BPGMN Luncurkan SAGARA: Sistem Cerdas Berbasis AI Pantau Gambut dan Mangrove Seluruh Indonesia

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 01:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) tengah menyelesaikan penyempurnaan rancangan sebuah sistem informasi terintegrasi yang diberi nama SAGARA — Sistem Analisis Gambut dan Mangrove Nusantara.

i

Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) tengah menyelesaikan penyempurnaan rancangan sebuah sistem informasi terintegrasi yang diberi nama SAGARA — Sistem Analisis Gambut dan Mangrove Nusantara.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Palembang — Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) tengah menyelesaikan penyempurnaan rancangan sebuah sistem informasi terintegrasi yang diberi nama SAGARA — Sistem Analisis Gambut dan Mangrove Nusantara. Platform ini dirancang menjadi “satu pintu data” bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove di Indonesia .

Finalisasi rancangan SAGARA berlangsung pada Kamis, 30 Oktober 2024, di Hotel Swarna Dwipa, Palembang. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala BPGMN, Mayjen TNI Sriyanto, dan dihadiri berbagai pihak, antara lain perwakilan Universitas Sriwijaya (Unsri), Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Forkompida, serta organisasi masyarakat sipil .

Mayjen TNI Sriyanto menjelaskan bahwa SAGARA bukan sekadar peta digital. Sistem ini dibangun berbasis teknologi spasial yang diperkuat dengan inovasi kecerdasan buatan (AI), sehingga mampu berfungsi sebagai pusat pertukaran data dan pengetahuan sekaligus sistem peringatan dini.

“SAGARA akan menjadi clearing house sekaligus pusat pengetahuan pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove. Sistem ini juga akan berfungsi sebagai deteksi dini kebakaran di lahan gambut serta kerusakan ekosistem mangrove,” ujar Mayjen Sriyanto .

Keunggulan utama SAGARA, kata dia, terletak pada kemampuannya menyajikan tidak hanya informasi kerawanan kebakaran — baik dari analisis pakar maupun laporan masyarakat yang terverifikasi — tetapi juga rekomendasi tindakan nyata. Sistem ini akan menganalisis ketersediaan sumber daya manusia, baik masyarakat maupun personel TNI dan Polri, serta infrastruktur yang ada di lapangan, sehingga langkah pencegahan dapat dirancang lebih tepat sasaran dan efisien .

Pengembangan SAGARA melibatkan integrasi data lintas instansi, termasuk Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, dan BRIN. Nantinya, portal ini dapat diakses secara terbuka (open access), sehingga menjadi alat akuntabilitas kinerja sekaligus pendukung pengambilan keputusan yang andal .

“Harapannya, SAGARA bukan hanya menyimpan data, tetapi benar-benar menghubungkan informasi dengan tindakan. Sehingga perlindungan dan pengelolaan gambut serta mangrove di seluruh negeri berjalan lebih efektif, terukur, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tegas Mayjen Sriyanto .

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sengketa Lahan TNI AD vs Warga: Pengamat dan DPR Soroti Pemblokiran SHM Legok
Gugatan ke PT Seko Fajar Plantation: Ahli Waris Minta Kejelasan Laporan Keuangan Sejak 1996
Eksepsi Febrie Ditolak, KOSMAK Mendesak Tim Sembilan Kebut Berkas Korupsi Manipulasi Batubara
Terima Aduan Masyarakat Pasangkayu Soal Konflik Agraria, Kapolda Sulbar Janji Tangani Secara Transparan dan Akuntabel
Rencana Pengelolaan Lahan Bekas PT Kristalin oleh ANTAM, John Gobai Pertanyakan Posisi Masyarakat Adat Papua Tengah
Ombudsman Jakarta Raya Apresiasi Polda Metro Jaya Bongkar Dua Pabrik Obat Keras Ilegal Sukoharjo ​
Said Iqbal dan Aktivis Buruh Beri Dukungan Moril Gabriel Lumbantoruan di Persidangan PN Jakarta Utara ​
Dugaan Nepotisme dan Gelar Fiktif Politikus Demokrat, KPK Diminta Turun Tangan
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Sengketa Lahan TNI AD vs Warga: Pengamat dan DPR Soroti Pemblokiran SHM Legok

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 01:23 WIB

BPGMN Luncurkan SAGARA: Sistem Cerdas Berbasis AI Pantau Gambut dan Mangrove Seluruh Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:40 WIB

Gugatan ke PT Seko Fajar Plantation: Ahli Waris Minta Kejelasan Laporan Keuangan Sejak 1996

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Eksepsi Febrie Ditolak, KOSMAK Mendesak Tim Sembilan Kebut Berkas Korupsi Manipulasi Batubara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:58 WIB

Terima Aduan Masyarakat Pasangkayu Soal Konflik Agraria, Kapolda Sulbar Janji Tangani Secara Transparan dan Akuntabel

Berita Terbaru