Bekasi Raih Dua Penghargaan, Ternyata Ini Kuncinya

Teras Media

- Penulis

Minggu, 19 Maret 2023 - 04:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Bekasi – Dalam acara business matcing produk dalam negeri di Instora GBK, Senayan Rabu 15/3. Presiden Jokowi menagtakan bahwa seluruh pemerintah baik pusat atau daerah beserta seluruh Lembaga negara (BUMN) untuk mengilepementasikan kebijakan peningkatan produk dalam negeri (P3DN). Menurutnya, peningkatan pengunaan produk dalam negri kuncinya cuman satu yaitu kedispilinan.

 

Untuk kesekian kalinya, Presiden mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan agar angaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang di peroleh dari pajak, deviden BUMN, Royalti dari tambang, sampai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tidak digunakan untuk membeli produk impor.

Menurutnya jika ini dilakukan dapat menolong industri dalam negeri kita, dia mencontohkan seperti industri UMKM akan terus hidup dan berkembang,’ pungkasnya.

 

Sementara sehari setelahnya, Kota Bekasi berhasil meraih peringkat pertama Penghargaan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk kategori pemerintah daerah (Pemda) kabupaten dan kota se-Indonesia tahun 2023. Penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Presiden Joko Widodo kepada Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Tri adhianto mengatakan ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan bagi Kota Bekasi.

 

Dia mengucapkan terima kasih atas kerja keras berbagai pihak selama ini, terutama para aparatur pemerintanan Kota Bekasi, sehingga mampu meraih peringkat pertama kategori kabupaten dan kota se-Indonesia atas penggunaan produk dalam negeri.

 

Selain, itu kota Bekasi Bekasi juga dianugrahi penghargaan Universal Health Coverage (UHC) yang di serahkan langsung oleh Mentri dalam negri Tito Kanavian. Dia mengatakan bahwa masyarakat kota Bekasi sekarang sudah tercover 97,17% menjadi pesertanya dibiayai oleh Pemerintah Kota Bekasi.

 

Menuruntnya pembangunan kota tidak akan berjalan baik jika fondasi pembangunan manusianya tidak kokoh. Salah satu pondasinya adalah Kesehatan. Dia menargetkan bahwa tahun 2024, semua warga kota Bekasi sudah tercover 98% dan berihtiar eluruh warga sudah menjadi peserta JKN-KIS.

Bahkan, hari ini warga kota Bekasi cukup hanya menunjukan KTP dapat berobat gartis. Kota Bekasi telah menerapkan layananan Kesehatan yang berbasis Nomer Induk Kependudukan (LKM -NIK).

 

Sasaran program ini adalah warga yang tidak memiliki Kartu BPJS untuk dapat pengobatan gratis hanya dengan menunjukan KTP ke puskesmas seluruh Kota Bekasi. Ini merupakan bukti komitmentnya terhadap jaminan Kesehatan untuk semua warga kota Bekasi.

Ketua TP3 Tri Sumarsono, sangat mengapresiasi dua penghargaan yang sudah dicapai oleh kota Bekasi. Menurtnya Sudah saatnya bangsa Indonesia itu mengedepankan produk dalam negeri, yang perlu terus dimotori pemerintah dan didukung seluruh jajaran pemda se Indonesia, seperti dilakukan dan digencarkan oleh Pemkot Bekasi.

“Dengan mendorong dan membudayakan produksi dalan negeri ini merupakan perwujudan dari semangat berdikari, berdiri di atas kaki sendiri dan mengurangi ketergantungan dengan pihak atau negara lain,” tutur Tri.

Selamat untuk Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto, yang telah membawa Kota Bekasi sukses meraih penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo dalam mempromosikan produk dalam negeri. Kota Bekasi, memang keren.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kasus Ekspor CPO: DPR Minta Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pencucian Uang
Peran Militer Kian Kuat di Era Prabowo, BaraNusa Ingatkan Keseimbangan Reformasi
Libur Panjang: Penumpang Whoosh Ramai, Manfaatkan KA Feeder Gratis
Pemindahan Alun-Alun Kepanjen Dipertanyakan, DPRD Minta Dokumen Lengkap
Firman Soebagyo Desak Evaluasi Ekspor Sawit Satu Pintu, Harga TBS Petani Terpuruk
Temuan BPK: Potensi Rugi Rp1,3 Triliun, Kejari Karawang Segel PT BAS, Kejagung Diminta Bertindak
Menggali Potensi di Selat Tersibuk Dunia: Rintis Layanan Maritim di Pulau Nipa, Realitas dan Tantangan Layanan Maritim Indonesia
Firman Soebagyo Sebut APBN Tak Cukup Dongkrak Ekonomi, Swasta Harus Diberi Ruang Tumbuh
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 00:15 WIB

Kasus Ekspor CPO: DPR Minta Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pencucian Uang

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:26 WIB

Peran Militer Kian Kuat di Era Prabowo, BaraNusa Ingatkan Keseimbangan Reformasi

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:35 WIB

Libur Panjang: Penumpang Whoosh Ramai, Manfaatkan KA Feeder Gratis

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:43 WIB

Pemindahan Alun-Alun Kepanjen Dipertanyakan, DPRD Minta Dokumen Lengkap

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:11 WIB

Firman Soebagyo Desak Evaluasi Ekspor Sawit Satu Pintu, Harga TBS Petani Terpuruk

Berita Terbaru

Keterangan foto : Gedung KPK, Jumat (14/4/2023)

Hukum dan Kriminal

KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:43 WIB