Tim 8 Prabowo-Gibran Siap Jadi Mata dan Telinga Presiden di Akar Rumput

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abdul Havid Permana

i

Abdul Havid Permana

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Aksi demonstrasi mahasiswa dipandang sebagai wujud partisipasi publik yang sah untuk menyampaikan aspirasi dan kritik. Namun menurut Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran, gelombang ketidakpuasan yang muncul belakangan ini lebih disebabkan oleh lemahnya pengelolaan informasi serta kinerja pejabat yang kurang cermat dalam menjalankan program yang telah disusun. Akibatnya, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan saat ini tercatat di bawah 60 persen, sebuah kondisi yang dinilai sangat memprihatinkan.

Pemerintah telah meluncurkan sejumlah program strategis nasional yang dinilai sangat baik, antara lain Program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Program MAGENTA. Masing-masing program tersebut memiliki tujuan mulia: menyerap jutaan tenaga kerja, memenuhi kebutuhan ekonomi warga desa, memberikan akses pendidikan berkualitas bagi keluarga kurang mampu, hingga membekali mahasiswa dan lulusan baru dengan pengalaman kerja di Badan Usaha Milik Negara.

Namun, keunggulan di atas kertas itu berpotensi menjadi kontroversi jika tidak melibatkan partisipasi publik secara nyata. Tanpa pengawasan yang terbuka, pelaksanaan di lapangan justru berisiko menjadi ladang penyimpangan karena terkesan eksklusif dan tertutup.

Menyikapi hal ini, Koordinator Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran, Abdul Havid Permana, mengingatkan bahwa jaringan relawan yang masih solid hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal di setiap daerah. Sebagai bagian dari gerakan masyarakat sipil, relawan memiliki keunggulan dapat diterima di berbagai lapisan masyarakat.

“Relawan siap menjadi mata, telinga, tangan, dan kaki Presiden untuk mengharmoniskan kondisi di lapangan. Kami meminta Kantor Staf Presiden berperan sebagai jembatan komunikasi agar sinergi terjalin kembali. Jangan saling menunggu, tapi harus ada inisiatif bersama agar program berjalan tertib dan tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Koordinator Tim 8 Prabowo-Gibran, Isman Muslim, menambahkan bahwa jangkauan birokrasi dalam mengawasi program memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, peran relawan dapat menjadi lapis pengawalan tambahan yang efektif karena menyentuh langsung ke tingkat akar rumput.

“Kami siap berkontribusi memberikan laporan dan informasi nyata di lapangan. Namun kami juga sadar diri: jika kehadiran kami tidak lagi dibutuhkan, maka kami akan bersikap pasif dalam memberikan dukungan,” pungkas Isman.

Relawan menegaskan, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan elemen masyarakat, optimisme terhadap keberhasilan program-program unggulan tetap bisa dijaga dan dikembalikan ke jalur yang benar.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Firman Soebagyo Kecewa Nelayan Tak Dilibatkan dalam Pembentukan Koperasi Desa Nelayan Merah Putih
HMI dan KOHATI Cabang Bogor Dilantik, Perkuat Kaderisasi dan Pemberdayaan Perempuan
BEM SI Pilih DPR Jadi Lokasi Demo, Nilai Wakil Rakyat Tak Lagi Pro Kepentingan Publik
Ribuan Personel Gabungan Amankan Aksi Demo di DPR, Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis
Perusahaan Pengolah Limbah B3 Diduga Cemari Sungai, Ditegur Masyarakat
Rata-rata Lama Sekolah di Banten Meningkat, Program Sekolah Gratis bagi Swasta Perluas Akses Pendidikan
Lewat Transformasi Digital, PERADI Profesional Dekatkan Keadilan ke Masyarakat
Rakyat Banten Diminta Turun Bergerak, Jangan Bebankan Perjuangan Hanya kepada Mahasiswa
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:29 WIB

Tim 8 Prabowo-Gibran Siap Jadi Mata dan Telinga Presiden di Akar Rumput

Senin, 15 Juni 2026 - 21:03 WIB

Firman Soebagyo Kecewa Nelayan Tak Dilibatkan dalam Pembentukan Koperasi Desa Nelayan Merah Putih

Senin, 15 Juni 2026 - 20:49 WIB

HMI dan KOHATI Cabang Bogor Dilantik, Perkuat Kaderisasi dan Pemberdayaan Perempuan

Senin, 15 Juni 2026 - 20:16 WIB

BEM SI Pilih DPR Jadi Lokasi Demo, Nilai Wakil Rakyat Tak Lagi Pro Kepentingan Publik

Senin, 15 Juni 2026 - 20:04 WIB

Ribuan Personel Gabungan Amankan Aksi Demo di DPR, Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis

Berita Terbaru

Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir

Hukum dan Kriminal

Matahukum: Tak Ada Kompromi, Copot dan Periksa Dirjen Planologi

Senin, 15 Jun 2026 - 21:25 WIB