Pasca Video Viral Harga Baju Sekolah Mahal, Kejari Tolitoli Berikan Bantuan di HBA Ke-64

Teras Media

- Penulis

Sabtu, 20 Juli 2024 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Pasca melihat video viral di media sosial, tentang seorang calon siswa bernama Indah yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMKN 1 Tolitoli, karena masalah biaya, Sabtu (20/7/2024)

i

Keterangan foto : Pasca melihat video viral di media sosial, tentang seorang calon siswa bernama Indah yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMKN 1 Tolitoli, karena masalah biaya, Sabtu (20/7/2024)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co JAKARTA – Pasca melihat video viral di media sosial, tentang seorang calon siswa bernama Indah yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMKN 1 Tolitoli, karena masalah biaya. Membuat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tolitoli, Albertinus Napitupulu tersentuh hatinya, pada saat giat di Hari Bakti Adhyaksa (HBA) ke-64, Sabtu (20/7/2024).

Menurut Kajari Tolitoli Albertinus Napitupulu, Ia bersama jajarannya usai melakukan kegiatan bakti sosial (baksos) di panti asuhan. Lalu melihat video viral seorang anak tidak dapat melanjutkan sekolah, karena baju seragam mahal.

Nah, karena bertepatan dengan kegiatan bakti sosial di HBA ke-64, dengan sigap, Albert memerintahkan jajaran intelijen Kejari Tolitoli mencari informasi terkait kediaman Indah. Setelah berhasil ditemukan, pihaknya langsung datang dan memberikan bantuan sembako serta santunan, agar Indah dapat bersekolah di sekolah idamannya, SMKN 1 Tolitoli.

“Awalnya, saya sedang makan bersama jajaran setelah selesai melaksanakan baksos di panti asuhan. Lalu jajaran intelijen memberi tahu saya tentang video viral tersebut. Saya langsung menginstruksikan intel untuk mencari informasi. Tidak sampai 10 menit, informasi didapat dan saya segera ke kediaman Indah bersama Kepala Sekolah SMKN 1, Pak Mudasir,” ujarnya via Whatsapp di Jakarta pada Sabtu (20/7/2024).

Albert mengklaim bahwa bantuan kepada Indah ini merupakan kegiatan nyata Kejari Tolitoli di HBA ke-64 tahun 2024 ini.

“Hal ini merupakan kegiatan nyata yang langsung menyentuh hati masyarakat, Karena Indah sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan untuk kelangsungan hidupnya. Hal ini juga disebabkan adanya isu tentang seragam sekolah yang mahal, sehingga memberatkan anak itu untuk melanjutkan sekolahnya,” ungkapnya.

Padahal sehari sebelumnya, lanjut Albert, Ia baru saja melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama Wakil Ketua DPRD Jemy Yusuf dan Kepala Dinas Pendidikan Tolitoli, Usman Taba, sebagai pembicara di Hotel Bumi Harapan terkait solusi seragam sekolah yang mahal dan menjadi beban bagi para siswa.

Menurut Albert, Indah menghadapi kendala biaya seragam yang mahal, yang kebetulan menjadi topik FGD sehari sebelumnya. “Jadi, kami mencari solusi agar masyarakat dari semua kalangan tetap bisa bersekolah tanpa terkendala biaya,” tandasnya.

Terkait hal itu, Indah mengapresiasi Kajari Tolitoli beserta jajarannya. Serta mengucapkan terimakasih kepada Kajari Tolitoli karena Ia bisa masuk sekolah idamannya, di SMKN 1 Tolitoli.

“Terima kasih kepada Bapak Kajari yang telah membantu saya, sehingga difasilitasi dan diberikan santunan serta sembako. Alhamdulillah, saya dan keluarga sangat berterima kasih. Terima kasih juga kepada Bapak Mudasir dari SMKN 1 Tolitoli,” pungkasnya bahagia.

Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan rangkaian giat HBA ke 64 tahun 2024 yang dilakukan Kejari Tolitoli sebagai salah satu bentuk nyata dan menyentuh hati masyarakat yang membutuh uluran tangan dan bantuan, demi kelangsungan hidupnya, agar bisa tetap bersekolah. Bravo Kajari Tolitoli, selamat dan sukses ya Indah.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Keterlambatan Honor Pendamping Koperasi Ancam Program Ekonomi Desa di Banten
Robby Wanma Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos ke Polresta Sorong
Apel Pagi di Nabire, Sekda Tegaskan TPP Bukan Hak Melainkan Reward Kinerja ASN
Dituding Korupsi Dana Adat, Mesak Mambraku Tempuh Jalur Hukum dan Minta Klarifikasi Dewan Adat
SMAN 1 PANDEGLANG IKUT SERTA DALAM KEGIATAN AOPGI(Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia)
THM One Two Six di Citra Raya Diduga Tanpa Izin, Warga dan Ponpes Resah Akibat Kebisingan
Diduga Mangkrak, Rumah Jabatan Kapolres Tambrauw Tak Rampung Meski Anggaran Rp2 Miliar
Dituding Berbuat Tak Senonoh, Ternyata Korban Investasi Bodong Rp200 Juta
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 19:22 WIB

Keterlambatan Honor Pendamping Koperasi Ancam Program Ekonomi Desa di Banten

Senin, 20 April 2026 - 14:39 WIB

Robby Wanma Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos ke Polresta Sorong

Senin, 20 April 2026 - 10:39 WIB

Apel Pagi di Nabire, Sekda Tegaskan TPP Bukan Hak Melainkan Reward Kinerja ASN

Minggu, 19 April 2026 - 20:27 WIB

Dituding Korupsi Dana Adat, Mesak Mambraku Tempuh Jalur Hukum dan Minta Klarifikasi Dewan Adat

Minggu, 19 April 2026 - 19:52 WIB

SMAN 1 PANDEGLANG IKUT SERTA DALAM KEGIATAN AOPGI(Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia)

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Polres Lebak Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal, Dua Pelaku Diamankan

Senin, 20 Apr 2026 - 17:54 WIB

Semangat kebersamaan atlet zatayu dalam acara latihan gabungan INKANAS KA Bogor  19 April 2026

Olahraga

Latihan Gabungan INKANAS Kabupaten Bogor 19 April 2026

Senin, 20 Apr 2026 - 17:35 WIB