Gede Sandra: Patriot Bond Solusi Pulihkan Kerugian SDA Akibat Praktik Transfer Pricing

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekonom InFast Bestari, Gede Sandra,

i

Ekonom InFast Bestari, Gede Sandra,

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Ekonom InFast Bestari, Gede Sandra, menilai kebijakan Patriot Bond merupakan langkah strategis pemerintah untuk menarik kembali kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia yang telah bocor dan hilang selama lebih dari 30 tahun terakhir. Menurutnya, kebocoran ini terjadi akibat praktik under-invoicing dan transfer pricing yang merugikan negara.

“Pernyataan Presiden saat peringatan Hari Koperasi menegaskan bahwa selama lebih dari 30 tahun Indonesia didominasi sistem kapitalisme neoliberal. Rentang waktu yang sama pula, kekayaan SDA kita terus mengalir keluar akibat praktik kejahatan keuangan tersebut,” ujar Gede.

Ia menjelaskan, keberadaan PT DSI memang dibentuk untuk membendung kebocoran yang masih terjadi. Namun, kekayaan yang sudah terlanjur keluar selama puluhan tahun itu harus diambil kembali, dan instrumen Patriot Bond dianggap sebagai jalan yang tepat.

Menurut Gede, sistem neoliberal selama ini mengakumulasi kekayaan pada segelintir orang dengan membiarkan praktik penghindaran pajak dan kebocoran keuangan. Dampaknya sangat besar bagi negara: pendapatan yang seharusnya masuk justru hilang, sehingga mengurangi kemampuan pemerintah untuk membangun ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

“Estimasi menyebutkan total dana yang hilang mencapai Rp15.000 triliun, sebagian besar tersimpan di negara-negara surga pajak seperti Singapura. Bayangkan jika sebagian dana itu bisa pulang ke Indonesia melalui Patriot Bond untuk membiayai hilirisasi, industri logam, kimia, hingga farmasi dasar—rakyatlah yang akan merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Aturan Jelas: Dana Kejahatan Harus Dilarang Masuk

Gede juga mengingatkan agar pemerintah menjaga prinsip akuntabilitas dan transparansi. Informasi mengenai total dana yang masuk, asal-usul dana, pihak terkait, proyek yang dibiayai, hingga hasil audit harus terbuka untuk umum.

Ia pun membagi asal dana menjadi tiga kategori penting:

– Pertama: Pendapatan sah namun belum dilaporkan, termasuk hasil SDA yang hilang akibat under-invoicing dan transfer pricing;
​
– Kedua: Dana dari aktivitas tanpa izin atau sektor informal, seperti tambang atau kebun ilegal;
​
– Ketiga: Dana hasil kejahatan berat seperti korupsi, narkoba, perdagangan orang, dan tindak pidana lain—kategori ini harus dilarang keras untuk masuk ke dalam skema ini.

“Dua kategori pertama dapat diakomodir melalui skema ini, namun jalan masuk bagi dana hasil kejahatan harus ditutup rapat. Jangan sampai langkah mulia menarik kembali kekayaan negara justru menjadi celah pencucian uang,” pungkas Gede.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ombudsman Apresiasi Kapolri Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Pelabuhan Belawan
Ketua PW Fatayat NU Banten Titipkan 3 Pesan Penting untuk PAC Cileles Lebak
Tata Kelola Pupuk Nonsubsidi Dinilai Kurang Transparan, CERI Desak BPK Audit Khusus
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Marwan Jafar Salurkan 150 Tangki Air Bersih di Pati
David Pajung: Dua Tahun Pemerintahan Momentum Evaluasi dan Penguatan Agenda Pembangunan
CBA: BCA Jangan Meremehkan Keluhan Nasabah, Saham Tertekan Kepercayaan Publik Dipertaruhkan
KMHDI Desak Pemerintah Pastikan Pemulihan Ekosistem Pascakebakaran
Hilirisasi  Mineral  Pilar  Strategis  Dongkrak  Kinerja  dan  Investasi  Ekonomi  Nasional
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Ombudsman Apresiasi Kapolri Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Pelabuhan Belawan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Titipkan 3 Pesan Penting untuk PAC Cileles Lebak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tata Kelola Pupuk Nonsubsidi Dinilai Kurang Transparan, CERI Desak BPK Audit Khusus

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Marwan Jafar Salurkan 150 Tangki Air Bersih di Pati

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:09 WIB

David Pajung: Dua Tahun Pemerintahan Momentum Evaluasi dan Penguatan Agenda Pembangunan

Berita Terbaru