Nusron Mangkir Terus, Jeffri Simanjuntak: KPK Jangan Mau Dikerjai Menteri

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP Kasat Mata (Koalisi Masyarakat Anti Mafia Tanah-red), sekaligus Ketua Bidang Advokasi, Litigasi dan Penelitian Hukum LBH Tani Nusantara, Jeffri AM Simanjuntak, S.H., M.H.,

i

Ketua Umum DPP Kasat Mata (Koalisi Masyarakat Anti Mafia Tanah-red), sekaligus Ketua Bidang Advokasi, Litigasi dan Penelitian Hukum LBH Tani Nusantara, Jeffri AM Simanjuntak, S.H., M.H.,

Ikuti kami di Google News

Harianterbit.id Jakarta — Sumpah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menuntaskan rasuah di sektor pertanahan kembali diuji. Meski Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, telah dua kali mangkir dari panggilan penyidik dengan dalih “agenda kementerian”, komisi antirasuah itu memilih mengambil sikap lunak: meyakini sang menteri akan kooperatif pada pemanggilan berikutnya.

Sikap optimistis KPK ini memantik kritik keras dari kalangan aktivis anti-mafia tanah dan praktisi hukum. Pola pemanggilan yang terkesan mengulur waktu dinilai berpotensi memberi ruang kompromi serta mengaburkan konstruksi perkara yang sejatinya sudah benderang pasca-operasi tangkap tangan (OTT).

Ketua Umum DPP Kasat Mata (Koalisi Masyarakat Anti Mafia Tanah) Jeffri AM Simanjuntak, S.H., M.H., menilai ketidakhadiran menteri dalam pemeriksaan penyidik bukan sekadar persoalan bentrok jadwal, melainkan cermin buruk iktikad penegakan hukum di lingkaran elit.

“Jangan ada perlakuan istimewa atau karpet merah bagi siapapun di hadapan hukum, termasuk seorang Menteri ATR/BPN. Publik mencatat, empat dari delapan tersangka yang sudah ditetapkan KPK merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid. Ketika lingkaran terdekat sang menteri sudah dijerat, alasan ‘kesibukan kementerian’ untuk menghindari pemeriksaan penyidik terasa sangat dangkal dan mencederai rasa keadilan masyarakat, khususnya para petani dan korban mafia tanah,” tegas Jeffri.

Lebih lanjut, Jeffri mendesak KPK untuk tidak kehilangan ‘taring’ dan segera mengambil tindakan tegas sesuai kewenangan undang-undang apabila pada pemanggilan ketiga Nusron kembali mangkir.

“KPK tidak boleh tersandera oleh kalkulasi politik. Sektor pertanahan adalah sarang mafia yang selama ini memiskinkan rakyat. Jika KPK ragu dan hanya berharap pada ‘kesadaran’ saksi kunci, maka penanganan kasus dugaan suap di ATR/BPN ini berisiko berujung pada kompromi tingkat tinggi dan penjelasannya akan menguap begitu saja,” tambah Jeffri.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa penyidik telah menelaah alasan ketidakhadiran Nusron dan meyakini yang bersangkutan akan hadir memberikan keterangan yang dibutuhkan. Pemeriksaan terhadap Nusron dinilai krusial untuk mengonfirmasi temuan bukti-bukti OTT yang menyeret delapan orang tersangka, mulai dari Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) ATR/BPN, pejabat pertanahan daerah, hingga pihak swasta pengembang besar.

Publik kini menunggu keberanian lembaga antirasuah: apakah hukum benar-benar akan ditegakkan secara tajam ke atas, ataukah KPK kembali melunak di hadapan tembok kekuasaan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Restorasi Gambut OKI Melangkah: Demplot Satu Hektare Bambu Dijadikan Cikal Bakal Pengembangan Hingga 100 Hektare
Jaksa Agung Resmikan RS Adhyaksa Jawa Timur, Komitmen Penyelenggaraan Kesehatan Yustisial
Sumpah Pemuda ke-98, GMNI Dorong Persatuan dan Keadilan
MIND ID Gandeng Investor Global, Danantara Dorong Ekosistem Baterai Terintegrasi
Di Tengah Keseharian Warga Cileungsi Kidul, Anton Sustto Dengar Secara Langsung Aspirasi Warga
Ombudsman Apresiasi Kapolri Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Pelabuhan Belawan
Ketua PW Fatayat NU Banten Titipkan 3 Pesan Penting untuk PAC Cileles Lebak
Tata Kelola Pupuk Nonsubsidi Dinilai Kurang Transparan, CERI Desak BPK Audit Khusus
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Restorasi Gambut OKI Melangkah: Demplot Satu Hektare Bambu Dijadikan Cikal Bakal Pengembangan Hingga 100 Hektare

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Nusron Mangkir Terus, Jeffri Simanjuntak: KPK Jangan Mau Dikerjai Menteri

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Jaksa Agung Resmikan RS Adhyaksa Jawa Timur, Komitmen Penyelenggaraan Kesehatan Yustisial

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, GMNI Dorong Persatuan dan Keadilan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:48 WIB

MIND ID Gandeng Investor Global, Danantara Dorong Ekosistem Baterai Terintegrasi

Berita Terbaru

Nasional

Sumpah Pemuda ke-98, GMNI Dorong Persatuan dan Keadilan

Rabu, 28 Okt 2026 - 07:26 WIB