Jakarta | Pengamat olahraga Agus Partono menyayangkan beredarnya formulir “Pendaftaran dan Pernyataan Orangtua” dalam kejuaraan Taekwondo yang mewajibkan orangtua atlet menanggung sendiri risiko cedera selama pertandingan.

Menurut Agus, kebijakan semacam ini menunjukkan betapa rendahnya penghargaan terhadap para atlet muda yang berjuang membawa nama daerah dan negara.
“Ini bentuk nyata lemahnya perhatian pemerintah terhadap pembinaan atlet. Anak-anak yang berlatih keras demi prestasi malah diminta bertanggung jawab sendiri kalau cedera. Di mana peran negara?” tegasnya saat memberikan keterangan di Banten 10 Oktober 2025.
Ia menilai seharusnya Kementerian Pemuda dan Olahraga hadir memberi perlindungan dan jaminan kepada para atlet, terutama mereka yang masih dalam tahap pembinaan.
“Kalau sejak awal mereka sudah dibiarkan menanggung risiko sendiri, bagaimana mau tumbuh mental petarung? Negara saja tidak berdiri di belakang mereka,” ujarnya.
Agus menambahkan, surat pernyataan semacam itu justru mencerminkan ketidaksiapan penyelenggara dan lemahnya regulasi pembinaan olahraga nasional.

“Kita sering bicara soal emas di kejuaraan dunia, tapi hal-hal mendasar seperti keselamatan atlet malah diserahkan ke orangtua. Ironi yang memalukan,” pungkasnya.

