Produksi Anak Negeri dilirik Camel Petir

Teras Media

- Penulis

Jumat, 7 Juli 2023 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : PT Teknindo Global Jaya perusahaan yang bergerak di bidang Mechanical Electrical, Industrial Manufacture and Carosery, Construction and Machinning tak luput dari perhatian dan lirikan Hj.Camellia Panduwinata atau Camel Petir, Jumat (7/7/2023)

i

Keterangan foto : PT Teknindo Global Jaya perusahaan yang bergerak di bidang Mechanical Electrical, Industrial Manufacture and Carosery, Construction and Machinning tak luput dari perhatian dan lirikan Hj.Camellia Panduwinata atau Camel Petir, Jumat (7/7/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Bogor – PT Teknindo Global Jaya perusahaan yang bergerak di bidang Mechanical Electrical, Industrial Manufacture and Carosery, Construction and Machinning tak luput dari perhatian dan lirikan Hj.Camellia Panduwinata atau Camel Petir. Cerita kesuksesan seorang anak desa yang merintis usahanya dari seorang tukang las hingga dapat memiliki beberapa perusahaan dengan puluhan orang karyawan menjadi pemicu rasa ingin tahu seorang Camel Petir politisi dari partai PKB ini.

Joko Waluyo pemilik perusahaan yang berlokasi di Rawa Bebek Bekasi mengatakan bahwa berkat karunia Allah SWT, usaha yang gigih pantang menyerah dan mau belajar serta doa restu dari orang tua lah yang mengantarkannya sampai di titik seperti sekarang ini dan yang tidak kalah pentingnya niat berbagi dengan sesama, dengan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain tentu menjadi berkah untuk keluarga orang tersebut.

Saat ini PT Teknindo Global Jaya atau TGJ memproduksi alat untuk membantu pertanian, alat mesin modifikasi anak negeri yang diperuntukkan agar dapat membantu para petani panen ataupun untuk membajak sawah, alat alat tersebut diproduksi disesuaikan dengan kontur dan geografis tanah di Indonesia, sehingga dapat memaksimalkan kinerja para petani.

Camel walaupun sebagai seorang politisi Caleg DPR RI Dapil Kota Bogor dan Cianjur tidak menutup mata dengan hal-hal positif yang dia lihat, walaupun hal tersebut tidak berada di wilayah Dapilnya. Camel melihat kesungguhan dan keuletan anak bangsa yang berpotensi dan memiliki hasil karya nyata ini harus mendapat support dukungan dari para pemilik kebijakan di negara ini, karena hasil produk yang diciptakan akan banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena Camel melihat produksi dalam negeri pun tidak kalah dengan produk luar, maka kita harus mencintai produksi dalam negeri untuk membantu mensejahterakan bangsa Indonesia.

Sebagai Organisatoris di HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dan Bendum KITA (Kerapatan Indonesia Tanah Air) Camel merasa produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini sesuai dengan kebutuhan para petani saat ini.

“ Saya sering mendengar keluhan para petani di daerah, karena mereka kewalahan bekerja keras tapi yang dihasilkan tidak sebanding dengan capeknya, belum lagi harga jual yang fluktiatif membuat para petani kesulitan untuk hidup nyaman, saya merasa alat-alat canggih produk dalam negeri ini adalah salah satu jawaban dan solusi dari keluhan-keluhan tersebut, saya berharap pemerintah dapat mendukung dan memberikan kebijakan agar anak bangsa yang memiliki prestasi dan karya nyata dapat dukungan untuk memproduksi mesin atau alat-alat yang dibutuhkan para petani, jangan segala sesuatu mengimport padahal belum tentu sesuai dengan kondisi di Indonesia” tutur Camel.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kasus Ekspor CPO: DPR Minta Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pencucian Uang
Peran Militer Kian Kuat di Era Prabowo, BaraNusa Ingatkan Keseimbangan Reformasi
Libur Panjang: Penumpang Whoosh Ramai, Manfaatkan KA Feeder Gratis
Pemindahan Alun-Alun Kepanjen Dipertanyakan, DPRD Minta Dokumen Lengkap
Firman Soebagyo Desak Evaluasi Ekspor Sawit Satu Pintu, Harga TBS Petani Terpuruk
Temuan BPK: Potensi Rugi Rp1,3 Triliun, Kejari Karawang Segel PT BAS, Kejagung Diminta Bertindak
Menggali Potensi di Selat Tersibuk Dunia: Rintis Layanan Maritim di Pulau Nipa, Realitas dan Tantangan Layanan Maritim Indonesia
Firman Soebagyo Sebut APBN Tak Cukup Dongkrak Ekonomi, Swasta Harus Diberi Ruang Tumbuh
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 00:15 WIB

Kasus Ekspor CPO: DPR Minta Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pencucian Uang

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:26 WIB

Peran Militer Kian Kuat di Era Prabowo, BaraNusa Ingatkan Keseimbangan Reformasi

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:35 WIB

Libur Panjang: Penumpang Whoosh Ramai, Manfaatkan KA Feeder Gratis

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:43 WIB

Pemindahan Alun-Alun Kepanjen Dipertanyakan, DPRD Minta Dokumen Lengkap

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:11 WIB

Firman Soebagyo Desak Evaluasi Ekspor Sawit Satu Pintu, Harga TBS Petani Terpuruk

Berita Terbaru

Keterangan foto : Gedung KPK, Jumat (14/4/2023)

Hukum dan Kriminal

KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:43 WIB