BEM SI Pilih DPR Jadi Lokasi Demo, Nilai Wakil Rakyat Tak Lagi Pro Kepentingan Publik

Avatar photo

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co JAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan wilayah Jakarta mengungkap alasan memilih menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). Lokasi tersebut dipilih sebagai bentuk kritik terhadap DPR RI yang dinilai tidak lagi berpihak kepada kepentingan rakyat.

Koordinator Daerah BEM SI Jakarta, Farizal, mengatakan pihaknya menilai DPR dalam satu bulan terakhir tidak menunjukkan sikap yang pro terhadap masyarakat.

“Kami merasa bahwasanya DPR satu bulan ini tidak bekerja. DPR satu bulan ini tidak menunjukkan sikap pro terhadap rakyat,” ujar Farizal kepada wartawan di lokasi aksi.

Menurut dia, demonstrasi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap DPR RI yang dianggap lebih fokus pada pembahasan dan pengesahan RUU Polri dibandingkan menindaklanjuti berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.

“Ketika ada kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah ataupun suatu kementerian, DPR diam. Dan DPR berfokus hanya pada pembuatan RUU Polri,” katanya.

Selain itu, BEM SI menilai DPR lebih banyak membahas isu-isu yang dianggap menguntungkan pihak tertentu. Karena itu, mereka menilai lembaga legislatif tersebut telah mengabaikan aspirasi masyarakat.

Dalam aksi tersebut, massa juga menolak ajakan untuk masuk ke dalam kompleks parlemen. BEM SI meminta perwakilan DPR RI keluar menemui massa aksi dan berdialog secara langsung di lokasi demonstrasi.

“Kami tidak mau untuk kami yang masuk ke dalam, dan kami ingin perwakilan daripada Dewan Perwakilan Rakyat menemui massa aksi di sini. Kita duduk bersama-sama, kita berpanas-panasan di sini, tidak duduk diam karena lagi-lagi diam adalah sebuah pengkhianatan,” tutur Farizal.

Dalam aksi itu, BEM SI membawa sejumlah tuntutan, antara lain mengevaluasi kembali pengesahan RUU Polri, menstabilkan nilai tukar rupiah dengan menghentikan pemborosan APBN, mengevaluasi program-program populis seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, serta meminta Presiden dan pemerintah mengakui kegagalan dalam kepemimpinannya.

Di hadapan massa, para orator juga menegaskan bahwa mahasiswa bukanlah musuh negara, melainkan bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kondisi bangsa.

“Ini bukti mahasiswa cinta negeri ini, bahwa mahasiswa bukan antek-antek asing,” teriak salah seorang orator.

Orator lainnya menegaskan bahwa mahasiswa hadir untuk menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Di sini kita bukan hanya sebagai mahasiswa, tapi sebagai wakil rakyat. Kitalah wakil rakyat sebenarnya, teman-teman, bukan yang ada di dalam,” serunya.

Editor : David

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Firman Soebagyo Kecewa Nelayan Tak Dilibatkan dalam Pembentukan Koperasi Desa Nelayan Merah Putih
HMI dan KOHATI Cabang Bogor Dilantik, Perkuat Kaderisasi dan Pemberdayaan Perempuan
Ribuan Personel Gabungan Amankan Aksi Demo di DPR, Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis
Perusahaan Pengolah Limbah B3 Diduga Cemari Sungai, Ditegur Masyarakat
Rata-rata Lama Sekolah di Banten Meningkat, Program Sekolah Gratis bagi Swasta Perluas Akses Pendidikan
Lewat Transformasi Digital, PERADI Profesional Dekatkan Keadilan ke Masyarakat
Rakyat Banten Diminta Turun Bergerak, Jangan Bebankan Perjuangan Hanya kepada Mahasiswa
MataHukum Desak Kejari Usut Proyek Jalan Rp10,6 Miliar di PUPR Lebak
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 21:03 WIB

Firman Soebagyo Kecewa Nelayan Tak Dilibatkan dalam Pembentukan Koperasi Desa Nelayan Merah Putih

Senin, 15 Juni 2026 - 20:49 WIB

HMI dan KOHATI Cabang Bogor Dilantik, Perkuat Kaderisasi dan Pemberdayaan Perempuan

Senin, 15 Juni 2026 - 20:16 WIB

BEM SI Pilih DPR Jadi Lokasi Demo, Nilai Wakil Rakyat Tak Lagi Pro Kepentingan Publik

Senin, 15 Juni 2026 - 16:36 WIB

Perusahaan Pengolah Limbah B3 Diduga Cemari Sungai, Ditegur Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 12:26 WIB

Rata-rata Lama Sekolah di Banten Meningkat, Program Sekolah Gratis bagi Swasta Perluas Akses Pendidikan

Berita Terbaru

Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir

Hukum dan Kriminal

Matahukum: Tak Ada Kompromi, Copot dan Periksa Dirjen Planologi

Senin, 15 Jun 2026 - 21:25 WIB