Pemkab Bandung Barat dan GP Ansor Bekali Santri dengan Pengetahuan Siaga Bencana

Teras Media

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto/Dok: Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama PC GP Ansor Kabupaten Bandung Barat.

i

Foto/Dok: Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama PC GP Ansor Kabupaten Bandung Barat.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Bandung – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Barat (PC GP Ansor KBB) menggelar Lokakarya Santri Siaga Bencana, Senin (20/10/2025).

Acara pembentukan Santri Tangguh Bencana ini dibuka oleh Wakil Bupati Bandung Barat, Bapak H. Asep Ismail.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan santri terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi di lingkungan pesantren maupun masyarakat sekitar.

Acara berlangsung di Aula Pesantren Ar-Risalah Bandung Barat dan diikuti perwakilan santri, pengurus pesantren, serta kader Ansor dan Banser dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung Barat.

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendorong pesantren menjadi pusat edukasi kebencanaan.

“Kegiatan ini diselenggarakan untuk mensosialisasikan mitigasi bencana dengan pendekatan bahasa agama. Santri dan ulama dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat terkait isu Sesar Lembang yang terus berkembang,” ujarnya.

Asep Ismail mengungkapkan, di Kabupaten Bandung Barat terdapat 1.300 hingga 1.500 pondok pesantren, dan sekitar 600 di antaranya telah tervalidasi.

“Ke depan, seluruh pesantren harus memiliki legalitas dan sarana yang setara dengan lembaga pendidikan lain. Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama juga akan membentuk Dirjen Pondok Pesantren sebagai bentuk perlindungan hukum bagi santri,” tambahnya.

Wabup menegaskan komitmen Pemkab Bandung Barat untuk meningkatkan infrastruktur pesantren agar lebih aman, nyaman dan sesuai standar kebencanaan.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD KBB, Drs. H. Asep Sehabudin, yang didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD KBB, Dedi Supriadi, SE. MM, pesantren merupakan komunitas besar yang perlu mendapatkan prioritas edukasi kebencanaan. Hal ini merupakan bentuk kolaborasi erat antara GP Ansor KBB dengan BPBD KBB.

“Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 menegaskan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Pesantren adalah komunitas terbesar di Bandung Barat, sehingga harus diberdayakan,” jelasnya.

Menurutnya, Sesar Lembang bukan mitos, melainkan ancaman nyata berdasarkan kajian ilmiah. Namun, masyarakat tetap harus melihat bencana sebagai siklus alam yang perlu dihadapi dengan kesiapsiagaan.

“Kita mengajak pimpinan pondok pesantren untuk membekali para santri dengan pengetahuan kebencanaan. Pesantren harus menjadi lingkungan yang tangguh bencana dan mampu melakukan penanganan secara mandiri,” tegasnya.

BPBD juga mencatat, dari 165 desa di Bandung Barat, sebagian besar masuk kategori rawan bencana. Karena itu, pihaknya menggandeng kader Ansor dan relawan desa untuk mempercepat edukasi dan penyebaran informasi kebencanaan.

Dalam lokakarya ini, para peserta dibekali materi, pengenalan risiko bencana (Sesar Lembang, longsor, banjir), teknik mitigasi dan evakuasi. Pembentukan relawan kebencanaan berbasis pesantren dan penguatan koordinasi dengan BPBD dan pemerintah desa.

“Harapannya, setiap pesantren dapat menjadi pusat informasi, edukasi, dan koordinasi ketika terjadi bencana di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

PC GP Ansor KBB bersama BPBD Bandung Barat sepakat untuk melanjutkan program ini secara berkelanjutan di seluruh pesantren. Kolaborasi santri, ulama, pemerintah, dan pemuda dinilai menjadi kunci membangun Kabupaten Bandung Barat yang aman, siap, dan tangguh bencana.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

GAMMA Resmi Layangkan Surat Audiensi ke Inspektorat Lebak, Kawal Serius Temuan BPK Soal Kelebihan Bayar
Terindikasi Mark Up dan Proyek Fiktif di Banten, P3B Minta KPK Bertindak
BCW Tegaskan: Kematian Dua Anak di Proyek KSCS Lebak Adalah Kelalaian Pidana
Anggaran Fantastis, Kualitas Dipertanyakan: GAMMA Kritik Proyek Jalan Rangkasbitung–Gajrug
Amanah Baru di Wilayah Strategis, Pradhana Probo Setyarjo Jadi Kajari Tangerang
GMBI Desak Kejari Lebak Tindaklanjuti Temuan BPK di PUPR, King Naga Beri Ultimatum 7×24 Jam
Kecelakaan Beruntun di Lebak, King Naga Soroti Sikap Tak Manusiawi Pengemudi Xpander
LBH Bogor Buka Posko Pengaduan Konsumen Vivo Mall Sentul
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 10:42 WIB

Terindikasi Mark Up dan Proyek Fiktif di Banten, P3B Minta KPK Bertindak

Rabu, 15 April 2026 - 16:50 WIB

BCW Tegaskan: Kematian Dua Anak di Proyek KSCS Lebak Adalah Kelalaian Pidana

Rabu, 15 April 2026 - 10:03 WIB

Anggaran Fantastis, Kualitas Dipertanyakan: GAMMA Kritik Proyek Jalan Rangkasbitung–Gajrug

Selasa, 14 April 2026 - 22:56 WIB

Amanah Baru di Wilayah Strategis, Pradhana Probo Setyarjo Jadi Kajari Tangerang

Selasa, 14 April 2026 - 19:26 WIB

GMBI Desak Kejari Lebak Tindaklanjuti Temuan BPK di PUPR, King Naga Beri Ultimatum 7×24 Jam

Berita Terbaru

Keterangan foto : Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir menggunakan baju hitam, Selasa (11/9/2023)

Hukum dan Kriminal

Soroti Tender Rp121 M, Mukhsin Nasir: KPK Periksa Menag

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:49 WIB