Lebih dari Sekadar Data: Babinsa Sukaratu Rengkuh Warga di Balik Musibah Hujan dan Angin

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cuaca ekstrem itu tak hanya membasahi bumi, tetapi juga meninggalkan jejak duka bagi puluhan warga di Kampung Cikole, Cikuya Tengah, hingga Cikuya Masjid.

i

Cuaca ekstrem itu tak hanya membasahi bumi, tetapi juga meninggalkan jejak duka bagi puluhan warga di Kampung Cikole, Cikuya Tengah, hingga Cikuya Masjid.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Pandeglang – Hujan deras yang turun disertai amukan angin kencang sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (14/5/2026) siang itu, seolah mengubah langit Kelurahan Sukaratu menjadi kelabu. Cuaca ekstrem itu tak hanya membasahi bumi, tetapi juga meninggalkan jejak duka bagi puluhan warga di Kampung Cikole, Cikuya Tengah, hingga Cikuya Masjid.

Atap yang dulunya menjadi pelindung hangat keluarga, kini terlihat berantakan, terbang diterjang angin, dan berjatuhan, menyisakan kekhawatiran di wajah para penghuninya.

Namun, di tengah kepanikan dan kekhawatiran itu, ada sosok yang hadir membawa ketenangan. Serka Saian, Babinsa Kelurahan Sukaratu dari jajaran Koramil Kodim 0601/Pandeglang, tak membiarkan warga berjuang sendirian. Begitu mendengar kabar musibah yang melanda wilayah binaannya, ia segera bergerak, berjalan dari gang ke gang, berkeliling menyambangi rumah-rumah warga yang rusak, didampingi jajaran staf kelurahan dan para Ketua RW.

Di wilayah RW 07, RW 09, dan RW 13, mata Serka Saian menatap lekat setiap kerusakan yang ada. Dari hasil penelusuran yang dilakukan dengan teliti dan penuh kehati-hatian, tercatat sebanyak 24 rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. Di sana, ia tidak hanya mencatat angka atau mendata kerusakan fisik semata. Lebih dari itu, ia menyapa, menepuk bahu, dan menggenggam tangan warga yang tampak sedih melihat rumah tempat berteduh mereka rusak diterjang alam.

“Jangan khawatir, Bapak-Ibu. Kami ada di sini. Ini musibah, tapi kita hadapi bersama. Data ini akan kami sampaikan agar bantuan dan perhatian segera sampai ke tangan Bapak Ibu sekalian,” ucap Serka Saian dengan nada lembut namun tegas, berusaha mengobati kegelisahan hati warga, Kamis (14/5/2026)

Bagi Serka Saian, turun ke lapangan saat warga sedang kesusahan adalah sebuah kewajiban luhur, bukan sekadar tugas rutin. Baginya, pendataan ini adalah jembatan agar derita warga terdengar oleh pemerintah dan pihak terkait.

“Kehadiran kami adalah bukti bahwa TNI, khususnya Babinsa, benar-benar lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Kami tidak ingin ada satu pun kesulitan warga di wilayah ini yang luput dari perhatian. Pendataan ini kami lakukan agar apa yang menjadi hak dan kebutuhan mendesak warga segera tertangani dengan tepat dan cepat,” ungkapnya, matanya menatap sisa-sisa bangunan yang sedang dibersihkan.

Pemandangan haru terlihat di sepanjang jalanan kampung. Di bawah sisa hujan yang masih rintik, warga tak saling menyalahkan, melainkan bahu-membahu membersihkan puing-puing reruntuhan dan material yang berserakan. Semangat gotong royong tampak menyala terang, seolah menjadi bukti bahwa ikatan persaudaraan di Sukaratu tak mudah dipatahkan meski diterjang badai.

Kehadiran Serka Saian di tengah aktivitas itu menjadi pelengkap kehangatan tersebut. Warga terlihat lega dan tersenyum tulus saat berbincang dengannya. Kehadirannya memberikan rasa aman, seolah berkata: “Kalian tidak sendiri menghadapi ini.”

Bapak Eman, Ketua RW 07 yang turut mendampingi kegiatan itu, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, kehadiran aparat di saat seperti inilah yang menjadi bukti nyata kedekatan antara negara dan rakyatnya.

Kini, data kerusakan telah lengkap tersusun. Namun, makna di balik lembaran data itu jauh lebih besar: sebuah pesan bahwa di tengah kerasnya alam, masih ada perhatian, kepedulian, dan kasih sayang yang menjaga persaudaraan. Harapan pun menguar di hati warga Sukaratu, semoga bantuan segera datang, agar rumah-rumah itu kembali utuh, dan kehangatan keluarga segera pulih seperti sediakala.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tanggapi Sorotan Internal, Amal Jayabaya Akui Ada Kelalaian dan Jamin Dana Daerah Segera Dilunasi ​
Dana Tak Cair dan Pemilihan Bermasalah, Pengurus Daerah Desak Evaluasi Kadin Banten
Krisis Pendidikan Papua Kian Mengkhawatirkan, Kornelius Kambu Usulkan Peta Jalan Pendidikan Berbasis Budaya
Bupati Herdiat Lepas 417 Jemaah Haji Ciamis, Pesan Jaga Kesehatan dan Kekompakan
MataHukum Ngamuk Desak Audit Tambang Curugbitung dan Seret Korporasi Penadah
Pesta Babi dan Ibu yang Dijual: Pesan Menohok Bumi Alit untuk Para Pemimpin
FORKOM IMEKKO Ancam Bongkar Dugaan Mafia Izin Sawit dan HPH di Tanah Adat Imekko
Bupati Tangerang Bagikan 2.000 Paket Sembako Lewat Gerakan Pangan Murah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:09 WIB

Tanggapi Sorotan Internal, Amal Jayabaya Akui Ada Kelalaian dan Jamin Dana Daerah Segera Dilunasi ​

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:18 WIB

Lebih dari Sekadar Data: Babinsa Sukaratu Rengkuh Warga di Balik Musibah Hujan dan Angin

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:56 WIB

Dana Tak Cair dan Pemilihan Bermasalah, Pengurus Daerah Desak Evaluasi Kadin Banten

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:53 WIB

Bupati Herdiat Lepas 417 Jemaah Haji Ciamis, Pesan Jaga Kesehatan dan Kekompakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:07 WIB

MataHukum Ngamuk Desak Audit Tambang Curugbitung dan Seret Korporasi Penadah

Berita Terbaru