Adde Rosi Sebut Keterwakilan Perempuan di DPR Tak Cukup Angka, Perlu Posisi Strategis

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, Rabu (10/6/2026)

i

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, Rabu (10/6/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, menegaskan bahwa upaya menciptakan parlemen yang responsif terhadap isu gender tidak hanya bergantung pada jumlah keterwakilan perempuan. Lebih dari sekadar memenuhi kuota, perempuan harus mendapatkan kesempatan setara untuk menduduki posisi strategis dan terlibat langsung dalam pengambilan keputusan.

“Diskusi soal keterwakilan perempuan tidak berhenti pada keberadaan di kursi parlemen, melainkan harus mencakup peluang menduduki posisi kepemimpinan dan struktur penting,” ujar Adde, yang juga anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP), dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Ia menilai pembentukan budaya politik yang inklusif dan adil bagi perempuan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Hingga kini, sejumlah hambatan masih kerap ditemui, mulai dari pandangan stereotip soal kemampuan memimpin, beban peran ganda antara tugas publik dan tanggung jawab keluarga, hingga keterbatasan akses terhadap jaringan politik yang berpengaruh.

Untuk mengatasi hal tersebut, Adde menekankan pentingnya membangun solidaritas dan kerja sama lintas partai di antara anggota legislatif perempuan. Kolaborasi ini dinilai krusial tidak hanya untuk memperkuat advokasi kebijakan, tetapi juga sebagai wadah saling mendukung, berbagi pengalaman, serta membuka jalan bagi lahirnya pemimpin-pemimpin perempuan baru.

“Kerja sama lintas partai ini menjadi sarana penting untuk pendampingan, penguatan kelembagaan, dan memperluas peluang bagi generasi pemimpin perempuan berikutnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Adde menilai parlemen memiliki peran strategis dalam mengubah pola pikir dan norma sosial yang selama ini membatasi ruang gerak perempuan. Melalui fungsi legislasi, penyusunan anggaran, hingga pengawasan, parlemen dapat menentukan arah kebijakan apakah akan mempertahankan ketimpangan atau justru mewujudkan kesetaraan.

Ia mencontohkan upaya perlindungan perempuan dan penanganan kekerasan berbasis gender yang membutuhkan pendekatan terpadu lintas sektor, bukan program yang berdiri sendiri. “Memperkuat peran perempuan dalam politik bukan isu sempit, ini menyangkut kualitas demokrasi, legitimasi lembaga negara, dan efektivitas pemerintahan secara menyeluruh,” tambahnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Golkar: E-Voting Perlu Kajian Mendalam, Infrastruktur dan Regulasi Matang
SOKSI Hidupkan Kembali Program P2KB untuk Perkuat Kaderisasi Jelang Pemilu 2029
Izin Dicabut tapi Tetap Beroperasi, Kejagung Bongkar Rekayasa Dokumen Ekspor PT AKT
52 Penerbangan Terdampak Gangguan Sinyal, DPR: Bahaya Fatal Ancam Keselamatan
Wacana Sanksi Blacklist dan Pembatasan Uang Tunai, Doli: Demi Pemilu Berintegritas
Pasokan Ikan Nasional Terancam, Firman Soebagyo Dorong Solusi Pemerintah
Ngerih Bener, PAN Banten Bidik Tiga Besar Pemilu 2029
Arif Rahman: Konsolidasi Kunci Kesiapan NasDem Hadapi Dinamika Politik
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Adde Rosi Sebut Keterwakilan Perempuan di DPR Tak Cukup Angka, Perlu Posisi Strategis

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:59 WIB

Golkar: E-Voting Perlu Kajian Mendalam, Infrastruktur dan Regulasi Matang

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:39 WIB

SOKSI Hidupkan Kembali Program P2KB untuk Perkuat Kaderisasi Jelang Pemilu 2029

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:46 WIB

Izin Dicabut tapi Tetap Beroperasi, Kejagung Bongkar Rekayasa Dokumen Ekspor PT AKT

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:26 WIB

52 Penerbangan Terdampak Gangguan Sinyal, DPR: Bahaya Fatal Ancam Keselamatan

Berita Terbaru

Daerah

Bank Banten Kembali Dipercaya Salurkan Bansos

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:45 WIB