Terasmedia.co Lebak – Dalam suasana yang sarat kehangatan dan semangat kebangsaan, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kabupaten Lebak bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Lebak menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Pencegahan Pengaruh Paham Radikal Terorisme di Lingkungan Keluarga”. Bertempat di Aula Kecamatan Muncang, kegiatan ini dihadiri ratusan perempuan dari enam kecamatan, membawa harapan baru dalam ikhtiar membangun ketahanan ideologi dari ruang terkecil bangsa keluarga.
Tema yang diangkat, “Mengokohkan Penghayatan dan Pengamalan Pancasila di Lingkungan Keluarga”, menjadi penegas bahwa ancaman radikalisme tidak hanya datang dari luar, tetapi juga bisa menyusup ke dalam kehidupan sehari-hari jika nilai-nilai kebangsaan tidak ditanamkan secara kuat sejak dini.
Suasana ruang aula berubah menjadi arena dialog dan refleksi. Para ibu, kader PKK, dan tokoh perempuan yang hadir tidak hanya mendengarkan, tetapi ikut menyuarakan kekhawatiran dan harapan. Mereka menyadari bahwa perempuan sebagai ibu, pendidik, dan penjaga nurani memegang peran sentral dalam membentengi anak-anak dari pengaruh ideologi sesat.
Ketua FKPT Lebak, KH. Syaepudin Asy Syadzily, dalam sambutannya menyampaikan bahwa menjaga anak dan keluarga dari radikalisme bukan hanya tugas aparat atau negara, melainkan tugas suci setiap orang tua. Ia mengingatkan bahwa paham radikal masuk bukan dengan senjata, melainkan melalui pikiran dan pikiran anak-anak harus dipenuhi oleh nilai kasih sayang, kebangsaan, serta semangat toleransi yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.
Kegiatan ini semakin kuat dengan kehadiran Hj. Belia Hasbi Jayabaya, Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, yang memberikan suntikan semangat kepada seluruh peserta. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa PKK bukan hanya gerakan perempuan rumah tangga, melainkan pasukan sosial yang siap berdiri paling depan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila tetap hidup di tengah gempuran zaman. Ia mengajak para perempuan Lebak untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku perubahan yang memulai dari rumah masing-masing.
Kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, juga mempertegas pentingnya kebijakan yang berpihak pada ketahanan keluarga. Menurutnya, pencegahan radikalisme akan berhasil jika seluruh pihak, termasuk pemangku kebijakan, serius memperkuat peran keluarga dalam pendidikan karakter dan ideologi.
Sinergi semakin nyata ketika Kepala Kesbangpol Lebak, H. Sukanta, menjelaskan bahwa menjaga stabilitas sosial dari ancaman radikalisme membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga adat. Bagi Sukanta, ketahanan bangsa bukan dibangun dari gedung megah, tetapi dari hati yang cinta damai dan keluarga yang kuat memegang nilai-nilai Pancasila.
Dari kegiatan ini, lahir satu suara, satu semangat, dan satu keyakinan: bahwa perempuan Lebak tidak akan tinggal diam. Mereka siap menjadi benteng bangsa, mengokohkan keluarga dengan cinta, menjaga anak-anak dengan ilmu, dan menyebarkan damai dengan akhlak.
Dari Muncang, suara para ibu bergema ke penjuru Lebak: Radikalisme tidak akan tumbuh di tanah yang dijaga oleh cinta dan nilai-nilai luhur bangsa.



