamanan dan ketertiban – buktikan bahwa kalian mampu membersihkan Banten dari racun yang satu ini!” tegasnya.

Ormas KITA Provinsi Banten juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, pemerintah daerah, hingga tokoh pemuda, untuk bergandeng tangan dan memberikan dukungan penuh terhadap upaya penindakan miras selama Ramadhan dan setelahnya. Kolaborasi yang erat dan tanpa batasan dipercaya akan membuat gerakan ini lebih efektif dan mampu menjangkau setiap sudut Provinsi Banten.

“Kerjasama yang erat antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan. Jangan ada lagi yang bersikap acuh tak acuh atau bahkan membantu menyembunyikan pelaku. Mari kita bersama-sama menjaga bulan Ramadhan tahun ini agar benar-benar penuh berkah, damai, dan bebas dari pengaruh miras yang menghancurkan! Banten harus bangkit dan menunjukkan bahwa kita bisa menjadi provinsi yang bersih dari racun minuman keras!” pungkasnya dengan semangat yang membara.

Sampai saat ini, pihak Polda Banten belum mengumumkan jadwal dan skala razia miras yang akan dilakukan menjelang Ramadhan. Namun, dengan seruan yang tegas ini, masyarakat Banten menantikan langkah konkret dan aksi nyata dari kepolisian untuk membersihkan provinsi dari ancaman miras.

Penulis : Rai

Editor : Red

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rakyat Susah, Fasilitas Pejabat Mewah: Golf dan Rumah Miliaran Komisioner OJK Dipersoalkan
Panen Raya Singkong Sangiangjaya, Gubernur Andra Soni dan Arif Rahman: Petani Pilar Ketahanan Pangan Banten
Puluhan Warga Mengaku Kecewa, Janji Pembayaran Dana Investasi Toko Emas Milik Oknum Anggota DPRD Banten Tak Terealisasi
Pembangunan Jalan Rabat Beton Pajagan–Koranji Baru Seumur Jagung, Kini Memprihatinkan
Tega Aniaya Bayi hingga Meninggal Dunia, FS Diamankan Polresta Sorong Kota
Polresta Sorong Kota Ringkus YT, Pengambil 435 Gram Sabu
Bappenas Gandeng Dewan Pers Perkuat Sinergitas dalam Pembangunan Nasional
Buruh Tani dan Tambang Rakyat Surade Antusias Daftar BPJS Ketenagakerjaan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:01 WIB

Rakyat Susah, Fasilitas Pejabat Mewah: Golf dan Rumah Miliaran Komisioner OJK Dipersoalkan

Selasa, 8 September 2026 - 04:05 WIB

Puluhan Warga Mengaku Kecewa, Janji Pembayaran Dana Investasi Toko Emas Milik Oknum Anggota DPRD Banten Tak Terealisasi

Senin, 7 September 2026 - 20:17 WIB

Pembangunan Jalan Rabat Beton Pajagan–Koranji Baru Seumur Jagung, Kini Memprihatinkan

Minggu, 6 September 2026 - 15:01 WIB

Tega Aniaya Bayi hingga Meninggal Dunia, FS Diamankan Polresta Sorong Kota

Minggu, 6 September 2026 - 14:57 WIB

Polresta Sorong Kota Ringkus YT, Pengambil 435 Gram Sabu

Berita Terbaru

Dr. Imam Sofian, S.H., M.H.,

Hukum dan Kriminal

Tim Hukum: Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029 Tidak Memenuhi Unsur Makar

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:43 WIB