Pakar Kenang Era Soekarno, Saat Militer Indonesia Disegani Dunia

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 03:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar geopolitik dan pertahanan, Prof. Connie Rahakundini Bakrie.

i

Pakar geopolitik dan pertahanan, Prof. Connie Rahakundini Bakrie.

Ikuti kami di Google News

Jakarta |Pakar geopolitik dan pertahanan, Prof. Connie Rahakundini Bakrie, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk kembali menjadi kekuatan maritim dan geopolitik utama di kawasan, sebagaimana yang pernah dicapai di masa kepemimpinan Presiden Soekarno.

Dalam diskusi bertajuk “ Rise of Indonesia : BRICS & Maritime Power ” bersama akademisi internasional Glenn Diesen, Prof. Connie mengulas bagaimana posisi strategis Indonesia dapat diperkuat melalui diplomasi global dan kerja sama internasional, termasuk dalam kerangka BRICS.

Menurut Prof. Connie, posisi Indonesia yang berada di antara dua samudra dan dua benua menjadikannya sangat sensitif sekaligus strategis dalam peta geopolitik dunia. Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan sejarah panjang kekuatan militernya, Indonesia memiliki modal besar untuk memainkan peran penting di kawasan Indo-Pasifik dan di panggung global.

Indonesia adalah negara yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Secara geografis, ekonominya menjanjikan, dan secara geopolitik, kita punya posisi yang menentukan dalam jalur perdagangan global,” ujar Prof. Connie.

Warisan Soekarno dan Kekuatan Diplomasi Indonesia Dalam pembahasannya, Prof. Connie juga menyoroti bagaimana Presiden pertama Indonesia, Soekarno, telah meletakkan fondasi kuat dalam politik luar negeri yang mandiri.

Soekarno dikenal sebagai tokoh yang berani dan visioner. Ia mendirikan Gerakan Non-Blok (Non-Aligned Movement) untuk menjaga kemandirian Indonesia di tengah tekanan dua kekuatan besar pada masa Perang Dingin Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Pidato Soekarno di Sidang Umum PBB menjadi salah satu simbol kuat posisi Indonesia di dunia internasional. Pada masa itu, Indonesia menunjukkan keberanian untuk tidak memihak, melainkan membangun jalan sendiri melalui diplomasi yang aktif dan prinsip-prinsip perdamaian.

Kekuatan Militer yang Dihormati Dunia. Era Soekarno juga ditandai dengan pembangunan kekuatan militer yang disegani. Indonesia pernah memiliki salah satu militer terkuat di belahan bumi selatan. Kekuatan ini tidak hanya menjadi simbol kedaulatan, tetapi juga alat diplomasi yang efektif.

Salah satu contohnya adalah ketika Indonesia berhasil melakukan reintegrasi Papua tanpa harus berperang langsung melawan Amerika Serikat, yang saat itu mendukung Belanda.

Posisi militer Indonesia yang kuat membuat negara – negara besar berpikir dua kali untuk melakukan intervensi.

Para pilot tempur Indonesia kala itu bahkan disebut setara dengan kemampuan pilot yang berhadapan langsung dengan kekuatan udara Uni Soviet. Fakta ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas militer dan strategi pertahanan yang dihormati di tingkat global.

Menuju Kekuatan Baru Bersama BRICS. Kini, dalam konteks modern, Prof. Connie melihat peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat kembali posisinya melalui kolaborasi global seperti BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa).

Menurutnya, kerja sama ekonomi-politik antara negara-negara berkembang dapat menjadi wadah strategis untuk menciptakan keseimbangan baru dalam tatanan dunia yang multipolar.

Indonesia punya peran penting di BRICS. Dengan sumber daya maritim yang besar dan kekuatan ekonomi yang tumbuh pesat, kita bisa menjadi jembatan antara Asia dan dunia Selatan, ” jelas Prof. Connie.

Ia menambahkan, visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia bukan hanya slogan, tetapi strategi jangka panjang untuk memastikan kedaulatan laut, perdagangan, dan pertahanan negara tetap kuat dalam menghadapi dinamika global.

Melalui pandangan Prof. Connie Rahakundini Bakrie, Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali menjadi kekuatan maritim dan geopolitik yang disegani.

Dengan memadukan warisan diplomasi Soekarno, kekuatan militer yang modern, serta keterlibatan aktif di forum global seperti BRICS, Indonesia bisa menegaskan kembali perannya sebagai poros kekuatan baru dunia di abad ke-21.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dorong Akses Buku Digital, Adde Rosi Sosialisasikan SIBI ke Kabupaten Lebak
Mengabdi 36 Tahun, H. Sanusi Justru Dituduh Menggelapkan; Tim Hukum Minta Polisi Hentikan Kasus
MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag
Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal
Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras
Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi
HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:12 WIB

Dorong Akses Buku Digital, Adde Rosi Sosialisasikan SIBI ke Kabupaten Lebak

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:28 WIB

Mengabdi 36 Tahun, H. Sanusi Justru Dituduh Menggelapkan; Tim Hukum Minta Polisi Hentikan Kasus

Senin, 29 Juni 2026 - 23:11 WIB

MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag

Senin, 29 Juni 2026 - 14:20 WIB

Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:50 WIB

Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal

Berita Terbaru

Sekjen Matahukum Mukshin Nasir

Hukum dan Kriminal

Kasus BTS 27 M, KPK Panggil Dito Kasus Haji, Matahukum: Jangan Lolos Lagi

Rabu, 1 Jul 2026 - 17:23 WIB