Tempe Azaki Jadi Produk Inovasi Pangan Tim Peneliti IPB University

Teras Media

- Penulis

Kamis, 11 Agustus 2022 - 05:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

TerasMedia.co Bogor – Tempe Azaki yang diproduksi oleh Rumah Tempe Azaki Bogor atau dikenal dengan nama PT Azaki Food Internasional binaan Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB). Hal ini menjadi salah satu dari empat hasil penelitian pangan berbasis protein yang dilaunching oleh Tim Peneliti IPB University, Bogor,” Bogor 10 Agustus 2022.

Dalam kegiatan launching yang diselenggarakan di Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Rabu (10/8/2022) tim peneliti IPB merilis empat hasil penelitian tentang pangan berbasis protein, dalam mengatasi krisis pangan, diantaranya ayam lokal unggul IPB D1, Kedelai Budidaya Jenuh Air (BJA) IPB, Kacang tunggak dan kecipir serta Tempe Azaki.

Turut hadir dalam kegiatan launching yaitu Rektor IPB University-Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB- Dr. Ir. Ernan Rustiadi, MAgr., Ketua Penelitian Ayam IPB D1- Prof. Dr. Ir. Cece Sumantri, M.Sc., Ketua Penelitian Kedelai Budidaya IPB-Prof. Dr. Ir. Munif Ghulamahdi, M.S., Ketua Penelitian Kacang Tunggak IPB-Prof. Dr. Muhamad Syukur, S.P., M.Si., Ketua Penelitian Tempe Azaki-Prof. Dr. Ir. Made Astawan, M.S. dan Direktur PT. Azaki Food Internasional sekaligus Ketua Umum FKDB, Cucup Ruhiyat, S.E.

Prof. Dr. Ir. Made Astawan, M.S. dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University selaku peneliti Tempe Azaki telah membuktikan bahwa tempe dapat diandalkan sebagai sumber protein nabati. Hal ini karena kualitas protein yang hampir setara dengan sumber protein hewani. Selain itu, tempe juga terbukti memiliki kandungan yang dapat mencegah atau mengobati berbagai macam penyakit diantaranya diabetes melitus, hipertensi, kolesterol, jantung, osteoporosis, dan lainnya.

“Oleh karena telah terbukti menyehatkan, maka tempe telah ditetapkan sebagai salah satu dari sembilan superfood dunia. Hal ini menjadikan tempe semakin diminati di dunia dan otomatis pasar tempe menjadi terbuka luas,” kata Prof Made.

Prof Made juga menambahkan peluang tempe dipasar global menginspirasi dirinya untuk melakukan pembinaan UKM tempe agar Salah satu binaannya adalah Rumah Tempe Azaki di Bogor yang telah berhasil menjadi supplier tempe untuk diekspor ke 2 negara diantaranya Jepang dan Korea Selatan.

Direktur PT. AFI, Cucup Ruhiyat menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor tidak lepas dari kesungguhan Azaki selama ini, yang telah berhasil menyajikan produk tempe berkualitas yang layak ekspor ke pasar Jepang secara kontinyu mulai dari bulan Juni 2021 lalu dan ke Korea Selatan di bulan Juli 2022. Adapun saat ini produk Tempe dari Rumah Tempe Azaki yang di ekspor ke Jepang sudah mencapai 31 ton per bulan sedangkan ke Korea Selatan baru mencapai 7,6 ton per bulan. Diharapkan dengan

“Berkat keberhasilan ekspor ke Jepang, pada akhirnya didengar oleh salah satu importir dari Korea Selatan. Pasar tempe di Korea Selatan ini pun cukup menjanjikan, karena makanan yang terbuat dari kacang kedelai ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat Korea, sehingga potensi untuk keberlanjutan ekspor tempe Azaki ke Korea Selatan ini cukup besar,” jelas Cucup

Selanjutnya, dalam peningkatan kapasitas produksi dan juga kualitas tempe, Rumah Tempe Azaki melanjutkan kerjasama dengan IPB University melalui bantuan dana dari skema Matching Fund 2022. Kegiatan ini diketuai oleh Prof Made Astawan, dengan melibatkan sejumlah dosen serta mahasiswa S3, S2 dan S1 IPB University. Dari kegiatan ini, Rumah Tempe Azaki sebagai mitra kegiatan, akan mendapatkan bantuan sejumlah peralatan untuk menunjang peningkatan kapasitas produksi dan sekaligus kualitas tempenya menuju pasar ekspor.

“Semoga dengan kerjasama ini, Rumah Tempe Azaki dapat terus meningkatkan kualitas tempe dan juga mendapatkan peluang pasar ekspor yang lebih luas” tutup Cucup

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama
Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni
Dualisme Aturan dan Agen Ilegal, Masalah Pelaut Indonesia Belum Usai
Rekor Gila! Baru 6 Hari Dilantik Prabowo, Ketua Ombudsman Langsung Digiring Kejagung
Skandal Intervensi Tambang Nikel, Kejagung Tahan HS di Salemba
Soroti Tender Rp121 M, Mukhsin Nasir: KPK Periksa Menag
Ujung Kulon Terancam, Arif Rahman: Paru-Paru Dunia Butuh Perhatian
Optimisme Tinggi! Herman Khaeron dan Anton Suratto Pastikan Jabar Tetap Juara
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 22:16 WIB

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama

Kamis, 16 April 2026 - 21:00 WIB

Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni

Kamis, 16 April 2026 - 19:19 WIB

Dualisme Aturan dan Agen Ilegal, Masalah Pelaut Indonesia Belum Usai

Kamis, 16 April 2026 - 19:06 WIB

Rekor Gila! Baru 6 Hari Dilantik Prabowo, Ketua Ombudsman Langsung Digiring Kejagung

Kamis, 16 April 2026 - 11:49 WIB

Soroti Tender Rp121 M, Mukhsin Nasir: KPK Periksa Menag

Berita Terbaru

Keterangan foto : Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Ombudsman periode 2026-2031, Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama

Kamis, 16 Apr 2026 - 22:16 WIB

Keterangan foto : Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:00 WIB