Tol Serang-Rangkasbitung Dikeluhkan: Berpotensi Kejahatan dan Kecelakaan

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Jalan Tol Serang.- Rangkasbitung, Selasa (24/2/2026)

i

Keterangan foto : Jalan Tol Serang.- Rangkasbitung, Selasa (24/2/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co  Pandeglang – Sekretaris Ormas Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Provinsi Banten, Egi Hendriawan, menyoroti berbagai permasalahan pada Jalan Tol Serang-Rangkasbitung yang menjadi kekhawatiran bagi pengguna sehari-hari. Menurut Egi, masalah utama yang diangkat adalah minimnya penerangan jalan umum (JPU) yang membuat jalan tol terasa gelap, berpotensi meningkatkan risiko aksi kejahatan dan kecelakaan lalu lintas.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Selasa (24/2/2026), Egi menjelaskan bahwa kondisi penerangan yang kurang memadai di sebagian besar ruas tol tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat.

“Kita sering menerima laporan dari pengguna bahwa di malam hari jalan tol ini sangat gelap, terutama di bagian ruas yang melewati daerah terpencil. Kondisi seperti ini tidak hanya berisiko menyebabkan kecelakaan akibat pengemudi yang tidak dapat melihat dengan jelas, namun juga membuka peluang bagi terjadinya aksi kejahatan terhadap pengguna jalan,” ujarnya.

Selain masalah penerangan, Egi juga mengangkat keluhan terkait tarif penggunaan tol yang dianggap terlalu mahal oleh sebagian besar pengguna.

“Banyak masyarakat yang mengeluhkan bahwa harga tiket tol tidak sebanding dengan fasilitas yang diberikan. Padahal jalan tol seharusnya menjadi sarana transportasi yang aman dan terjangkau untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Provinsi Banten,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi jalan tol yang kurang memadai juga berdampak pada mobilitas barang dan jasa di wilayah Banten, terutama di Kabupaten Serang dan Lebak yang terhubung melalui ruas tol tersebut.

“Jika masalah ini tidak segera ditangani, akan berdampak negatif pada perkembangan ekonomi lokal dan kenyamanan masyarakat yang bergantung pada jalur tol ini,” jelas Egi.

Organisasi Masyarakat KITA Provinsi Banten mengajak pihak pengelola tol, Dinas Perhubungan Provinsi Banten, serta Kepolisian Daerah Banten untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan. Egi mengimbau agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem penerangan jalan, penambahan titik pengawasan keamanan, serta kajian ulang terhadap tarif penggunaan tol yang lebih sesuai dengan kapasitas masyarakat dan fasilitas yang disediakan.

“Kita berharap pihak terkait dapat mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan ini. Jalan tol seharusnya menjadi solusi untuk mempercepat mobilitas, bukan menjadi sumber masalah baru bagi masyarakat,” pungkas Egi Hendriawan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rakyat Susah, Fasilitas Pejabat Mewah: Golf dan Rumah Miliaran Komisioner OJK Dipersoalkan
Panen Raya Singkong Sangiangjaya, Gubernur Andra Soni dan Arif Rahman: Petani Pilar Ketahanan Pangan Banten
Puluhan Warga Mengaku Kecewa, Janji Pembayaran Dana Investasi Toko Emas Milik Oknum Anggota DPRD Banten Tak Terealisasi
Pembangunan Jalan Rabat Beton Pajagan–Koranji Baru Seumur Jagung, Kini Memprihatinkan
Tega Aniaya Bayi hingga Meninggal Dunia, FS Diamankan Polresta Sorong Kota
Polresta Sorong Kota Ringkus YT, Pengambil 435 Gram Sabu
Bappenas Gandeng Dewan Pers Perkuat Sinergitas dalam Pembangunan Nasional
Buruh Tani dan Tambang Rakyat Surade Antusias Daftar BPJS Ketenagakerjaan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:01 WIB

Rakyat Susah, Fasilitas Pejabat Mewah: Golf dan Rumah Miliaran Komisioner OJK Dipersoalkan

Selasa, 8 September 2026 - 04:05 WIB

Puluhan Warga Mengaku Kecewa, Janji Pembayaran Dana Investasi Toko Emas Milik Oknum Anggota DPRD Banten Tak Terealisasi

Senin, 7 September 2026 - 20:17 WIB

Pembangunan Jalan Rabat Beton Pajagan–Koranji Baru Seumur Jagung, Kini Memprihatinkan

Minggu, 6 September 2026 - 15:01 WIB

Tega Aniaya Bayi hingga Meninggal Dunia, FS Diamankan Polresta Sorong Kota

Minggu, 6 September 2026 - 14:57 WIB

Polresta Sorong Kota Ringkus YT, Pengambil 435 Gram Sabu

Berita Terbaru

Dr. Imam Sofian, S.H., M.H.,

Hukum dan Kriminal

Tim Hukum: Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029 Tidak Memenuhi Unsur Makar

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:43 WIB