Pupuk Subsidi di Cikadu Cibeber Harganya Melambung, Pemerintah dan APH Diminta Telusuri Penyebabnya

Avatar photo

- Penulis

Senin, 18 Desember 2023 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ketua Bara JP Banten menggunakan kemeja kuning, Jupentri Nainggolan, Senin (18/12/2023)

i

Keterangan foto : Ketua Bara JP Banten menggunakan kemeja kuning, Jupentri Nainggolan, Senin (18/12/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Banten – Adanya kelangkaan dan kekacauan penyaluran pupuk bersubsidi ke masyarakat di Desa Cikadu, Cibeber mengundang memantik kritik relawan Joko Widodo (Jokowi) dari Barisan Jalan Perubahan (Bara JP) Provinsi Banten. Menurut Bara JP Banten pemerintah atau penegak hukum harus turun tangan untuk memperbaiki pola distribusi yang diduga dimonopoli oleh oknum kepala Desa.

“Saya meminta kepada Dinas Pertanian Kabupaten Lebak untuk memperbaiki sistem distribusi distribusi pupuk bersubsidi karena adanya laporan masyarakat tentang PT monopoli distribusi. Apalagi harus menebusnya dengan harga yang mahal,” Kata Ketua Bara JP Banten, Jupentri Nainggolan, Senin (18/12/2023).

Lebih lanjut Jupen pun mendorong agar masyarakat untuk membuat laporan kepada penegak hukum tentang kelangkaan dan adanya dugaan monopoli pupuk bersubsidi oleh oknum kepala desa di Cikadu, Kecamatan Cibeber, Lebak. Kata Jupen, ini menjadi kejahatan yang luar biasa ditengah kondisi pemerintah yang sedang mengkampanyekan tentang ketahanan pangan.
“Percuma program Joko Widodo bagus, tapi dibawah tidak dilaksanakan dengan baik termasuk pendistribusian pupuk bersubsidi yang diduga dimonopoli oleh oknum kepala desa, ” jelas Jupen.

Menurut Jupen, pihaknya akan terus mengawal kelangkaan pupuk bersubsidi yang terjadi di Lebak salah satunya di Desa Cikadu. Kata Jupen, dia bersama relawan lain siap untuk menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan investigasi tentang kelangkaan pupuk bersubsidi.

“Tentu kita kawal, dan nunggu laporan nnya di penegak hukum dalam waktu dekat tentang kelangkaan pupuk bersubsidi di Desa Cikadu Cibeber, ” ujar Jupen

Untuk diketahui, adanya selebaran tentang kelangkaan pupuk bersubsidi yang terjadi di Desa Cikadu, Kecamatan Cibebebr. Dalam surat tersebut dijelaskan tentang penjualan pupuk bersubsidi dengan cara pendataan melalui RT/RW dengan cara pengumpulkan uang terlebih dulu. Selanjutnya ditulis warga baru bisa mendapatkan pupuk tersebut dengan harga yang jauh dengaan ditentukan oleh pemerintah

“Daerah langka pupuk hampir seluruh di Desa Cikadu, kalau pun ada harganya yang melaambung tinggi antara 310.000 atau 350.000 ribu, ” tulis dalam surat laporan yang dikirim ke Kejaksaan Negeri Lebak. (Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan
Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau
Sidang Perdana Gabriel Lumbantoruan Digelar, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur
Mahfuddin Cakra Saputra Resmi Jabat Kajari Sumbawa Barat, Bawa Semangat Penegakan Hukum Bersih
Unggul 4-2 di Putaran Kedua, Pieter Jerry Baru Nahkodai Pemuda Katolik Papua Barat Daya
Polda Banten Hadirkan Layanan SIM Keliling di Bayah, Ini Jadwal dan Syaratnya
Peduli Kesehatan Warga, Polda Banten Hadirkan Layanan Gratis di Bayah
HUT ke-10, Bank Banten Siap Menjadi Bagian Penting Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Banten
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:59 WIB

FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Sidang Perdana Gabriel Lumbantoruan Digelar, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:15 WIB

Mahfuddin Cakra Saputra Resmi Jabat Kajari Sumbawa Barat, Bawa Semangat Penegakan Hukum Bersih

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:14 WIB

Unggul 4-2 di Putaran Kedua, Pieter Jerry Baru Nahkodai Pemuda Katolik Papua Barat Daya

Berita Terbaru