Rencana Kunjungan Kerja Tito Karnavian ke Banten Soal Beras SPHP Menuai Kontroversi

Teras Media

- Penulis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (red).

i

Foto (red).

Ikuti kami di Google News

Teropongistana.com Serang – Rencana kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ke Kota Serang, Banten, dalam rangka pemantauan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menuai kritik.

Pengamat sekaligus aktivis Gerakan Mahasiswa 2017, Egi Hendrawan, menilai langkah Tito blunder dalam konteks efisiensi anggaran. Menurutnya, perjalanan dinas menteri seharusnya dipangkas jika pemerintah serius menerapkan kebijakan penghematan.

“Kalau serius mau efisiensi, Tito tidak perlu turun langsung hanya untuk memantau distribusi beras SPHP. Cukup Dirjen terkait bersama petugas Puspen dan didukung bupati setempat,” ujar Egi, Selasa (19/8/2025).

Egi menilai, apa yang dilakukan Tito justru bertolak belakang dengan semangat efisiensi yang selama ini ditekankan pemerintah pusat di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Daerah ditekan agar berhemat, tapi menterinya sendiri tidak memberi contoh. Ini menunjukkan ketidakseriusan,” tambahnya.

Sesuai agenda resmi, pemantauan bersama penyaluran beras SPHP akan dilaksanakan pada Rabu, 20 Agustus 2025 di Kota Serang, Banten, dengan melibatkan Kementerian/Lembaga terkait serta pemerintah daerah.

Acara dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB di Pasar Induk Rau, Serang, dengan agenda pengecekan kios beras. Selanjutnya rombongan akan bergerak menuju salah satu jaringan ritel modern, Alfamart di kawasan Sumurpecung, untuk memastikan ketersediaan beras SPHP di toko modern.

Berikut agenda tentatif pemantauan:
09.00 – 09.30 WIB: Pemantauan kios beras di Pasar Induk Rau (PIC: Tim Perum Bulog)

09.30 – 09.40 WIB: Door stop media

09.40 – 10.00 WIB: Perjalanan menuju Alfamart, Jl. Kyai H. Abdul Latief, Sumurpecung

10.00 – 10.30 WIB: Pemantauan beras SPHP di Alfamart (PIC: Tim Perum Bulog)

10.30 – 10.40 WIB: Door stop media

Pihak Kementerian Dalam Negeri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan program SPHP berjalan di tingkat konsumen.

Namun, kritik tetap mengemuka. Egi menegaskan bahwa monitoring semacam ini cukup dilakukan oleh pejabat teknis tanpa harus mengeluarkan anggaran besar untuk perjalanan menteri.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bisa Dipublikasi, Pengawas Ketenagakerjaan Langkat: Hasil Pemeriksaan Kasus Pekerja MBG Bersifat Rahasia
Dugaan Mark Up Anggaran Kendaraan Operasional Sekolah Rakyat Rp74 Miliar, CBA Minta KPK Periksa Saifullah Yusuf
Aksi KMI di Kejagung RI Tekan Penegak Hukum Desak Usut Dugaan Pungli Uang keamanan Mandaling Natal
Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi, Gubernur Banten Jadikan Kasus Ini Acuan Nasional
Pakar Soroti Pernyataan Bakamla: Selat Malaka Bukan Objek Pungutan
Pengamat Minta Bareskrim Periksa Pejabat Bea Cukai Terkait Penyeludupan HP di Sidoarjo
Nilai Kesederhanaan di Balik Seba Baduy, Arif Rahman: Ajaran Berharga untuk Kita Semua
Menteri Pertanian Apresiasi, BULOG Catat Rekor Stok Beras, Lebak-Pandeglang Berkontribusi Besar
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 10:01 WIB

Tak Bisa Dipublikasi, Pengawas Ketenagakerjaan Langkat: Hasil Pemeriksaan Kasus Pekerja MBG Bersifat Rahasia

Minggu, 26 April 2026 - 09:35 WIB

Dugaan Mark Up Anggaran Kendaraan Operasional Sekolah Rakyat Rp74 Miliar, CBA Minta KPK Periksa Saifullah Yusuf

Sabtu, 25 April 2026 - 16:23 WIB

Aksi KMI di Kejagung RI Tekan Penegak Hukum Desak Usut Dugaan Pungli Uang keamanan Mandaling Natal

Sabtu, 25 April 2026 - 16:18 WIB

Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi, Gubernur Banten Jadikan Kasus Ini Acuan Nasional

Sabtu, 25 April 2026 - 15:11 WIB

Pakar Soroti Pernyataan Bakamla: Selat Malaka Bukan Objek Pungutan

Berita Terbaru