Ormas KITA Komitmen Kawal Kasus Pencabulan 14 Murid yang Ditangani Polres Lebak

Teras Media

- Penulis

Kamis, 13 Februari 2025 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ketua DPD  KITA Lebak Muhamad Yusup, Kamis (13/2/2025)

i

Keterangan foto : Ketua DPD  KITA Lebak Muhamad Yusup, Kamis (13/2/2025)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Organisasi Masyarakat (Ormas) KERAPATAN INDONESIAN TANAH AIR)(KITA) Lebak angkat suara terkait kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang oknum guru honorer terhadap 14 murid SD di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Hal tersebut dikatakan Ketua DPD  KITA Lebak Muhamad Yusup, Kamis (13/2/2025)

“Saya menegaskan bahwa kasus ini bukan hanya kejahatan terhadap individu, tetapi juga tamparan keras bagi sistem perlindungan anak di Indonesia, ” kata Muhamad Yusuf.

Muhamad Yusup menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi ini dan mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman maksimal kepada pelaku sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Kami meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Jangan sampai ada celah hukum yang membuat predator anak seperti ini lolos dari jerat keadilan,” ujar Yusup.

Selain itu, KITA Lebak juga meminta Komisi VIII DPR RI untuk turun mengawal kasus ini serta mengevaluasi kebijakan perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Yusup menilai bahwa lemahnya pengawasan terhadap tenaga pendidik menjadi faktor yang harus segera dibenahi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami meminta Komisi VIII DPR RI untuk segera bertindak, memperketat regulasi, dan memastikan ada perlindungan yang lebih kuat bagi anak-anak di sekolah. Pemerintah juga harus memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis agar mereka bisa pulih dari trauma,” tambahnya.

Lebih lanjut, KITA Lebak menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Organisasi ini juga siap menggandeng masyarakat dan lembaga terkait untuk memastikan keadilan bagi para korban.

“Kami akan terus bergerak bersama masyarakat. Kasus ini tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja. Kami akan memastikan keadilan benar-benar ditegakkan!” tutup Yusup.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut. Publik pun menanti langkah tegas dari pemerintah dan DPR RI untuk memperkuat perlindungan anak agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

SPMB Banten Bersih, Andra Soni: Sekolah Gratis Solusi Kuota Terbatas
CBA Minta Kejati Banten Selidiki Anggaran Seragam Dinas Kabupaten Tangerang Rp15,7 M
KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang
Slag B3 Dibuang Liar di Serang: BCW Endus Kongkalikong Korporasi dan Oknum
KPN Soroti Anggaran Hotel DPRD Kabupaten Tangerang Rp23 M: Antara Kuasa dan Kemiskinan
PT Kristalin Ekalestari Serahkan Rumah Baru ke Warga Nabire, Klaim Sudah Puluhan Unit
Jangan Cuma Jadi Penonton, Hotel Grand Keisha Diminta Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Hotel Bintang 4 di Rangkasbitung Resmi Beroperasi, Diharapkan Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Lokal
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 00:01 WIB

SPMB Banten Bersih, Andra Soni: Sekolah Gratis Solusi Kuota Terbatas

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:50 WIB

CBA Minta Kejati Banten Selidiki Anggaran Seragam Dinas Kabupaten Tangerang Rp15,7 M

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:43 WIB

KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:36 WIB

KPN Soroti Anggaran Hotel DPRD Kabupaten Tangerang Rp23 M: Antara Kuasa dan Kemiskinan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:23 WIB

PT Kristalin Ekalestari Serahkan Rumah Baru ke Warga Nabire, Klaim Sudah Puluhan Unit

Berita Terbaru

Keterangan foto : Gedung KPK, Jumat (14/4/2023)

Hukum dan Kriminal

KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:43 WIB