Matahukum: Tegakkan Hukum, Minta Presiden Copot Nanik dari Pimpinan BGN

Avatar photo

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Wakil Kepala BGN, Nanik Deyang, Kamis (1/5/2026)

i

Keterangan foto : Wakil Kepala BGN, Nanik Deyang, Kamis (1/5/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Menyikapi proses penyelidikan dugaan penyimpangan dan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga kajian hukum Matahukum menyampaikan sejumlah pandangan dan permintaan terkait penegakan hukum dan kebijakan kelembagaan.

Sekretaris Jenderal Matahukum, Mukhsin Nasir, menyatakan bahwa penyidik Kejaksaan Agung perlu memeriksa Nanik secara mendalam. Sebagai pejabat yang menjabat di lingkungan BGN saat program dilaksanakan, ia dinilai memiliki pengetahuan lengkap mengenai mekanisme penyelenggaraan, penggunaan anggaran, hingga keterlibatan pihak penyedia barang dan jasa. Menurutnya, secara hukum, Nanik tetap memiliki tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan selama proses hukum berlangsung.

Dari sisi kebijakan, Mukhsin menilai penunjukan Nanik untuk menggantikan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN kurang tepat, mengingat keduanya memiliki hubungan kerja yang erat dengan Presiden Prabowo Subianto. Kondisi ini dikhawatirkan menimbulkan persepsi di masyarakat bahwa penegakan hukum tidak berjalan adil.

Ia menjelaskan bahwa secara logika penegakan hukum, ketika sejumlah pejabat tinggi di BGN tengah diperiksa, maka pejabat yang masih berada dalam struktur organisasi tersebut sebaiknya dinonaktifkan sementara. Hal ini bertujuan menjamin kelancaran penyelidikan dan mencegah kemungkinan terjadinya intervensi.

Matahukum juga meminta DPR RI selaku lembaga pengawas mengingatkan pemerintah terkait hal ini. Secara tegas, lembaga tersebut mengimbau Presiden untuk mencabut penunjukan dan mencopot Nanik dari jabatannya di BGN demi menjaga kepercayaan publik serta menjamin proses hukum berjalan secara objektif dan transparan.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Presiden maupun jajaran BGN terkait permintaan tersebut.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

LHKPN Rp4,05 Miliar Milik Ronald Disorot, Diduga Terima Aliran Dana Impor
Hanya Selidiki Sejak 2024, CBA Minta KPK Telusuri Aliran Dana Sejak 2018
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode, Pengamat: Ganggu Ambisi Elite Koalisi Jadi Cawapres
Pemadaman Bergilir di Jawa, GSBK Desak Dirut PLN Mundur dan Diperiksa
Rieke Diah Pitaloka: Pendidikan Dokter Harus Menjamin Mutu, Kepastian Hukum, dan Perlindungan HAM
Jelang Munas dan Konbes, Masyayikh NU Tekankan Peran Strategis Pesantren
Badan Pemulihan Aset Sosialisasikan Lelang Barang Rampasan di Pekan Raya Jakarta
Firman Soebagyo: MBG Program Mulia, Tapi Harus Dibersihkan dari Penyimpangan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:55 WIB

LHKPN Rp4,05 Miliar Milik Ronald Disorot, Diduga Terima Aliran Dana Impor

Senin, 22 Juni 2026 - 11:08 WIB

Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode, Pengamat: Ganggu Ambisi Elite Koalisi Jadi Cawapres

Senin, 22 Juni 2026 - 11:01 WIB

Matahukum: Tegakkan Hukum, Minta Presiden Copot Nanik dari Pimpinan BGN

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:49 WIB

Pemadaman Bergilir di Jawa, GSBK Desak Dirut PLN Mundur dan Diperiksa

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:35 WIB

Rieke Diah Pitaloka: Pendidikan Dokter Harus Menjamin Mutu, Kepastian Hukum, dan Perlindungan HAM

Berita Terbaru