Soal Demo Bayaran, BaraNusa Desak KSP Dudung Buka Data Pendana Aksi Dukung MBG

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ketua Umum Barisan Rakyat Nausantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, Minggu (3/5/2026)

i

Keterangan foto : Ketua Umum Barisan Rakyat Nausantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, Minggu (3/5/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, mendesak Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman untuk membuka kepada publik data pihak-pihak yang disebut mendanai aksi demonstrasi berbayar.

Menurut Adi, apabila pemerintah menyatakan memiliki informasi mengenai pihak yang membiayai aksi demonstrasi, maka informasi tersebut seharusnya disampaikan secara transparan dan tidak diterapkan secara tebang pilih.

“Kami mendesak KSP Dudung untuk membuka kepada publik siapa saja pihak yang diduga membiayai aksi demonstrasi, termasuk aksi-aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung di berbagai daerah. Jangan hanya berbicara soal demo bayaran secara umum, tetapi data itu harus dibuka agar masyarakat memperoleh kejelasan,” kata Adi Kurniawan, Jumat.

Adi menilai, sebelumnya juga muncul berbagai aksi yang mendukung keberlanjutan Program MBG di sejumlah wilayah. Menurutnya, bila pemerintah memiliki komitmen mengusut dugaan pendanaan aksi demonstrasi, maka seluruh dugaan tersebut harus diperlakukan secara setara tanpa membedakan isi tuntutan aksi.

“Kalau memang ada dugaan demonstrasi yang dibiayai, jangan hanya fokus pada kelompok yang mengkritik pemerintah. Dugaan adanya pendanaan terhadap aksi yang mendukung kebijakan pemerintah, termasuk aksi dukungan MBG di berbagai daerah, juga harus diusut secara terbuka apabila terdapat bukti,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adi menyatakan BaraNusa siap menempuh langkah hukum apabila terdapat informasi atau bukti yang menunjukkan adanya penggunaan dana yang melanggar hukum untuk menggerakkan aksi massa.

“Kami siap menempuh langkah hukum dan meminta aparat penegak hukum mengusut secara tuntas apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran hukum dalam pendanaan aksi demonstrasi, termasuk apabila menggunakan anggaran negara, dana publik, atau sumber dana lain yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Menurut Adi, transparansi diperlukan agar tidak muncul persepsi bahwa penegakan hukum dilakukan secara selektif. Ia meminta seluruh pihak mengedepankan asas persamaan di hadapan hukum dan pembuktian yang objektif.

“BaraNusa mendukung penegakan hukum yang adil, profesional, dan tidak diskriminatif. Siapa pun yang diduga terlibat harus diproses berdasarkan alat bukti yang sah, bukan karena keberpihakan politik,” tutupnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar
Survei Litbang Kompas Tunjukkan Tren Positif, DPR Minta Polri Pertahankan Kepercayaan Masyarakat
CBA Sebut Trenggono Punya Modal Terbesar Gantikan Zulhas di PAN, Singgung Harta Rp2,97 Triliun
Gedung Diklat Kemenhut di Bogor Dipakai PSI, MataHukum: Melanggar Aturan Aset Negara
Mutasi Polri 2026, Kapolri Rotasi PJU, Kapolda, dan Ratusan Kapolres
MSCI Evaluasi Pasar Saham RI, Marwan Jafar: Momentum Percepat Reformasi Bursa Saham
Gandeng 135 Perusahaan, PGN SOR II Jaga Keandalan Gas Jawa Bagian Barat
Soroti Mantan Presiden yang Masih Punya Relawan, Jerry Massie: Ini Bikin Gaduh
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:54 WIB

HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:44 WIB

Survei Litbang Kompas Tunjukkan Tren Positif, DPR Minta Polri Pertahankan Kepercayaan Masyarakat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:23 WIB

CBA Sebut Trenggono Punya Modal Terbesar Gantikan Zulhas di PAN, Singgung Harta Rp2,97 Triliun

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:13 WIB

Soal Demo Bayaran, BaraNusa Desak KSP Dudung Buka Data Pendana Aksi Dukung MBG

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:32 WIB

Gedung Diklat Kemenhut di Bogor Dipakai PSI, MataHukum: Melanggar Aturan Aset Negara

Berita Terbaru

Ilustrasi Gambar

Daerah

Penemuan Jasad Bayi Gegerkan Warga Sindang Jaya

Minggu, 28 Jun 2026 - 00:23 WIB

Entertainment

SID dan Slank Jadi Andalan Jakarta Fair Music Concert Akhir Pekan Ini

Sabtu, 27 Jun 2026 - 22:11 WIB

Hukum dan Kriminal

BNN Petakan Enam Kampung Rawan Narkoba di Bangka Belitung

Sabtu, 27 Jun 2026 - 22:02 WIB