KEREN, Manfaatkan Teknologo Atasi Bandit Pertanahan

Teras Media

- Penulis

Jumat, 2 September 2022 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Drs.Difriadi saat Rapat Kerja dengan Menteri ATR/BPN membahas kasus-kasus pertanahan, meminta Menteri memberikan penghargaan kepada Kanwil dan Kantor Badan Pertanahan yang memiliki kasus pertanahan paling banyak dikarenakan gagal menyelesaikan permasalahan pertanahan di wilayah itu.

“Saran saya beri hadiah atau reward kepada kepala kantor Badan Pertanahan (BPN) yang kasus tanahnya banyak, habis itu bapak rotasi ke tempat lain”, sindir Difri saat Raker di ruang rapat Komisi II DPR RI,Komplek Parlemen Jakarta,Kamis,(1/9/2022).

Baca juga : SIKAT…!DPR Soroti Pidato Kenegaraan Jokowi

Anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Selatan II ini juga menyarankan penggunaan teknologi untuk mendeteksi dini kemungkinan potensi kasus pertanahan. Sehingga kasus tumpang tindih dapat terdeteksi secara dini dan segera dapat di ambil tindakan.

“perlu ada aplikasi teknologi terkini, sehingga ketika ada yang membuat sertifikat di atas sertifikat tanah orang lain maka akan ketahuan langsung”, kata Difri.

Lebih lanjut difri mengatakan ketika ada tumpang tindih terdeteksi dan langsung itu kepada pusat informasi Nasional BPN.

“Dengan begini para bandit bandit yang mau nakal itu ketahuan cepat dalam sistim yang baik, perbuatan melanggar akan mudah ketahuan dan di ambil tindakan.

Tidak lupa difri memberikan apresiasi kepada Menteri ATR/BPN dan beliau siap ikut serta dalam pemberantasan mafia tanah, “saya pribadi akan mendukung kementerian ATR/BPN secara maksimal”, tegas Difri.

Di penutup paparannya Difri meminta kepada BPN untuk lebih masif memberikan sosialisasi terutama kepada aparat perangkat pemerintah paling bawah yakni kepala desa di desa dan lurah di kelurahan. Ini sangat penting mengingat mereka lebih mengetahui wilayahnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama
Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni
Dualisme Aturan dan Agen Ilegal, Masalah Pelaut Indonesia Belum Usai
Rekor Gila! Baru 6 Hari Dilantik Prabowo, Ketua Ombudsman Langsung Digiring Kejagung
Skandal Intervensi Tambang Nikel, Kejagung Tahan HS di Salemba
Soroti Tender Rp121 M, Mukhsin Nasir: KPK Periksa Menag
Ujung Kulon Terancam, Arif Rahman: Paru-Paru Dunia Butuh Perhatian
Optimisme Tinggi! Herman Khaeron dan Anton Suratto Pastikan Jabar Tetap Juara
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 22:16 WIB

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama

Kamis, 16 April 2026 - 21:00 WIB

Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni

Kamis, 16 April 2026 - 19:19 WIB

Dualisme Aturan dan Agen Ilegal, Masalah Pelaut Indonesia Belum Usai

Kamis, 16 April 2026 - 19:06 WIB

Rekor Gila! Baru 6 Hari Dilantik Prabowo, Ketua Ombudsman Langsung Digiring Kejagung

Kamis, 16 April 2026 - 11:49 WIB

Soroti Tender Rp121 M, Mukhsin Nasir: KPK Periksa Menag

Berita Terbaru

Keterangan foto : Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Ombudsman periode 2026-2031, Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama

Kamis, 16 Apr 2026 - 22:16 WIB

Keterangan foto : Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:00 WIB