Pandeglang Dikepung Jalan Rusak, Ketua Gerak 08 Banten Soroti Kepemimpinan Dewi-Iing

Pandeglang Dikepung Jalan Rusak, Ketua Gerak 08 Banten Soroti Kepemimpinan Dewi-Iing
Foto Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani dan Wakil Bupati Iing Andri Supriadi 13 Juni 2025.
Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Pandeglang — Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak) 08 Banten, Mohamad Rohim, menyoroti buruknya kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Pandeglang. Menurutnya, hingga saat ini belum ada perubahan yang signifikan di bawah kepemimpinan Bupati Raden Dewi Setiani dan Wakil Bupati Iing Andri Supriadi.

“Belum ada perubahan yang mencolok. Yang lebih parah, saat kami berdiskusi dengan anggota DPRD Pandeglang, mereka sendiri mengaku bingung. Pemerintah daerah (Pemda) menyebut tidak memiliki anggaran,” kata Rohim, Kamis (12/6/2025).

Menurutnya, situasi ini menjadi aneh karena DPRD sebagai lembaga pengawas justru terlihat takut untuk bersuara. “Bagaimana Pandeglang mau maju kalau DPRD-nya sendiri takut berbicara? Lebih parah lagi, ada yang mengaku tidak tahu ke mana aliran anggaran,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Keluhan senada datang dari salah satu anggota DPRD Pandeglang yang enggan disebutkan namanya. Ia mengungkapkan, hampir di seluruh wilayah Pandeglang, kondisi jalan berlubang dan rusak parah. Karena tak kunjung diperbaiki, masyarakat terpaksa bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya.

“Ampun, Pemda nggak punya solusi. Masa warga yang harus swadaya terus? Capek mendorong masyarakat swadaya. Kalau viral, malah bukan dibantu, cuma diapresiasi doang. Saya malu lihat warga harus swadaya terus, ini sudah darurat,” ungkapnya.

Keluhan masyarakat ini semakin diperparah dengan pernyataan Pemda yang selalu menjawab bahwa anggaran belum tersedia untuk pembangunan jalan.

“Jawabannya selalu, ‘belum ada uang’, padahal ini kebutuhan dasar masyarakat. Jalan rusak di Pandeglang sudah jadi pemandangan biasa. Tidak aneh lagi,” tambah Rohim.

Program unggulan yang sempat digaungkan Pemda seperti Jakamantul juga dinilai hanya sebatas slogan tanpa realisasi nyata. “Program hanya gaung di media saja. Faktanya, Pandeglang masih dikepung jalan rusak,” tutupnya.

Pos terkait