Ironi Muktamar NU ke-35: Wartawan Menunggu Seharian, Akses Peliputan Dibatasi

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Jombang — Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang menuai sorotan dari kalangan wartawan. Panitia muktamar dinilai terkesan tertutup terhadap kerja-kerja jurnalistik karena wartawan yang hendak meliput jalannya rapat harus tertahan di pintu masuk.

Sejumlah wartawan mengaku telah menunggu sejak pagi hingga malam hari dalam kondisi panas-panasan untuk mendapatkan akses peliputan ke dalam arena muktamar. Namun, akses tersebut tidak kunjung diberikan secara leluasa.

Wartawan hanya sempat diperbolehkan masuk secara terbatas, yakni sekitar 10 menit dengan jumlah maksimal 10 orang. Kondisi tersebut membuat wartawan kesulitan memperoleh informasi dan mengabadikan langsung jalannya agenda penting Muktamar NU ke-35.

Situasi semakin disayangkan ketika tirai hijau yang mengarah ke pintu registrasi ditutup. Selain itu, pengeras suara (speaker) yang berada di luar juga disebut dimatikan sehingga wartawan yang berada di luar tidak dapat mengikuti jalannya persidangan.

Kondisi ini berbeda dengan pelaksanaan Muktamar NU sebelumnya di Lampung, di mana wartawan mendapatkan ruang yang lebih memadai untuk menjalankan tugas jurnalistik dan meliput rangkaian kegiatan muktamar.

Menanggapi keluhan wartawan terkait akses informasi dan pengeras suara, Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada panitia, 29/8/26.

“Nanti saya coba sampaikan kepada panitia. Ini ada aspirasi dari teman-teman wartawan,” ujar Gus Ipul saat ditemui wartawan di Jombang, Jumat (29/8/2026).

Gus Ipul juga menegaskan agar wartawan tidak diperlakukan secara keras atau dibatasi secara berlebihan dalam menjalankan tugasnya.

“Jangan galak-galak kepada wartawan. Nanti saya sampaikan kepada panitia, jangan galak-galak. Wartawan ini saudara kita, ini bagian dari panitia juga, karena teman-teman di sinilah yang mengabarkan apa yang terjadi di sini,” ungkapnya.

Menurut Gus Ipul, keberadaan wartawan sangat penting dalam menyampaikan informasi mengenai jalannya Muktamar NU kepada masyarakat luas.

“Malah wartawan dirangkul dan diberikan kesempatan,” katanya.

Para wartawan yang datang ke Jombang dari berbagai daerah berharap panitia Muktamar NU ke-35 memberikan akses peliputan yang lebih terbuka dan proporsional. Mereka datang jauh-jauh untuk menjalankan tugas jurnalistik dan menyampaikan informasi kepada masyarakat Indonesia, termasuk warga NU yang tidak dapat hadir langsung di lokasi muktamar.

Pemberitaan mengenai Muktamar NU ke-35 dinilai penting karena agenda tersebut bukan hanya menjadi perhatian warga NU yang hadir di Jombang, tetapi juga ditunggu masyarakat luas, termasuk warga NU di berbagai daerah bahkan di luar negeri.

Karena itu, akses informasi dan ruang kerja bagi wartawan semestinya menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan muktamar. Keterbukaan terhadap pers akan membantu memastikan seluruh rangkaian agenda dapat diketahui publik secara akurat dan berimbang.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran
Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya
Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai
KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan
 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi
Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri
Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran
 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:47 WIB

KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:39 WIB

 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi

Berita Terbaru