Ngeri, Peredaran Tramadol & Eksimer Marak di Kota Berjuluk Akhlakul Karimah

Teras Media

- Penulis

Selasa, 28 November 2023 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

TerasMedia.Co, Kota Tangerang –Peredaran obat keras daftar G seperti tramadol dan eksimer kian marak. Hal itu diketahui saat Tim Sepuluh melakukan investigasi ke sejumlah toko kosmetik yang ada di Kota Tangerang.

Obat daftar G merupakan obat keras yang penggunaannya meski dalam pengawasan dokter. Penyalahgunaan obat tramadol dan eksimer dalam dosis berlebih ini dihimpun dapat menimbulkan reaksi halusinasi dan disinyalir seringkali mempengaruhi generasi millenial untuk melakukan tindakan kriminalitas seperti tawuran dan aksi gankster yang saat ini tengah marak terjadi di Kota Tangerang dan sekitarnya.

Untuk itu, pengedar obat keras daftar G ini sering dijumpai pada kios/toko klontong berkedok kosmetik, yang penjualannya dibebaskan untuk setiap kalangan bahkan anak sekolah.

Ngeri, Peredaran Tramadol & Eksimer Marak di Kota Berjuluk Akhlakul Karimah I Teras Media
Sejumlah toko/kios yang kedapatan menjual obat daftar G jenis tramadol dan eksimer foto ist. Tim Sepuluh

Nah, dari hasil investigasi, sekira 10 toko berkedok kosmetik, dijumpai ada tujuh diantaranya menjual obat keras daftar G dengan harga ecer, berkisar Rp. 15 ribu per tiga butir untuk jenis obat tramadol, dan Rp. 5 ribu untuk empat butir obat eksimer per paket pelastik klip.

“Beli eksimer goceng empat, tramadol lima belas, tiga,” ungkap seorang pemuda berinisial Ptk saat membeli obat daftar G ini di kawasan Pinang, Senin, 27 November 2023.

Dari hasil investigasi ini, Tim Sepuluh berharap agar pihak Kepolisian dapat segera melakukan tindakan penutupan toko penjual obat keras daftar G tersebut.

“Setelah melakukan investigasi ini, kami selaku Tim Sepuluh meminta pihak berwajib untuk segera menutup toko-toko berkedok kosmetik penjual obat daftar G yang merusak para generasi muda khususnya anak-anak yang masih sekolah,” ungkapnya.

“Karena saya lihat sendiri banyak anak sekolah yang membeli obat keras tersebut, bahkan warga yang langsung menenggak obat di lokasi,” tambahnya.

Untuk diketahui Tim Sepuluh merupakan tim independen yang melakukan kegiatan investigasi yang tergabung dari berbagai aliansi, aktivis, beserta para jurnalis.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tragis, Wisatawan Asal Serang Tenggelam di Curug Goong Pandeglang
Wisatawan Hilang Terseret Ombak di Lebak, Basarnas Banten Kerahkan Tim Rescue
Pohon Tumbang di Gerem Cilegon, Akses PT Statomer Lumpuh Dua Jam
Pohon Besar Tumbang, Akses Dadap–Kosambi Lumpuh
KITA Desak Pemerintah Tetapkan Bencana Sumatera Utara sebagai Bencana Nasional
Putri Wardhana Bergaya Glamor, Pengamat Minta Presiden Copot Menteri Parawisata
Gawat, Jaksa Agung Diminta Periksa dan Selidiki Proyek Bantuan Benih Padi di Jawa Barat
92 Presen Stok Beras Nasional Berada di Swasta, Pemerintah Optimalkan Intervensi dengan 4 Juta Ton Beras
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:20 WIB

Tragis, Wisatawan Asal Serang Tenggelam di Curug Goong Pandeglang

Rabu, 25 Maret 2026 - 15:52 WIB

Wisatawan Hilang Terseret Ombak di Lebak, Basarnas Banten Kerahkan Tim Rescue

Selasa, 17 Februari 2026 - 03:10 WIB

Pohon Tumbang di Gerem Cilegon, Akses PT Statomer Lumpuh Dua Jam

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:48 WIB

Pohon Besar Tumbang, Akses Dadap–Kosambi Lumpuh

Senin, 1 Desember 2025 - 22:44 WIB

KITA Desak Pemerintah Tetapkan Bencana Sumatera Utara sebagai Bencana Nasional

Berita Terbaru

Keterangan foto : Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, Senin (13/4/2026)

Headline

Gagap Data Anggaran, Menteri Pariwisata Layak Di-Reshuffle

Rabu, 15 Apr 2026 - 22:30 WIB