Agis dan Lukisannya: Karya yang Berbicara di Tengah Keterbatasan

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Agis dengan bangga menawarkan hasil karyanya sendiri, Selasa (16/2/2026)

i

Keterangan foto: Agis dengan bangga menawarkan hasil karyanya sendiri, Selasa (16/2/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Serang – Di tengah hiruk-pikuk keramaian sekitar Indomaret, sosok kecil yang duduk tenang di atas tikar terpal menjadi sorotan tak terduga. Tangannya yang masih kecil namun lincah menggerakkan kuas dengan penuh fokus, setiap goresan warna di atas kertas kosong seolah menjadi jendela bagi dunia yang ia ciptakan sendiri. Ini adalah Agis, seorang anak kecil yang memilih jalan yang berbeda dari banyak teman seusianya.

Tak seperti anak-anak seusianya yang sering menghabiskan waktu bermain atau bahkan meminta-minta di jalanan, Agis dengan bangga menawarkan hasil karyanya sendiri. Setiap lembar kertas yang ia jual adalah karya unik, ada pemandangan sawah yang hijau menyegarkan, karakter kartun yang lucu, hingga ilustrasi bunga-bunga penuh warna yang seolah hidup. Semua itu dibuat dengan alat yang sangat sederhana: beberapa cat yang sudah hampir habis, kuas yang ujungnya mulai aus, dan kertas bekas yang ia kumpulkan dengan susah payah.

Ketika seorang netizen mengarahkan kamera padanya, ekspresi wajahnya tak menunjukkan rasa minder sedikit pun. Ia tetap fokus menggaris bagian sayap burung yang sedang ia gambar, sambil sesekali mengangkat wajah dengan senyum lembut saat ada yang lewat. Ketika akhirnya netizen itu menghampirinya dengan membawa coklat hangat, Agis menangis pelan. Air mata itu bukan karena kesedihan semata, melainkan campuran rasa terharu karena ada yang peduli dan bangga atas apa yang ia hasilkan.

“Dulu saya tinggal di Banten, tepatnya di Jalan Cipto Mangunkusumo RT 2 RW 7, Peninggilan Ciledug Tangerang,” ujarnya sambil mengusap air matanya.

Kadang-kadang ia berpindah tempat berjualan sesuai dengan tempat yang dianggap lebih ramai pengunjung. Di saat banyak anak seusianya memilih untuk mengandalkan bantuan orang lain, Agis memilih untuk berkarya. Di saat banyak orang dewasa mengeluh tentang kesulitan hidup, ia justru berjuang dengan penuh semangat melalui setiap goresan kuasnya.

Keterbatasan yang ia alami bukanlah penghalang. Dia tidak punya tempat tinggal yang tetap, tidak punya uang untuk membeli alat lukis yang baik, bahkan terkadang kesulitan mendapatkan makanan yang cukup.

Namun semua itu tak pernah membuatnya berhenti menggambar. Lukisan adalah cara ia menunjukkan bahwa dia bisa berdiri sendiri, bahwa ia punya nilai dan bakat yang layak untuk dikenali.

Penulis : Nanang

Editor : Red

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rekor Baru Selesaikan Studi 2 Tahun Lebih, Jessy Wijaya Gemilang di Wisuda UGM
Soenarko dan Rencana Mobilisasi Massa Jelang Pengumuman Pilpres
Mengenal Sosok Selegram Pemersatu Bangsa Atiensimon
Horee, Rumah Makan Bunda Khas Lebak Resmi di Lounching Dengan Menu Andalan Nasigoreng Ayam Kampung
Dibawah Komando Irfan Wibowo Kejari Kota Bandung Raih Rekor MURI Pembagian KIA Terbanyak, Kinerja Pidum Humanis dan Pidsus Tajam
Abdul Qohar Dirdik Jampidsus, Sosok Jaksa Berhasil Ungkap Kasus Tom Lembong dan Suap 3 Hakim PN Surabaya
Kombes Pol Ade Mulyana Dipromosikan Jadi Dirreskrimum Polda Kepri, Begini Harapan Komisi III DPR RI
Berikut Sosok Irfan Wibowo Kepala Kejari Kota Bandung yang Baru dan Prestasi
Berita ini 49 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 00:33 WIB

Rekor Baru Selesaikan Studi 2 Tahun Lebih, Jessy Wijaya Gemilang di Wisuda UGM

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:10 WIB

Soenarko dan Rencana Mobilisasi Massa Jelang Pengumuman Pilpres

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:39 WIB

Agis dan Lukisannya: Karya yang Berbicara di Tengah Keterbatasan

Senin, 16 Februari 2026 - 20:28 WIB

Mengenal Sosok Selegram Pemersatu Bangsa Atiensimon

Kamis, 23 Oktober 2025 - 13:26 WIB

Horee, Rumah Makan Bunda Khas Lebak Resmi di Lounching Dengan Menu Andalan Nasigoreng Ayam Kampung

Berita Terbaru