Terasmedia.co Sukabumi — Puluhan buruh tani dan tambang rakyat di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menunjukkan antusiasme tinggi menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan setelah mengikuti kegiatan edukasi jaminan sosial tenaga kerja yang digelar di Kampung Cidadap, Desa Jagamukti, Selasa (1/9/2026). Kesadaran akan risiko kecelakaan kerja yang dapat mengancam mata pencaharian dan kesejahteraan keluarga menjadi alasan utama mereka mencari perlindungan.
Kegiatan yang digagas oleh Perkumpulan Pekerja Indonesia (PPI), Persaudaraan Pekerja Truk Indonesia Nusantara (PPTI), bersama tokoh masyarakat setempat, juga dihadiri oleh Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Ujang Romli. Dalam acara tersebut, dilakukan penyerahan secara simbolis manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan kartu Kepesertaan Jaminan Sosial kepada para peserta baru.
“Sehari-hari kami bekerja untuk mencari nafkah. Kalau terjadi apa-apa pada diri kami dan membuat tak bisa kerja, keluarga di rumah juga ikut terdampak. Makanya, kami butuh perlindungan,” ungkap Nandang dari PPTI, mewakili para pekerja.
Antusiasme tersebut menegaskan bahwa kebutuhan perlindungan sosial di kalangan pekerja lapangan sangat nyata. Namun, kepesertaan yang terus bertambah sekaligus menjadi tugas baru bagi lembaga penyelenggara. AIS dari PPI menegaskan bahwa menjadi peserta hanyalah langkah awal.
“Kepesertaan adalah awal perlindungan. Tantangannya adalah memastikan manfaat benar-benar hadir ketika pekerja menghadapi risiko,” ujar AIS.
Pesan tersebut mendapat perhatian serius dari Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Ujang Romli. Ia menegaskan bahwa setiap peserta berhak mendapatkan pelayanan terbaik, dan kepercayaan yang diberikan masyarakat harus dijawab dengan pemenuhan hak-hak mereka.
“Setiap pekerja yang sudah menjadi peserta berhak mendapatkan perlindungan dan pelayanan terbaik. Karena itu, kepercayaan yang telah diberikan harus dijawab dengan memastikan hak peserta terpenuhi,” tegas Ujang Romli.
Di sinilah Surade menghadirkan pekerjaan rumah (PR) baru bagi BPJS Ketenagakerjaan. Menambah jumlah peserta tentu penting, namun tugas yang lebih besar adalah memastikan mereka memahami manfaat serta benar-benar memperoleh haknya saat risiko kerja terjadi. Bagi para pekerja, jaminan sosial tenaga kerja baru bermakna ketika perlindungan itu hadir tepat pada saat mereka paling membutuhkannya.











