Simulasi Dapur Mandiri MBG Digelar di Rejang Lebong, Dikelola Yayasan Ar Rahman

Rejang Lebong – Sebuah kegiatan simulasi dapur mandiri MBG (Makanan Bergizi Gratis) dilaksanakan di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini dikelola oleh Yayasan Ar Rahman yang diketuai oleh Bapak Mardiono, SH, dan bekerja sama dengan Koperasi SBRPN2 yang dipimpin oleh Bapak Odang Sudrajat, 12 Mei 2025. Simulasi belajar ini turut didampingi oleh H. Moch Soleh, MA., Ketua Umum Front Banten Bersatu (FBB) sekaligus Ketua DPW Pas Gibran Provinsi Banten. Hadir pula Bapak Atur Ibrahim dari Jakarta serta aparatur setempat yang turut mendukung kelancaran kegiatan. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh murid-murid sekolah dasar (SD) dan para guru penerima program MBG secara mandiri dari Yayasan Ar Rahman. Mereka tampak antusias mengikuti jalannya simulasi yang bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih pengelolaan dapur sehat secara mandiri di lingkungan sekolah. Dalam kesempatan itu, H. Moch Soleh menyampaikan harapannya agar pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan perhatian lebih terhadap daerah-daerah pelosok seperti Kabupaten Rejang Lebong. "Alangkah baiknya pemerintah dan BGN memprioritaskan daerah pelosok. Karena daerah seperti Rejang Lebong sangat membutuhkan dan mendambakan perhatian prioritas dari pemerintah," ujar H. Moch Soleh. Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat pelosok, mulai dari daya beli yang lemah hingga jarak tempuh siswa yang jauh dari sekolah. "Jadi hemat saya, tolong didahulukan yang di pelosok-pelosok," tambahnya.
Keterangan Foto : (Red)
Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Rejang Lebong – Sebuah kegiatan simulasi dapur mandiri MBG (Makanan Bergizi Gratis) dilaksanakan di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini dikelola oleh Yayasan Ar Rahman yang diketuai oleh Bapak Mardiono, SH, dan bekerja sama dengan Koperasi SBRPN2 yang dipimpin oleh Bapak Odang Sudrajat, 12 Mei 2025.

Simulasi belajar ini turut didampingi oleh H. Moch Soleh, MA., Ketua Umum Front Banten Bersatu (FBB) sekaligus Ketua DPW Pas Gibran Provinsi Banten. Hadir pula Bapak Atur Ibrahim dari Jakarta serta aparatur setempat yang turut mendukung kelancaran kegiatan.

Kegiatan tersebut disambut antusias oleh murid-murid sekolah dasar (SD) dan para guru penerima program MBG secara mandiri dari Yayasan Ar Rahman. Mereka tampak antusias mengikuti jalannya simulasi yang bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih pengelolaan dapur sehat secara mandiri di lingkungan sekolah.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, H. Moch Soleh menyampaikan harapannya agar pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan perhatian lebih terhadap daerah-daerah pelosok seperti Kabupaten Rejang Lebong.

“Alangkah baiknya pemerintah dan BGN memprioritaskan daerah pelosok. Karena daerah seperti Rejang Lebong sangat membutuhkan dan mendambakan perhatian prioritas dari pemerintah,” ujar H. Moch Soleh.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat pelosok, mulai dari daya beli yang lemah hingga jarak tempuh siswa yang jauh dari sekolah.

“Jadi hemat saya, tolong didahulukan yang di pelosok-pelosok,” tambahnya.

Pos terkait