Yasonna Resmikan 28 Graha Kempo di Kemenkumham Kalbar, Begini Pesannya

Teras Media

- Penulis

Kamis, 30 November 2023 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Menkumham RI) Yasonna H Laoly, meresmikan 28 Graha Kempo (FKI) Kemenkumham Kalbar di halaman Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pontianak, Selasa (28/11).

i

Keterangan foto : Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Menkumham RI) Yasonna H Laoly, meresmikan 28 Graha Kempo (FKI) Kemenkumham Kalbar di halaman Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pontianak, Selasa (28/11).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Kalbar –  Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Menkumham RI) Yasonna H Laoly, meresmikan 28 Graha Kempo (FKI) Kemenkumham Kalbar di halaman Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pontianak, Selasa (28/11). Dia berharap, lahir Atlit – atlit Kempo berbakat dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Federasi Kempo Indonesia (FKI) dengan masa bakti 2022-2026, Yasonna H. Laoly bertekat mampu membawa Indonesia kedalam ranah Internasional. Menurut Yasonna, dibentuknya Graha Kempo di Kanwil Kemenkumham Kalbar guna meningkatkan kesehatan fisik, kekuatan otot, kelincahan dan keterampilan dalam pertahanan diri, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) dalam memberikan pelayanan prima harus memiliki kepercayaan diri, kuat fisik dan mental serta kemampuan dalam mengelola emosi khususnya petugas pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan Negara (Rutan), Kantor Imigrasi (Kanim) serta Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim).

“FKI yang didirikan sejak tanggal 10 November 2018 di Jakarta dengan nama Persatuan Olahraga Kempo Indonesia (PORKEMI) kemudian mengalami perubahan nama menjadi FKI pada tanggal 30 Januari 2021,” ujar Yasonna dalam sambutannya.

Kedepannya Yasonna berharap dengan kegiatan ini dapat meningkatkan semangat perjuangan dengan menorehkan prestasi sampai ke tingkat dunia yang diberikan oleh Ksatria di lingkup Kanwil Kemenkumham Kalbar.

“Saya berharap dengan dilaksanakannya kegiatan pelatihan kempo ini di Lingkup Kanwil Kemenkumham Kalbar, dapat memberi bekal pelatihan beladiri bagi petugas serta pembentukan mental dan kedepannya agar para peserta pelatihan dapat mengaplikasikan teknik-teknik bela diri kempo untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu di lingkup Lapas, Rutan dan Kanim. Saya juga berharap dapat lahir Ksatria Kempo yang berbakat di jajaran Kanwil Kemenkumham Kalbar,” ujar Menteri Hukum dan HAM Di akhir amanatnya Menkumham berharap akan semakin banyak lagi prestasi yang akan kita peroleh setelah dilaksanakannya Peresmian Graha Kempo Kemenkumham Kalbar.

“Semoga meningkatkan semangat perjuangan dengan menorehkan prestasi anak bangsa pada setiap Kejuaraan Nasional maupun Internasional yang dapat mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia,” tutupnya.

Kegiatan peresmian juga dirangkaikan dengan Penandatanganan dan penyematan jaket FKI kepada Perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dilingkungan Kanwil Kemenkumham Kalbar yaitu Lapas Pontianak dan Kanim Pontianak, sekaligus penyerahan bendera Pataka FKI dan Penandatanganan Prasasti yang dilakukan oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalbar Muhammad Tito Andrianto, didampingi para Kepala Divisi dan Kepala Unit PelaksanaTeknis se- Kalimantan Barat serta Ksatria Kempo Kanwil Kemenkumham Kalbar berjumlah 145 ksatria dan dikahiri dengan penampilan Ksatria FKI Kemenkumham Kalbar. (Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Peringati Hari Lahir Pancasila, Firman Soebagyo Soroti Kesenjangan Ekonomi hingga Polarisasi Identitas
Puncak Arus Balik: KCIC Operasikan 6 Perjalanan Tambahan Whoosh ke Jakarta
Kasus Ekspor CPO: DPR Minta Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pencucian Uang
Peran Militer Kian Kuat di Era Prabowo, BaraNusa Ingatkan Keseimbangan Reformasi
Libur Panjang: Penumpang Whoosh Ramai, Manfaatkan KA Feeder Gratis
Pemindahan Alun-Alun Kepanjen Dipertanyakan, DPRD Minta Dokumen Lengkap
Firman Soebagyo Desak Evaluasi Ekspor Sawit Satu Pintu, Harga TBS Petani Terpuruk
Temuan BPK: Potensi Rugi Rp1,3 Triliun, Kejari Karawang Segel PT BAS, Kejagung Diminta Bertindak
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 13:52 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Firman Soebagyo Soroti Kesenjangan Ekonomi hingga Polarisasi Identitas

Senin, 1 Juni 2026 - 12:29 WIB

Puncak Arus Balik: KCIC Operasikan 6 Perjalanan Tambahan Whoosh ke Jakarta

Senin, 1 Juni 2026 - 00:15 WIB

Kasus Ekspor CPO: DPR Minta Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pencucian Uang

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:26 WIB

Peran Militer Kian Kuat di Era Prabowo, BaraNusa Ingatkan Keseimbangan Reformasi

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:35 WIB

Libur Panjang: Penumpang Whoosh Ramai, Manfaatkan KA Feeder Gratis

Berita Terbaru